Bapak Mario Teguh yang saya hormati,
Dimasa-masa yang sarat akan kemajuan jaman dan perkembangan kehidupan sosial seperti sekarang ini, mungkin yang menjadi kekhawatiran sebagian besar orang tua termasuk saya sendiri; adalah bagaimana mengantisipasi pengaruh negatif-nya bagi anak-anak kita.
Saya contohkan keluarga kami sendiri, ketiga anak kami laki-laki, dan saat ini mereka sudah beranjak dewasa. Sebagaimana kondisi sosial budaya kita telah di-kenal bahwa seorang suami adalah pemimpin rumah tangga - seperti halnya saya sebagai seorang suami yang menjadi nahkoda jalan-nya rumah tangga kami.
Dengan menilik pada ketiga anak kami yang ketiga-tiganya laki-laki, yang nantinya mereka semua akan menjadi kepala rumah tangga seperti saya ? yang menjadi harapan terpenting bagi kami terhadap mereka adalah sudah tentu agar kelak mereka menjadi kepala rumah tangga yang baik dan yang menjadi teladan bagi putra-putrinya.
Saya sendiri merasa belum menjadi ayah yang baik yang dapat diteladani bagi mereka, maka melalui forum SRW ini saya ingin sekali mendapatkan pencerahan dari Bapak Mario, tentang bagaimana agar saya menjadi pemimpin mereka yang baik yang bijaksana, untuk dapat menjadi contoh bagi mereka ?
Atas saran-saran yang akan Bapak berikan saya ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
Bapak Yogi Pramono dari Banten
ditanyakan pada Selasa, 30 Oktober 2007 22:34:04 +0700
Bapak Yogi Pramono yang baik, terima kasih atas pertanyaan Anda yang Super ini.
Mohon disadari bahwa, Anda bisa melihat citra sang orang tua dengan memperhatikan perilaku anak-anak mereka. Karena-nya satu-satunya cara untuk menumbuhkan seorang anak yang baik adalah menjadikannya seorang anak yang berbahagia. Dan satu-satunya cara untuk menjadikannya berbahagia adalah menjadikan diri Anda seorang dewasa yang bersikap baik kepadanya.
Sesungguhnya kita sedang mencari seorang pahlawan bagi diri kita.
Kita membutuhkan seseorang untuk kita hormati.
Anak-anak tanpa pahlawan - sedikit sekali yang akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi dewasa yang bangga dan membanggakan. Mereka membutuhkan seorang dewasa yang bisa mereka kagumi. Mereka membutuhkan seorang kuat, yang bersamanya - mereka merasa terlindungi. Mereka membutuhkan seorang sahabat dewasa yang akan menuntun dan mendorong mereka untuk tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang kuat dan mandiri. Mereka membutuhkan seorang teladan.
Selanjutnya, jadikanlah diri Anda orang tua yang mencontohkan kegembiraan dalam memenangkan kualitas kehidupan yang baik, agar anak-anak kita juga bersemangat menjadikan diri mereka tumbuh dengan tubuh yang sehat, cara pandang yang jernih, dan pemikiran yang cemerlang. Karena bagi seorang anak, tidak ada seorang pahlawan yang lebih agung daripada seorang dewasa yang berlutut me
Begitu dulu ya, Bapak Yogi Pramono. Bila ada hal lain, please kindly inform me.
Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh
Extracted by
Team MTPE
solusi untuk pertanyaan Menjadi Nahkoda Keluarga Yang Di Teladani Anak-anak
pada kolom How Do I Get There
tag: teladan, keluarga, anak, contoh
Pilihan Hati, ditanyakan oleh Bapak Eko - 4/3/2009
Ingin Naik Kelas, ditanyakan oleh Bapak Rudi Irawan - 23/8/2007
Pilihan Karir, ditanyakan oleh Ibu Annisa Dyah Rahmawati - 20/8/2007
Memilih Suatu Pekerjaan, ditanyakan oleh Bapak Mahmudin - 26/9/2008
Pilihan Lanjutan Setelah S M A, ditanyakan oleh Saudara M Noor Kustiyanto - 2/10/2007
Gaji Dulu Atau Pengalaman, ditanyakan oleh Bapak Wibisono - 4/11/2008
Bagaimana Cara Mengetahui Potensi Diri, ditanyakan oleh Saudara Pangondian - 5/1/2009
Berapa Besar Arti Maaf, ditanyakan oleh Ibu Irma Widiastuti - 31/12/2007
Sikap Dan Perilaku Profesional, ditanyakan oleh Bapak Lilik Hadijanto - 25/8/2007
Apakah Keputusan Saya Tepat, ditanyakan oleh Bapak Donny Pujakusuma - 30/4/2008
Bagaimana Caranya Memulai Usaha Dengan Modal Yang Lumayan Besar, ditanyakan oleh Saudara Rendy - 9/4/2009
Bagaimana Menghadapi Atasan Yang Selalu Menyalahkan Anak Buah, ditanyakan oleh Bapak Petrus Remon - 8/9/2008
Cepat Emosi, ditanyakan oleh Bapak Verdy - 7/11/2008
Bagaimana Mengatasi Kendala Dalam Mencari Kerja, ditanyakan oleh Saudara Riki - 7/12/2007
Merasa Belum Pantas, ditanyakan oleh Bapak Iwan Rusmana - 27/8/2008
Bagaimana Agar Hati Saya Tenteram, ditanyakan oleh Bapak Rianto Permadi - 16/11/2007
Bagaimana Caranya Mendapatkan Pekerjaan Dengan Mudah, ditanyakan oleh Saudara Firman Dwi Arifin - 22/8/2007
Apa Yang Salah Pada Kehidupan Saya, ditanyakan oleh Bapak Joko - 25/3/2009
Bagaimana Agar Saya Tidak Disepelekan Oleh Staf Yang Dulu Adalah Atasan Saya, ditanyakan oleh Bapak Tardiyanto - 3/2/2009










