Salam Super Bapak Mario.
Saya seorang mahasiswa yang sangat percaya bahwa PROSES adalah SEGALANYA bila dibandingkan dengan HASIL.
Hal tersebut juga saya TERAPKAN pada berbagai hal dalam kehidupan saya, termasuk urusan hubungan dengan lawan jenis. Saya pernah memiliki seorang kekasih yang kini ia telah memiliki kekasih lain namun kami masih cukup intens berhubungan.
Ia pun mengakui masih mencintai saya. Tetapi ia tidak kuasa memutuskan kekasihnya karena sudah terlampau dekat dengan keluarga kekasihnya.
Ia merasa tidak enak hati. Hal tersebut tidak serta merta membuat saya menyerah untuk tetap menjaga hatinya untuk saya.
Saya pikir, inilah prosesnya. Namun yang kini saya bingungkan adalah sampai kapankah kita melakukan PROSES tersebut?
Adakah yang sebaiknya dijadikan patokan kapan harus mengakhiri PERJUANGAN? Karena saya sulit mengakhiri perjuangan yang belum pasti jawabannya.
Terima Kasih banyak, Bapak Mario.
Salam super.
Ibu Anita dari Depok
ditanyakan pada Jumat, 05 September 2008 15:10:44 +0700











