Pak Mario yang terhormat,
saya karyawan sebuah BUMN, tempat saya bekerja sekarang ini sudah mempunyai sistem penilaian kinerja individu untuk menilai pantas tidaknya seseorang mendapatkan promosi.
Tapi pada kenyataannya promosi yang dilakukan di perusahaan lebih dikarenakan kedekatan dengan pimpinan, menjilat pimpinan, koneksi atau keluarga dikantor pusat maupun karena sering meng"entertain" pimpinan.
Sedangkan orang-orang yang berprestasi baik dan selalu menjadi juara dalam setiap program pendidikan yang dilakukan oleh perusahaan belum pernah sekalipun mendapatkan promosi.
Apa yang harus saya lakukan agar dapat tetap memiliki motivasi dalam bekerja ditempat seperti ini?
Terimakasih
Salam Super,
Saudara Dedi Supriyadi
ditanyakan pada Jumat, 24 Agustus 2007 09:00:05 +0700
Saudara Dedi Supriyadi yang baik, terima kasih atas pertanyaan baik Anda.
Pak Dedi yang baik, pikiran Anda adalah jalan untuk menemukan diri Anda sendiri. Pikiran adalah pertukaran kata-kata antara antara diri Anda dan jiwa Anda. Perbincangan itu berkisar antara kenyataan diri Anda sekarang dengan kemungkinan-kemungkinan Anda, di masa yang kedekatannya bergantung pada kualitas dari tindakan-tindakan Anda.
Yang Anda katakan kepada diri Anda sendiri akan menjadi penentu sikap-sikapnya, sehingga sebetulnya Anda sendirilah yang mengajarinya untuk meyakini yang Anda yakini, dan menolak yang Anda tolak. Karena sikap Anda adalah penentu pilihan tindakan Anda, dan tindakan Anda adalah pencetak hasil-hasil Anda.
Coba Anda perhatikan kalimat ini ya Bapak Dedi. Semakin sulit sebuah keadaan, semakin akut tuntutannya terhadap ketegasan kepemimpinan Anda.
Kualitas reaksi orang lain pada Anda ditentukan oleh kesan mereka. Bila kesan itu baik, maka baiklah perlakuan mereka pada Anda. Bila sebaliknya, maka tidak menguntungkanlah perlakuan mereka kepada Anda. Lalu, siapakah yang bisa berhasil dalam perlakuan buruk pada lingkungannya? Maka janganlah pernah mengabaikan kualitas dari kesan orang lain terhadap Anda. Kesan baik mereka sangat berperan bagi keberhasilan Anda.
Yang Anda lihat bukan ditentukan oleh dimana Anda berdiri, tetapi terutama oleh pengertian Anda. Anda tidak akan bisa melihat yang tidak Anda mengerti.
Jadi Pak Dedi yang baik, ambilah peran untuk menyebabkan perbaikan. Sebuah keberadaan adalah tanda akan adanya sebuah rencana. Bila kita ada, Anda dan saya – maka pasti ada sebuah rencana bagi kehidupan kita. Dan bila kita memperhatikan dan berpikiran baik, maka tidak ada tujuan dari rencana-rencana Tuhan – kecuali untuk memuliakan kita.
Demikian dulu ya, Saudara Dedi Supriyadi. Terima kasih atas perhatian baik Anda.
Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh
Extracted by
Team MTPE
Jawaban dari Pak Mario untuk pertanyaan Bagaimana Memelihara Motivasi Dalam Perusahaan Yang Tidak Menghargai Karyawan
pada kolom What Are My Enablers
tag: motivasi, kualitas, keberhasilan







