Bapak Mario Teguh yang saya hormati.
Saat ini saya sedang bingung bagaimana menghadapi (Ibu Kepala) atasan saya yang mungkin bisa dikatakn sangat otoriter.
Beliau mempunyai watak yang keras, tidak mudah tersenyum, Tidak mau mengakui kekurangan/kesalahannya, ketika dalam rapat dia selalu menguasai (selalu dia yang memutuskan) sulit menerima masukan/koreksi dari bawahan, dan apabila bawahannya melakukan kesalahan dia selalu mendiamkan(selalu bermuka masam) sampai ber hari2 dan tidak mau bertegur sapa.
Sekian pertanyaan dari saya, Terima kasih atas kesempatan yang diberikan
Bapak Zein dari Jogjakarta
ditanyakan pada Selasa, 11 November 2008 07:51:38 +0700
Mario Teguh menjawab:
Bapak Zein yang baik, terima kasih atas pertanyaan baik Anda.
Buatlah diri Anda mudah diterima. Syarat utama dari diterimanya sebuah ide, adalah diterima-nya orang yang menyampaikan ide itu. Kemudian tunjukkan perhatian tulus. Orang tidak akan menunjukkan kepeduliaan kepada Anda, sampai mereka melihat berapa peduli-nya Anda kepada mereka. Selanjutnya, bangunlah kemampuan untuk disetujui oleh orang lain.
Kemudian, segera, jadikanlah diri Anda – pribadi yang berbeda, yang baru; karena … hanya dengannya, Anda berhak untuk hidup dalam kualitas yang baru.
Ambillah peran kepemimpinan yang lebih menjemput. Sebuah rencana mengharuskan adanya seorang pemimpin. Bila seseorang tidak menjadikan dirinya sendiri sebagai pemimpin dalam karirnya, maka dia harus menerima orang lain sebagai penentu kualitas karirnya.
Kemudian, ambillah peran yang lebih menjemput. Bila mereka tidak memberikan yang Anda inginkan – mintalah. Bila mereka tidak melihat Anda – angkatlah tangan dan suara Anda. Bila mereka mensyaratkan sesuatu – penuhilah syarat itu. Dan bila mereka mendahulukan kesempatan termudah bagi orang lain – jadilah lebih dahulu menghasilkan dalam batasan-batasan Anda.
Itu sebabnya, pastikanlah bahwa yang Anda kerjakan menghasilkan dampak yang bernilai bagi orang lain. Lalu, bila mereka tetap tidak menghargai Anda – yakinlah bahwa akan selalu ada tempat lain yang akan menghargai Anda dengan lebih jujur.
Begitu dulu ya, Bapak Zein. Senang dapat melayani Anda.
Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh
Extracted by
Team MTPE
Jawaban dari Pak Mario untuk pertanyaan Bagaimana Bersikap Yang Baik Terhadap Atasan Yang Otoriter
pada kolom Who Am I
tag: atasan, otoriter, bingung, watak, keras, tegur sapa
Bapak Zein yang baik, terima kasih atas pertanyaan baik Anda.
Buatlah diri Anda mudah diterima. Syarat utama dari diterimanya sebuah ide, adalah diterima-nya orang yang menyampaikan ide itu. Kemudian tunjukkan perhatian tulus. Orang tidak akan menunjukkan kepeduliaan kepada Anda, sampai mereka melihat berapa peduli-nya Anda kepada mereka. Selanjutnya, bangunlah kemampuan untuk disetujui oleh orang lain.
Kemudian, segera, jadikanlah diri Anda – pribadi yang berbeda, yang baru; karena … hanya dengannya, Anda berhak untuk hidup dalam kualitas yang baru.
Ambillah peran kepemimpinan yang lebih menjemput. Sebuah rencana mengharuskan adanya seorang pemimpin. Bila seseorang tidak menjadikan dirinya sendiri sebagai pemimpin dalam karirnya, maka dia harus menerima orang lain sebagai penentu kualitas karirnya.
Kemudian, ambillah peran yang lebih menjemput. Bila mereka tidak memberikan yang Anda inginkan – mintalah. Bila mereka tidak melihat Anda – angkatlah tangan dan suara Anda. Bila mereka mensyaratkan sesuatu – penuhilah syarat itu. Dan bila mereka mendahulukan kesempatan termudah bagi orang lain – jadilah lebih dahulu menghasilkan dalam batasan-batasan Anda.
Itu sebabnya, pastikanlah bahwa yang Anda kerjakan menghasilkan dampak yang bernilai bagi orang lain. Lalu, bila mereka tetap tidak menghargai Anda – yakinlah bahwa akan selalu ada tempat lain yang akan menghargai Anda dengan lebih jujur.
Begitu dulu ya, Bapak Zein. Senang dapat melayani Anda.
Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh
Extracted by
Team MTPE
Jawaban dari Pak Mario untuk pertanyaan Bagaimana Bersikap Yang Baik Terhadap Atasan Yang Otoriter
pada kolom Who Am I
tag: atasan, otoriter, bingung, watak, keras, tegur sapa
Temukan Jawaban atas Permasalahan Anda di kolom Who Am I
Jawaban lain dari Pak Mario yang terkait dengan pertanyaan:
Melupakan Orang Yang Sangat Dicintai, ditanyakan oleh Ibu Rina - 13/1/2009
Bagaimana Menjadi Pemimpin Yang Baik, ditanyakan oleh Ibu Deciana Um K - 24/8/2007
Tepatkan Tindakan Saya Untuk Memenangkan Orang Lain, ditanyakan oleh Ibu Dewi Sari - 7/9/2008
Cara Menyikapi Suami Yang Kurang Perhatian, ditanyakan oleh Saudari Nindhya - 23/3/2009
Bagaimana Caranya Agar Hidup Saya Menjadi Fokus, ditanyakan oleh Bapak Prapto - 1/4/2009
Minta Bimbingan Dari Pak Mario, ditanyakan oleh Bapak Se Mung - 15/7/2007
Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Memulai, ditanyakan oleh Ibu Agnes Hendarwati - 24/8/2007
Apa Pekerjaan Yang Cocok Bagi Saya, ditanyakan oleh Bapak Hadi - 20/9/2007
Marketing Success, ditanyakan oleh Bapak Arief Wibowo - 16/12/2007
Konsep Kebahagian, ditanyakan oleh Bapak Erwan - 6/1/2009
Butuh Perhatian Orang Tua, ditanyakan oleh Saudara Angga - 10/6/2009
Tentang Cap Seseorang, ditanyakan oleh Saudari Anna Oktavianti - 28/11/2007
Pekerjaan Yang Cocok, ditanyakan oleh Bapak Tomi Prasetiyo - 2/2/2008
Apakah Yang Saya Lakukan Sudah Benar Atau Salah, ditanyakan oleh Ibu Tata - 15/10/2008
Masalah Cinta, ditanyakan oleh Saudara Lutfi Santosa - 6/7/2008
Bagaimana Menyesuaikan Diri Dengan Sistem Rotasi Karyawan, ditanyakan oleh Bapak Albam - 23/4/2009
Memelihara Motivasi, ditanyakan oleh Saudara Reza - 29/2/2008
Bagaimana Menyikapi Keinginan Untuk Pindah Bidang Pekerjaan, ditanyakan oleh Bapak Indra Winarta - 4/2/2009
Hidupku Dalam Kebimbangan Di Antara Dua Pilihan Hidup, ditanyakan oleh Saudara Wawan - 11/3/2009
Kehilangan Sosok Ayah..., ditanyakan oleh Saudara Fariz - 9/12/2008












