Hallo Pak Mario, super sekali Bapak ini,
Saya ingin selalu bisa berpikiran positif seperti bapak, bagaimana ya pak? apalagi dalam hidup yang penuh cobaan ini. Begini pak, saya sudah berkeluarga dengan satu anak bayi, saya sekarang memiliki rumah dengan status mengontrak, orangtua dan kakak saya pun tinggal dirumah itu. Alhamdulillah suami saya mau menerima kekurangan dari keluarga saya meskipun sebenarnya ia ingin pisah rumah. Kami (saya, suami dan kakak saya) ingin sekali memiliki rumah, kami mencoba proses leasing rumah ke bank tetapi selalu di tolak karena gaji kami kata pihak bank belum mencukupi. lalu kami beralih ke KPR BTN, kami lihat DP rumahnya mahal-mahal sekali. Rata-rata diatas 15 juta ke atas. Kami bingung mau meminjam kemana uang sebesar itu, belum ditambah biaya-biaya administrasi rumah yang lain. Padahal saya rasa, untuk cicilan perbulan (yang murah) saya bisa patungan dengan suami dan kakak saya. Tapi untuk bayar DP itu yang berat bagi kami. Kadang saya rasa kok yang bisa punya rumah itu ya cuma orang-rang kaya saja. Belum lagi hutang dari orangtua saya yang harus saya bayar. Dari sebelum nikah saya sudah bercita-cita ingin membelikan rumah untuk ibu saya, saya selalu berusaha tapi selalu terbentur masalah biaya yang besar.
Bagaimana caranya ya pak biar ibu saya punya rumah, karena kami capek harus mengontrak terus, sedih rasanya kok sudah punya cucu belum punya rumah. Saya ingin sekali mewujudkan cita-cita saya, kadang saya sudah menabung, tetapi ada saja keperluan mendesak dan akhirnya tabungan saya yang tidak banyak itu harus habis.
Terima kasih banyak ya pak atas sarannnya.
Terima Kasih,
Ibu Halimah dari Jakarta Selatan
ditanyakan pada Rabu, 23 Januari 2008 22:41:30 +0700











