Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan.
Saya sangat mengagumi dan selalu mengikuti acara Bapak setiap kamis malam. Seringkali saya coba telpon untuk menanyakan langsung kepada Bapak, akan tetapi sangat susah masuk ke nomor tersebut. Dan saya yakin Bapak dapat membantu memberikan super solusi terbaik bagi permasalahan saya yang akan saya sampaikan pada email saya ini :
Perkenalkan sebelumnya nama saya Jimmy, saya bekerja pada sebuah Perusahaan keluarga di bidang jasa pengiriman barang di Jakarta, saya bekerja di Perusahaan ini sudah 5 tahun dari awal buka sampai sekarang dengan jabatan terakhir yang saya pegang adalah General Manager. Pada awalnya Perusahaan ini dibuka atas dasar coba-coba dan kakak saya mempercayakan satu orang sahabatnya untuk menghandle Perusahaan ini, akan tetapi sahabat kakak saya tersebut menipunya dengan cara menggelapkan uang Perusahaan, karena itu setelah saya lulus kuliah, langsung diperintahkan kakak saya untuk membantu mengembangkan Perusahaan ini. Awalnya saya sangat bingung dengan bisnis ini, karena basic pendidikan saya adalah design grafis,setelah saya coba akhirnya saya dapat menemukan cara mengembangkan Perusahaan ini dan selama 3 tahun pertama saya sangat mencintai pekerjaan saya, tetapi selama 2 tahun terakhir ini saya sangat jenuh dengan pekerjaan ini. Berikut beberapa alasan yang menurut saya membuat semangat saya menjadi turun drastis :
Kakak saya adalah seorang yang sangat baik, sedangkan saya sangat menyukai
ketegasan dan tidak plin plan, serta berani bertanggung jawab akan resiko
segala keputusan yang saya ambil. Sehingga karena masalah ini saya sangat
sering berbeda pendapat dengan kakak saya, khususnya penilaian terhadap hasil kinerja karyawan yang ada. Sebagai contoh ada salah satu karyawan kami sebelum dia masuk kerja di Perusahaan ini, dia mengajukan pinjaman uang terlebih dahulu kepada kakak saya (Kakak saya yang interview langsung orang ini) dan kakak saya menyetujui dengan alasan dilihat orangnya cara kerjanya bagus dan sepertinya bertanggungjawab. Setelah saya tau akan hal ini, saya langsung menolak mentah-mentah, karena menurut saya Perusahaan ini adalah tempat bekerja dan berkreatifitas, bukannya panti sosial, tetapi kakak saya tetap memberikannya. Sehingga membuat orang ini besar kepala dan tidak mendengarkan apa yang saya bilang, karena menurut saya orang ini pintar cari muka depan atasan, sedangkan saya lebih senang orang yang lihat sendiri saya, bukan saya yang menilai. Pada saat ini orang tersebut sudah tidak bekerja di Perusahaan ini, dia mengundurkan diri dengan alasan pindah ke Bandung untuk buka cabang otonom Perusahaan ini.
Akan tetapi saya mendapat kabar bahwa orang ini membuka Perusahaan yang sama di Jakarta dengan merk lain dan mengambil sebagian customer kami. Menurut saya orang ini sudah menipu kakak saya, maka saya beritahukan hal ini kepada kakak saya, tetapi kakak saya menjawab beliau tidak menyalahkan orang tersebut, tetapi menyalahkan saya kenapa customer bisa pindah ke beliau. Mohon tanggapan Pak Mario Teguh mengenai hal ini, saya sangat bingung dengan keadaan ini.
Dari situlah kejenuhan saya berawal Pak dan menurut Bapak apa ada yang salah dengan saya? Atau memang Kakak saya yang salah?
Pak Mario tolong bantu motivasi saya dan :
Bagaimana cara menghadapi orang seperti kakak saya?
Bagaimana cara meyakinkan kakak saya kalau saya akan selalu menjaga Perusahaan dia?
Bagaimana cara menimbulkan kembali perasaan cinta terhadap pekerjaan saya?
Bagaimana cara membuat kaka saya percaya kepada saya?
Karena beliau lebih suka kepada orang yang berkata-kata manis, sedangkan saya tidak.
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terima kasih atas bantuan Bapak. Saya sangat mengharapkan jawaban super dari Bapak.
Hormat saya.
Bapak Jimmy Lesmana dari Jakarta
ditanyakan pada Selasa, 07 Agustus 2007 13:10:57 +0700













