Dear Pak Mario.
Nama Saya Yuni. Saya seorang karyawan swasta. Saya sudah bekerja selama 7 tahun di perusahaan yang sama dan turut membangun perusahaan tersebut menjadi lebih baik dan lebih besar setiap tahunnya. Sekarang saya merupakan orang kepercayaan atasan saya di kantor, dan turut membantu beliau menghandle perusahaan. Keadaan saya ini sungguh berbanding terbalik dengan salary yang saya dapatkan. Saya sudah mencoba maju ke atasan saya beberapa kali untuk meminta kenaikan salary yang lebih besar, tetapi selalu ditolak dengan alasan keuangan kantor sedang tidak memadai dan salary yang saya dapatkan sudah merupakan standard di perusahaan-perusahaan yang lain .
Di satu sisi, saya ingin tetap membantu atasan saya karena saya ada unsur “kasihan” terhadap beliau, jika saya tinggalkan, ada kemungkinan perusahaan tersebut menjadi timpang karena hampir semua bidang pekerjaan di sana saya ketahui semua dan atasan saya kurang mengetahui secara mendetail. Tetapi di sisi lain, saya tidak puas dengan salary yang saya dapatkan untuk pengalaman kerja saya yang sudah sekian lama. Saya minta saran dari Pak Mario, langkah-langkah apa yang sebaiknya saya lakukan?
Terima kasih
Ibu Yuni dari Jakarta
ditanyakan pada Selasa, 18 Desember 2007 08:53:36 +0700
Nama Saya Yuni. Saya seorang karyawan swasta. Saya sudah bekerja selama 7 tahun di perusahaan yang sama dan turut membangun perusahaan tersebut menjadi lebih baik dan lebih besar setiap tahunnya. Sekarang saya merupakan orang kepercayaan atasan saya di kantor, dan turut membantu beliau menghandle perusahaan. Keadaan saya ini sungguh berbanding terbalik dengan salary yang saya dapatkan. Saya sudah mencoba maju ke atasan saya beberapa kali untuk meminta kenaikan salary yang lebih besar, tetapi selalu ditolak dengan alasan keuangan kantor sedang tidak memadai dan salary yang saya dapatkan sudah merupakan standard di perusahaan-perusahaan yang lain .
Di satu sisi, saya ingin tetap membantu atasan saya karena saya ada unsur “kasihan” terhadap beliau, jika saya tinggalkan, ada kemungkinan perusahaan tersebut menjadi timpang karena hampir semua bidang pekerjaan di sana saya ketahui semua dan atasan saya kurang mengetahui secara mendetail. Tetapi di sisi lain, saya tidak puas dengan salary yang saya dapatkan untuk pengalaman kerja saya yang sudah sekian lama. Saya minta saran dari Pak Mario, langkah-langkah apa yang sebaiknya saya lakukan?
Terima kasih
Ibu Yuni dari Jakarta
ditanyakan pada Selasa, 18 Desember 2007 08:53:36 +0700
Temukan Solusi atas Problem Anda di kolom How Do I Get There
Solusi lain yang terkait dengan pertanyaan:
Konsep Kebahagiaan, ditanyakan oleh Saudara Erwanto - 15/10/2009

Bagaimana Menggapai Masa Depan Dan Melawan Angan-angan, ditanyakan oleh Saudara Bornok Bastian Siallagan - 30/11/2008

Semangat Yang Turun, ditanyakan oleh Bapak Julianto - 27/11/2008

Kesulitan Dalam Mencari Nasabah Untuk Kantor, ditanyakan oleh Bapak Dito - 13/3/2009

Sejauh Mana Saya Bersabar Dan Berharap, ditanyakan oleh Bapak Yohanes - 21/3/2009

Bagaimana Agar Keputusan Baik Bagi Saya Dan Orang Tua, ditanyakan oleh Saudara Yogi - 28/10/2009

Bagaimana Cara Mengetahui Pemungkin Saya, ditanyakan oleh Ibu Tina - 17/9/2009

Bagaimana Memilih Jurusan Yang Tepat, ditanyakan oleh Saudara Zulkarnain - 17/9/2009

