Melalui proses seleksi dan uji kepatutan saya dipercaya untuk memimpin unit pengembangan sumber daya manusia pada sebuah perusahaan milik negara. Pada triwulan pertama saya segera mengenali berbagai kelemahan dan rendahnya kinerja beberapa staf senior, beberapa posisi kunci yang tidak didukung dengan kompetensi staf yang sesuai, banyak staf yang dipekerjakan melalui rekrutmen yang kolutif.
Berlandaskan pengenalan dan identifikasi yang cepat, saya mengusulkan dan mendesak dilakukan perubahan yang cukup menyeluruh. Saya memang menghadapi kritik dari pimpinan lainnya karena mendesakkan mutasi, bahkan degradasi beberapa staf yang tidak kompeten.
Pada triwulan kedua saya mulai menghadapi serangan yang serius, dimulai dari unit saya sendiri. Rencana aksi perbaikan suasana kerja, termasuk ajakan untuk setiap personil bertanggung jawab kebersihan area tertentu, dsbnya; ternyata mendapat tentangan, yang terkadang sudah tidak baik-baik lagi cara-caranya.
Pak Mario, meskipun awalnya saya mengabaikan semua protes dan kritik, tetapi dengan derasnya "perlawanan" dan juga "serangan-serangan" itu membuat saya frustasi juga. Nyaris separuh waktu kerja saya mencermati dengan geram berbagai lontaran kritik melalui SMS, e-mail, coretan-coretan di kantin dan kamar peturasan, bahkan telpon gelap yang ikut menteror keluarga saya..
Terima kasih atas nasihat Bapak,
Bapak Purnomo Sumantri dari Jakarta
ditanyakan pada Minggu, 01 Juli 2007 21:42:43 +0700











