Pak Mario yang saya hormati,
Beberapa tahun lalu saya menjadi orang yang tidak punya arah dan tujuan hidup yang jelas. Pada suatu ketika tahun 2002 saya sakit akibat depresi setelah banyak kegagalan saya terima. Selama sakit itu seolah Tuhan mencoba memberi tahu masa depan saya dan meminta untuk tidak bersedih. Kemudian disusul mimpi-mimpi masa kecil saya tentang negeri yang indah, makmur, tertib, adil dan bermartabat.
Setelah sembuh (tahun 2003) saya mencoba mencari apa sebenarnya arti mimpi itu dan merumuskan tujuan hidup saya. Kemudian menyusun menjadi cita-cita, lantas merinci dalam bentuk rencana dan mulai menjalani tiap langkah yang saya susun.
Sampai saat ini (2008) rencana itu baru terwujud sekitar 10%, tapi sepertinya saya sudah mulai kehabisan energi karena saya merasa sepertinya mimpi saya tertalu berat dan muluk buat saya yangsaat ini hanya jadi seorang sales.
Benarkah sikap saya untuk menyerah dan lebih realistis menghadapi hidup atau apakah saya harus tetap berjuang untuk mewujudkan small dream saya?
Terima kasih atas sarannya.
Salam,
Suspada S.
Saudara Suspada Siswoputro dari Jakarta
ditanyakan pada Kamis, 13 November 2008 13:36:20 +0700








