Salam Super Pak Mario,
Saya baru lulus kuliah dari salah satu universitas swasta di Jakarta, dan memiliki tunangan yang diberi kepercayaan oleh perusahaannya sehingga sekarang ditempatkan di Pekanbaru mulai awal bulan ini sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Sebenarnya sulit bagi saya untuk menjalani hubungan jarak jauh. Bukan karena masalah kepercayaan saya terhadap pasangan saya, tetapi kebersamaan yang tiba-tiba hilang sangat menyakitkan saya (karena dari awal kami pacaran 6 tahun yang lalu, kami terbiasa bersama dalam melakukan dan menjalani apapun).
Saya berusaha bersyukur bahwa kepergiannya hanya sementara bukan untuk selamanya dan pasangan saya pun selalu menghibur saya bahwa apa yang dia jalani ini adalah untuk masa depan kami walau saya tahu dia pun sebenarnya juga sulit menjalani ini, tapi tetap saya seperti belum bisa menerima keadaan ini, ibaratnya saya merasa kesepian di tengah banyak orang.
Pertanyaan saya:
Bagaimana caranya saya bisa menerima ini semua dengan ikhlas dan menjalani hari dengan bersemangat tanpa merasa kesepian yang berlebihan?
Bagaimana caranya pula saya bisa terus memotivasi pasangan saya walau hati saya bersedih karena pasangan saya sangat butuh support saya?
Saya mohon saran dari Bapak, karena kata-kata Pak Mario sangat ampuh membuat hati saya tenang.
Terima kasih dan Salam Super
Saudari Vina dari Jakarta
ditanyakan pada Kamis, 04 Desember 2008 07:26:57 +0700
Saya baru lulus kuliah dari salah satu universitas swasta di Jakarta, dan memiliki tunangan yang diberi kepercayaan oleh perusahaannya sehingga sekarang ditempatkan di Pekanbaru mulai awal bulan ini sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Sebenarnya sulit bagi saya untuk menjalani hubungan jarak jauh. Bukan karena masalah kepercayaan saya terhadap pasangan saya, tetapi kebersamaan yang tiba-tiba hilang sangat menyakitkan saya (karena dari awal kami pacaran 6 tahun yang lalu, kami terbiasa bersama dalam melakukan dan menjalani apapun).
Saya berusaha bersyukur bahwa kepergiannya hanya sementara bukan untuk selamanya dan pasangan saya pun selalu menghibur saya bahwa apa yang dia jalani ini adalah untuk masa depan kami walau saya tahu dia pun sebenarnya juga sulit menjalani ini, tapi tetap saya seperti belum bisa menerima keadaan ini, ibaratnya saya merasa kesepian di tengah banyak orang.
Pertanyaan saya:
Bagaimana caranya saya bisa menerima ini semua dengan ikhlas dan menjalani hari dengan bersemangat tanpa merasa kesepian yang berlebihan?
Bagaimana caranya pula saya bisa terus memotivasi pasangan saya walau hati saya bersedih karena pasangan saya sangat butuh support saya?
Saya mohon saran dari Bapak, karena kata-kata Pak Mario sangat ampuh membuat hati saya tenang.
Terima kasih dan Salam Super
Saudari Vina dari Jakarta
ditanyakan pada Kamis, 04 Desember 2008 07:26:57 +0700
Temukan Jawaban atas Permasalahan Anda di kolom What Will Stop Me
Jawaban lain dari Pak Mario yang terkait dengan pertanyaan:
Yang Menghentikan Saya Saat Saya Ingin Sukses, ditanyakan oleh Bapak Sulistyanto - 31/10/2009
Mengembalikan Kepercayaan Pada Seseorang, ditanyakan oleh Saudara Puspita - 10/7/2009
Bagaimana Menghilangkan Ketakutan Pada Diri Sendiri, ditanyakan oleh Saudari Azzahra - 27/7/2009
Meminjamkan Uang Yang Bukan Haknya, ditanyakan oleh Saudara Kaka - 2/8/2009
Saya Suka Meremehkan, ditanyakan oleh Saudara Dodit - 5/8/2009
Ikhlas Menerima Perlakuan Mantan Tunangan, ditanyakan oleh Saudari Imelda - 9/8/2009
Menjadi Pribadi Yang Percaya Diri Dan Tidak Pemalu, ditanyakan oleh Saudara Anton - 6/8/2009
Hobi Yang Terlalu, ditanyakan oleh Bapak Dudung Jumadi - 31/7/2009
Kenalkah Mereka Pada Tuhan, ditanyakan oleh Saudara Erik - 5/8/2009
Tidak Disapa Teman Akrab, ditanyakan oleh Saudari Sella - 13/8/2009
Mengenal Dan Mengatasi Kelemahan Diri, ditanyakan oleh Saudara Uti - 30/7/2009
Bagaimanakah Caranya Mengatasi Sikap Pesimis, ditanyakan oleh Saudara Celso A. Dos Santos - 29/7/2009
Kenapa Harus Ada Aturan, ditanyakan oleh Saudara Adnan - 5/8/2009
Menjadi Pemimpin Dalam Rumah Tangga, ditanyakan oleh Bapak Mychael - 7/8/2009
Cara Ikhlas Menjadi Orang Baik, ditanyakan oleh Saudara Budi - 26/10/2009
Mengatasi Krisis Financial, ditanyakan oleh Bapak Munifan - 28/7/2009
Memulai Bisnis Baru, ditanyakan oleh Saudara Zul Rahman - 27/7/2009
Bagaimana Supaya Tidak Malas, ditanyakan oleh Saudara Julius S - 27/7/2009
Menghadapi Sebuah Hambatan Dengan Cepat, ditanyakan oleh Saudara Arif - 26/7/2009
Kembali Bersemangat Untuk Menatap Hidup, ditanyakan oleh Saudari Tya - 26/7/2009













