Yang terhormat Pak Mario, salam super.
Saya baru beberapa kali mendengarkan program-program pelayanan konsultasi bapak.
Pada kesempatan yang baik ini saya ingin sekali mendapat pencerahan dari bapak tentang permasalahan yang sedang saya hadapi. Selama ini saya adalah seorang mahasiswa teknik informatika tetapi saya memiliki hobi bermain alat musik. Yang menjadi permasalahan saya saat ini yaitu Malu untuk bernyanyi karena saya takut di remehkan oleh yang lain padahal teman saya yang mengajari saya bermain musik memberi syarat yaitu saya harus bisa bernyanyi agar saya bisa bermain alat musik.akhirnya dia tidak mau mengajari saya sampai saya bisa bernyanyi
Saya sangat bingung sekali pak mario bagaimana saya harus mengatasi rasa malu saya? Bagaimana membangun tekat yang kuat untuk meraih cita-cita saya?
dan juga bagaimana membangun percaya diri akan hal tersebut?
Mohon perkenan Bapak untuk memberikan arahan bagaimana caranya agar saya dapat lebih berani dan bisa mengatasi problem saya ini
Terima kasih atas perkenan Bapak menjawab pertanyaan saya ini.
Saudara Ardi Rahman dari Surabaya
ditanyakan pada Minggu, 04 Januari 2009 09:11:30 +0700
Saya baru beberapa kali mendengarkan program-program pelayanan konsultasi bapak.
Pada kesempatan yang baik ini saya ingin sekali mendapat pencerahan dari bapak tentang permasalahan yang sedang saya hadapi. Selama ini saya adalah seorang mahasiswa teknik informatika tetapi saya memiliki hobi bermain alat musik. Yang menjadi permasalahan saya saat ini yaitu Malu untuk bernyanyi karena saya takut di remehkan oleh yang lain padahal teman saya yang mengajari saya bermain musik memberi syarat yaitu saya harus bisa bernyanyi agar saya bisa bermain alat musik.akhirnya dia tidak mau mengajari saya sampai saya bisa bernyanyi
Saya sangat bingung sekali pak mario bagaimana saya harus mengatasi rasa malu saya? Bagaimana membangun tekat yang kuat untuk meraih cita-cita saya?
dan juga bagaimana membangun percaya diri akan hal tersebut?
Mohon perkenan Bapak untuk memberikan arahan bagaimana caranya agar saya dapat lebih berani dan bisa mengatasi problem saya ini
Terima kasih atas perkenan Bapak menjawab pertanyaan saya ini.
Saudara Ardi Rahman dari Surabaya
ditanyakan pada Minggu, 04 Januari 2009 09:11:30 +0700
Mario Teguh menjawab:
Saudara Ardi Rahman yang baik, terima kasih atas pertanyaan Anda.
Bila Anda berlaku sebagai pribadi yang Anda inginkan, Anda akan menjadi pribadi yang Anda lakukan. Maka Anjurannya kepada kita, Anda dan saya, adalah untuk mengambil sebuah kualitas pribadi yang kita idamkan, dan kemudian berlaku dalam keseharian kita layaknya kita telah menjadi pribadi itu. Bila ‘peran’ ini kita lakukan dengan teratur, maka perilaku terpilihlah yang akan menjadi kebiasaan baru kita.
Mohon Anda perhatikan ini ya, Saudara Ardi. Satu-satunya jalan ke luar dari rasa takut adalah melangkah melalui jantung rasa takut itu. Ukuran kehidupan yang tersedia bagi seseorang berkembang dan mengempis sesuai dengan keberadaannya menghadapi rasa takut. Keberadaan kemanusiaan sampai saat ini adalah bukti bahwa tidak ada kesulitan yang dihamparkan oleh alam ini yang bisa mengalahkan kekuatan asli kita untuk bertahan dan memenangkan kehidupan yang baik. Dan berarti bahwa bagi semua kesulitan telah dan akan ditemukan penyelesaiannya.
