who am i

Dear Pak Mario,

Saya adalah seorang pelaku bisnis di dunia asuransi kerugian. Saya sudah menjalani bisnis ini selama 3 tahun atau sejak 2003. Saya memulai bisnis ini dari ketika saya belum memiliki apa-apa, namun saat ini saya telah memiliki rumah, mobil, dan yang paling indah adalah istri dan 2 orang anak.

Tapi saya tidak ingin merasa cukup dengan hal itu, karena PR saya masih sangatlah banyak. Pada perkembangan setiap bulan saya bisa menghasilkan rata-rata komisi 10 Juta/bulan.

Yang menjadi pertanyaan adalah saya belum bisa me-manage keuangan saya sedemikian rupa (boros), hutang yang masih banyak. Dengan kondisi seperti itu, apakah saya bisa menjadi orang yang sukses?

Bagaimana mengatasi masalah tersebut? Cita-cita saya adalah saya ingin sekali membuat perusahaan semacam broker asuransi. Saya yakin dalam 3-4 tahun kedepan cita-cita saya akan saya wujudkan. Saya sangat takut sekali jika pada usia saya 35 saya masih memiliki beban yang sangat berat.

Mohon petunjuk Bapak. Terima kasih


Bapak Novan Rizany dari Tangerang
ditanyakan pada Minggu, 13 Januari 2008 20:56:14 +0700


Mario Teguh menjawab:


Bapak Novan Rizany yang baik,

Hasil yang kita capai sekarang adalah akibat dari sebab-sebab yang kita ciptakan, dan terutama adalah akibat dari sebab-sebab yang tidak kita ciptakan. Apakah sebab yang telah Anda ciptakan, untuk membuat Anda pantas mendapatkan akibat yang Anda inginkan?

Mohon Bapak perhatikan, bahwa banyak orang mengharapkan akibat yang baik, tanpa membangun sebab yang baik. Padahal, sebuah kualitas tidak bisa terlepas dari kualitas

sebelumnya. Maka, karena kualitas sebuah akibat tidak bisa lepas dari kualitas sebabnya, hendaknya Pak Novan bisa menyebabkan yang baik, agar Bapak berhak atas akibat yang baik pula.

Pak Novan yang baik,

Uang memang bukan segala sesuatu, tetapi itu tidak membuatnya tidak penting.

Dia yang menyepelekan nilai uang, akan menjadi orang yang sepele. Orang yang memuja uang, akan tetap menampilkan kualitas budak pada saat dia menjadi kaya. Tetapi Pak Novan, kita yang mempunyai hormat yang sehat kepada uang, akan membangun kelengkapan hidup yang baik, dan tidak terjebak untuk berselera rendah karena me-raja-kan uang.


Begitu dulu ya, Bapak Novan Rizany. Please absorb and apply.

Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh


Extracted by
Team MTPE


Jawaban dari Pak Mario untuk pertanyaan Manajemen Keuangan
pada kolom Who Am I
tag: keuangan, uang, kualitas, mengatur, manajemen

Temukan Jawaban atas Permasalahan Anda di kolom Who Am I

mencari jawaban atas permasalahan Anda pada lebih dari 818 jawaban yang disediakan di kolom Who Am I

Jawaban lain dari Pak Mario yang terkait dengan pertanyaan: Manajemen Keuangan
Management Kesalahan, ditanyakan oleh Bapak Diki Surya Abdillah - 7/9/2008
Pilihan Untuk Masa Depan Saat Kuliah, ditanyakan oleh Saudari Elianti Lee - 10/8/2007
Memiliki Banyak Teman, ditanyakan oleh Saudari Sally - 6/12/2007
Adakah Peluang Untuk Mantan Kriminal, ditanyakan oleh Bapak Yudi Priono - 1/7/2007
Seriuskah Dia Dengan Saya, ditanyakan oleh Saudari Lia - 24/11/2008
Bagaimana Memelihara Motivasi Dalam Perusahaan Yang Tidak Menghargai Karyawan, ditanyakan oleh Saudara Dedi Supriyadi - 24/8/2007
Kuliah Dan Pekerjaan Untuk Mewujudkan Cita-cita, ditanyakan oleh Bapak Yaya Sunarya - 16/12/2007
Menghormat Dengan Santun, ditanyakan oleh Bapak Riwantoko - 25/8/2007
Antara Keinginan Dan Realitas, ditanyakan oleh Saudara Hadi - 14/1/2009
Bagaimana Mempersiapkan Hubungan Ke Jenjang Pernikahan, ditanyakan oleh Saudara Febri - 15/12/2008
Bagaimana Bersikap Yang Baik Terhadap Atasan Yang Otoriter, ditanyakan oleh Bapak Zein - 11/11/2008
Skala Prioritas, ditanyakan oleh Bapak Andrew - 29/2/2008
Bagaimana Memulai Sesuatu Bisnis, ditanyakan oleh Saudara Taryudi - 25/8/2007
Bagaimana Membangkitkan Semangat Dan Percaya Diri, ditanyakan oleh Ibu Elderisa - 28/1/2009
Bagaimana Mengubah Mentalitas Kantor, ditanyakan oleh Bapak Endang Sulaiman - 9/4/2008
Beberapa Kali Gagal Dalam Usaha, Menjadi Kurang Percaya Diri, ditanyakan oleh Bapak Denny - 23/4/2009
Ketika Kita Selalu Di Balik Layar, ditanyakan oleh Ibu Tini - 1/9/2008
Kesalahan Dalam Proses Menuju Cita-cita, ditanyakan oleh Bapak Tubagus - 27/4/2007