Pekerjaan Apa Yang Harus Saya Pilih, ditanyakan oleh Saudara Ade - 11/3/2009

Bagaimana Agar Hati Tenang Meskipun Beban Kerja Tidak Sesuai Kata Hati, ditanyakan oleh Bapak Hariyanto - 11/3/2009

Bagaimana Memaknai Hidup Sebagai Sebuah Proses, ditanyakan oleh Saudari Lely - 5/1/2009

Jodoh Itu Takdir Atau Usaha, ditanyakan oleh Bapak Ibnu Suwardi - 15/10/2009

Menyikapi Kebijakan Kantor Yang Bertele-tele, ditanyakan oleh Saudara Pandi - 27/4/2009

Bagaimana Cara Keluar Dari Kebuntuan Dalam Mencari Rezeki, ditanyakan oleh Saudara Anggra - 20/4/2009

Pinjaman Ke Bank, ditanyakan oleh Saudara Rojat - 15/4/2009

Aku Ingin Jadi Pemenang, ditanyakan oleh Saudari Elsa - 11/1/2009

Menghargai Keputusan Orang Tua, ditanyakan oleh Saudara Galih Raka - 25/4/2009

Langkah Yang Tepat Untuk Mencapai Masa Depan, ditanyakan oleh Ibu Ernie - 18/4/2009

Ingin Segera Mendapatkan Pasangan, ditanyakan oleh Saudari Ima Mustika - 17/4/2009

Grogi Saat Wawancara Kerja, ditanyakan oleh Saudara Abdel - 17/4/2009

halaman dari 24

Bagaimana Menggapai Masa Depan Dan Melawan Angan-angan, ditanyakan oleh Saudara Bornok Bastian Siallagan - 30/11/2008
Semangat Yang Turun, ditanyakan oleh Bapak Julianto - 27/11/2008
Kesulitan Dalam Mencari Nasabah Untuk Kantor, ditanyakan oleh Bapak Dito - 13/3/2009
Sejauh Mana Saya Bersabar Dan Berharap, ditanyakan oleh Bapak Yohanes - 21/3/2009
Bagaimana Agar Keputusan Baik Bagi Saya Dan Orang Tua, ditanyakan oleh Saudara Yogi - 28/10/2009
Bagaimana Cara Mengetahui Pemungkin Saya, ditanyakan oleh Ibu Tina - 17/9/2009
Bagaimana Memilih Jurusan Yang Tepat, ditanyakan oleh Saudara Zulkarnain - 17/9/2009
Pekerjaan Apa Yang Harus Saya Pilih, ditanyakan oleh Saudara Ade - 11/3/2009
Bagaimana Agar Hati Tenang Meskipun Beban Kerja Tidak Sesuai Kata Hati, ditanyakan oleh Bapak Hariyanto - 11/3/2009
Bagaimana Memaknai Hidup Sebagai Sebuah Proses, ditanyakan oleh Saudari Lely - 5/1/2009
Jodoh Itu Takdir Atau Usaha, ditanyakan oleh Bapak Ibnu Suwardi - 15/10/2009
Menyikapi Kebijakan Kantor Yang Bertele-tele, ditanyakan oleh Saudara Pandi - 27/4/2009
Bagaimana Cara Keluar Dari Kebuntuan Dalam Mencari Rezeki, ditanyakan oleh Saudara Anggra - 20/4/2009
Pinjaman Ke Bank, ditanyakan oleh Saudara Rojat - 15/4/2009
Aku Ingin Jadi Pemenang, ditanyakan oleh Saudari Elsa - 11/1/2009
Menghargai Keputusan Orang Tua, ditanyakan oleh Saudara Galih Raka - 25/4/2009
Langkah Yang Tepat Untuk Mencapai Masa Depan, ditanyakan oleh Ibu Ernie - 18/4/2009
Ingin Segera Mendapatkan Pasangan, ditanyakan oleh Saudari Ima Mustika - 17/4/2009
Grogi Saat Wawancara Kerja, ditanyakan oleh Saudara Abdel - 17/4/2009