Tetapi, penyelesaian apa pun tiak akan ada gunanya, walau pun sebetulnya telah ditemukan dan diajarkan kepada Anda; bila yang Anda hadapi bukanlah kesulitan, tetapi rasa takut. Dengannya, kesulitan itu tidak akan pernah susut. Maka, rasakanlah ketakutan itu. Rasakanlah bagaimana darah Anda tertegun ragu di persimpanagn antara tugas mengisi urat-urat keberanian Anda, atau mengisi bantal-bantal ketakutan Anda.
Rasakanlah ketakutan itu, lalu kenalilah degup jantungnya yang diupayakannya untuk seirama dengan degup jantung Anda. Temukanlah jantung dari ketakutan Anda, lalu pisahkan ia dari jantung Anda. Dan Anda akan segera merasakan bahwa detak keras jantung Anda sebetulnya bukan teriakan ketakutan, tetapi gema dari tuntutan hak Anda untuk menang.
Begitu dulu ya, Saudara Ardi Rahman. Semoga membantu.
Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh
Extracted by
Sumarno
solusi untuk pertanyaan Mengatasi Rasa Malu Untuk Bernyanyi
pada kolom How Do I Get There
tag: malu, minder, takut, berani
Saudara Ardi Rahman yang baik, terima kasih atas pertanyaan Anda.
Bila Anda berlaku sebagai pribadi yang Anda inginkan, Anda akan menjadi pribadi yang Anda lakukan. Maka Anjurannya kepada kita, Anda dan saya, adalah untuk mengambil sebuah kualitas pribadi yang kita idamkan, dan kemudian berlaku dalam keseharian kita layaknya kita telah menjadi pribadi itu. Bila ‘peran’ ini kita lakukan dengan teratur, maka perilaku terpilihlah yang akan menjadi kebiasaan baru kita.
Mohon Anda perhatikan ini ya, Saudara Ardi. Satu-satunya jalan ke luar dari rasa takut adalah melangkah melalui jantung rasa takut itu. Ukuran kehidupan yang tersedia bagi seseorang berkembang dan mengempis sesuai dengan keberadaannya menghadapi rasa takut. Keberadaan kemanusiaan sampai saat ini adalah bukti bahwa tidak ada kesulitan yang dihamparkan oleh alam ini yang bisa mengalahkan kekuatan asli kita untuk bertahan dan memenangkan kehidupan yang baik. Dan berarti bahwa bagi semua kesulitan telah dan akan ditemukan penyelesaiannya.
Tetapi, penyelesaian apa pun tiak akan ada gunanya, walau pun sebetulnya telah ditemukan dan diajarkan kepada Anda; bila yang Anda hadapi bukanlah kesulitan, tetapi rasa takut. Dengannya, kesulitan itu tidak akan pernah susut. Maka, rasakanlah ketakutan itu. Rasakanlah bagaimana darah Anda tertegun ragu di persimpanagn antara tugas mengisi urat-urat keberanian Anda, atau mengisi bantal-bantal ketakutan Anda.
Rasakanlah ketakutan itu, lalu kenalilah degup jantungnya yang diupayakannya untuk seirama dengan degup jantung Anda. Temukanlah jantung dari ketakutan Anda, lalu pisahkan ia dari jantung Anda. Dan Anda akan segera merasakan bahwa detak keras jantung Anda sebetulnya bukan teriakan ketakutan, tetapi gema dari tuntutan hak Anda untuk menang.
Begitu dulu ya, Saudara Ardi Rahman. Semoga membantu.
Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh
Extracted by
Sumarno
solusi untuk pertanyaan Mengatasi Rasa Malu Untuk Bernyanyi
pada kolom How Do I Get There
tag: malu, minder, takut, berani
Temukan Solusi atas Problem Anda di kolom How Do I Get There
Solusi lain yang terkait dengan pertanyaan:
11 Tahun Jadi Karyawan, ditanyakan oleh Bapak Fitra - 10/10/2007

