Salam Super Pak Mario,
Saya sudah menikah sejak 3 tahun yang lalu, tapi sampai saat ini saya sepertinya belum bisa menaklukkan kerasnya hati suami saya. Maksudnya, saya hanya ingin dimengerti sebagai seorang istri tentang semua keinginan dan tugas saya. Saya dan suami saya bekerja dalam 1 instansi yang sama. Masalahnya bermula ketika kami mamiliki seorang anak. Suami saya ingin saya berhenti bekerja dan fokus pada urusan rumah tangga, namun sampai saat ini saya masih bertahan dan masih tetap bekerja. sehingga setiap ada masalah yang timbul dalam rumah tangga saya yang sering disalahkan. Padahal saya hanya ingin mengasah ilmu yang pernah saya dapatkan sewaktu saya kuliah dulu. Kadang saya berfikir untuk lebih memilih pekerjaan dan meninggalkan suami saya, tapi saya kasihan dengan anak saya. Pak Mario, apa yang harus saya lakukan? Bagaimana saya mempertahankan keduanya? Saya menyayangi suami dan anak saya, tapi saya juga tidak mau kehilangan karir saya.Mohon saran-nya Pak Mario.
Terima kasih dan Salam Super
Ibu Riyanti dari Makassar
ditanyakan pada Minggu, 22 Februari 2009 12:27:35 +0700
Saya sudah menikah sejak 3 tahun yang lalu, tapi sampai saat ini saya sepertinya belum bisa menaklukkan kerasnya hati suami saya. Maksudnya, saya hanya ingin dimengerti sebagai seorang istri tentang semua keinginan dan tugas saya. Saya dan suami saya bekerja dalam 1 instansi yang sama. Masalahnya bermula ketika kami mamiliki seorang anak. Suami saya ingin saya berhenti bekerja dan fokus pada urusan rumah tangga, namun sampai saat ini saya masih bertahan dan masih tetap bekerja. sehingga setiap ada masalah yang timbul dalam rumah tangga saya yang sering disalahkan. Padahal saya hanya ingin mengasah ilmu yang pernah saya dapatkan sewaktu saya kuliah dulu. Kadang saya berfikir untuk lebih memilih pekerjaan dan meninggalkan suami saya, tapi saya kasihan dengan anak saya. Pak Mario, apa yang harus saya lakukan? Bagaimana saya mempertahankan keduanya? Saya menyayangi suami dan anak saya, tapi saya juga tidak mau kehilangan karir saya.Mohon saran-nya Pak Mario.
Terima kasih dan Salam Super
Ibu Riyanti dari Makassar
ditanyakan pada Minggu, 22 Februari 2009 12:27:35 +0700
Temukan Jawaban atas Permasalahan Anda di kolom What Do I Really Want
Jawaban lain dari Pak Mario yang terkait dengan pertanyaan:
Bagaimana Cara Menghadapi Suami Yang Tidak Bekerja, ditanyakan oleh Ibu Dian - 10/2/2009
Bagaimana Cara Mengetahui Potensi Diri, ditanyakan oleh Saudara Pangondian - 5/1/2009
Menghilangkan Perasaan Bersalah Yang Berkepanjangan, ditanyakan oleh Saudara Andra - 4/5/2009
Bagaimana Cara Membantu Kekasih Agar Dapat Bersikap Jujur Dan Baik, ditanyakan oleh Saudari Shinta Anggraini - 27/11/2009
Bagaimana Bersikap Baik Terhadap Mertua, ditanyakan oleh Ibu Sri Wahyuni - 14/4/2009
Bagaimana Kita Bersikap Terhadap Suami Yang Memiliki Wanita Idaman Lain, ditanyakan oleh Saudari Maia - 14/4/2009
Kerja Yang Berpindah-pindah Perusahaan, ditanyakan oleh Bapak Ardy Wiranata - 31/3/2009
Bagaimana Cara Untuk Membangkitkan Semangat Kerja, ditanyakan oleh Saudari Ade - 9/2/2009
Bagaimana Penyelesaian Tugas Akhir Dengan Baik, ditanyakan oleh Saudara Agung Hariyanto - 22/4/2009
Bagaimana Menikmati Pekerjaan Di Lingkungan Yang Kurang Positif, ditanyakan oleh Ibu Ari - 14/4/2009
Masalah Rumah Tangga, ditanyakan oleh Ibu Sri Rezeki - 14/4/2009
Kemantapan Hati, ditanyakan oleh Ibu Wina - 31/3/2009
Menyesali Keputusan Di Masa Lalu, ditanyakan oleh Ibu Dandida - 28/4/2009
Berkompromi Dengan Keinginan Suami, ditanyakan oleh Ibu Nur Adinda - 22/4/2009
Bagaimana Caranya Beradaptasi Dengan Baik, ditanyakan oleh Saudara Edwin - 18/4/2009
Memulai Usaha Sampingan, ditanyakan oleh Bapak Ralim - 30/3/2009
Bagaimana Menghadapi Suami Yang Egois, ditanyakan oleh Saudari Patra Eve - 17/4/2009
Krisis Percaya Diri, ditanyakan oleh Saudari Jamilah - 12/4/2009
Suamiku Sayang, Suamiku Patung, ditanyakan oleh Ibu Trysa - 11/4/2009
Ingin Berganti Bidang Pekerjaan, ditanyakan oleh Saudari Ayu - 28/4/2009