Pacaran Dengan Orang Yang Lebih Kaya, ditanyakan oleh Bapak Aji - 18/3/2009

Sudah Baikkah Yang Saya Lakukan Atau Perlu Yang Lebih Baik Lagi, ditanyakan oleh Ibu Rani - 28/8/2008

Impian Masa Depan, ditanyakan oleh Saudara Ahmad Fariz - 9/5/2008

Bagaimana Membuat Orang Percaya Pada Kita Bahwa Kita Bisa Mengutungkan Mereka, ditanyakan oleh Bapak Asikin - 12/11/2007

Kesabaran Dalam Cemoohan, ditanyakan oleh Ibu Parmonangan Lingga - 27/8/2008

Bingung Dengan Posisi Kerjaan, ditanyakan oleh Bapak Rianto - 24/11/2007

Ide Usaha Demi Peningkatan Kualitas Hidup., ditanyakan oleh Bapak Fireman - 27/9/2007

Selalu Ada Keraguan Dalam Setiap Keputusan, ditanyakan oleh Bapak Rosadi - 10/11/2007

Diberi Imbalan Diluar Gaji, ditanyakan oleh Bapak Narimo - 11/9/2008

Penilaian Orang Lain, ditanyakan oleh Saudari Dyah - 12/4/2009

Menghadapi Bawahan Yang Tidak Bersemangat Untuk Kerja, ditanyakan oleh Ibu Clarisa - 14/4/2008

Haruskah Mentoleransi Saran Istri., ditanyakan oleh Saudara Edy J.w. - 5/9/2008

Bagaimana Menemukan Cara Pemasaran Yang Menarik, ditanyakan oleh Bapak Dharma - 31/10/2007

Sering Melakukan Kesalahan Yang Sama, ditanyakan oleh Saudari Tina - 10/7/2009

Menerima Tawaran Posisi Yang Menggantikan Teman Sendiri, ditanyakan oleh Ibu Putri - 25/11/2008

Apakah Seorang Anak Harus Menuruti Semua Kemauan Orangtua, ditanyakan oleh Saudari Gisela - 15/1/2009

Bagaimana Menjadi Pribadi Super Yang Penuh Kasih Sayang Tapi Tetap Mendidik, ditanyakan oleh Saudari Sari - 28/4/2009

Mana Yang Lebih Dulu Super Di Karir Atau Keluarga, ditanyakan oleh Ibu Rosalina - 15/10/2009

Bagaimana Saya Harus Memandang Diri Saya, ditanyakan oleh Ibu Intan - 24/7/2008

Pacaran Dengan Orang Yang Lebih Kaya, ditanyakan oleh Bapak Aji - 18/3/2009
Sudah Baikkah Yang Saya Lakukan Atau Perlu Yang Lebih Baik Lagi, ditanyakan oleh Ibu Rani - 28/8/2008
Impian Masa Depan, ditanyakan oleh Saudara Ahmad Fariz - 9/5/2008
Bagaimana Membuat Orang Percaya Pada Kita Bahwa Kita Bisa Mengutungkan Mereka, ditanyakan oleh Bapak Asikin - 12/11/2007
Kesabaran Dalam Cemoohan, ditanyakan oleh Ibu Parmonangan Lingga - 27/8/2008
Bingung Dengan Posisi Kerjaan, ditanyakan oleh Bapak Rianto - 24/11/2007
Ide Usaha Demi Peningkatan Kualitas Hidup., ditanyakan oleh Bapak Fireman - 27/9/2007
Selalu Ada Keraguan Dalam Setiap Keputusan, ditanyakan oleh Bapak Rosadi - 10/11/2007
Diberi Imbalan Diluar Gaji, ditanyakan oleh Bapak Narimo - 11/9/2008
Penilaian Orang Lain, ditanyakan oleh Saudari Dyah - 12/4/2009
Menghadapi Bawahan Yang Tidak Bersemangat Untuk Kerja, ditanyakan oleh Ibu Clarisa - 14/4/2008
Haruskah Mentoleransi Saran Istri., ditanyakan oleh Saudara Edy J.w. - 5/9/2008
Bagaimana Menemukan Cara Pemasaran Yang Menarik, ditanyakan oleh Bapak Dharma - 31/10/2007
Sering Melakukan Kesalahan Yang Sama, ditanyakan oleh Saudari Tina - 10/7/2009
Menerima Tawaran Posisi Yang Menggantikan Teman Sendiri, ditanyakan oleh Ibu Putri - 25/11/2008
Apakah Seorang Anak Harus Menuruti Semua Kemauan Orangtua, ditanyakan oleh Saudari Gisela - 15/1/2009
Bagaimana Menjadi Pribadi Super Yang Penuh Kasih Sayang Tapi Tetap Mendidik, ditanyakan oleh Saudari Sari - 28/4/2009
Mana Yang Lebih Dulu Super Di Karir Atau Keluarga, ditanyakan oleh Ibu Rosalina - 15/10/2009
Bagaimana Saya Harus Memandang Diri Saya, ditanyakan oleh Ibu Intan - 24/7/2008









