Salam Super Pak Mario,
Saya rajin mengikuti acara Bapak di TV dan terima kasih karena Bapak telah banyak memotivasi saya dan suami. Senang sekali saya dapat langsung berkonsultasi dengan Bapak. Semoga saran Bapak dapat mencerahkan saya yang sedang bingung.
Setelah lulus SMA saya langsung bekerja sampai saya menikah dan mempunyai anak. Bahkan sekarang ini pun saya masih bekerja sedangkan usia saya sudah di atas 40 tahun. Suami saya seorang wiraswasta yang baru 3 tahun yang lalu memulai usahanya sedangkan umur suami sudah mendekati 50 tahun. Selain menanggung biaya hidup kami sekeluarga, suami juga menanggung biaya hidup Ibu dan adiknya ( perempuan ) yang belum menikah dan tidak bekerja lagi. Kami mempunyai anak 1 orang yang tahun depan akan masuk SMP.
Sejak saya menikah saya yang membiayai semua kebutuhan rumah tangga saya, suami hanya membayar cicilan rumah saja. Dan beberapa bulan yang lalu saya sempat berhenti bekerja karena kondisi perusahaan yang tidak memungkinkan, dan saya kembali bekerja dengan salary hanya setengahnya dari salary di perusahaan sebelumnya. Saya terpaksa bekerja karena saya ingin meringankan beban suami saya. Sedangkan sebenarnya saya sudah tidak ingin lagi bekerja tetapi saya ingin mencoba memulai usaha di rumah.
Saya bingung, apa yang harus saya lakukan, jika mencoba memulai usaha harus ada modal dan hasilnya nanti belum tentu seperti yang saya bayangkan.
Mohon saran dari Bapak.
Terima kasih dan Salam Super
Ibu Lili dari Tangerang
ditanyakan pada Senin, 24 November 2008 12:48:05 +0700
Saya rajin mengikuti acara Bapak di TV dan terima kasih karena Bapak telah banyak memotivasi saya dan suami. Senang sekali saya dapat langsung berkonsultasi dengan Bapak. Semoga saran Bapak dapat mencerahkan saya yang sedang bingung.
Setelah lulus SMA saya langsung bekerja sampai saya menikah dan mempunyai anak. Bahkan sekarang ini pun saya masih bekerja sedangkan usia saya sudah di atas 40 tahun. Suami saya seorang wiraswasta yang baru 3 tahun yang lalu memulai usahanya sedangkan umur suami sudah mendekati 50 tahun. Selain menanggung biaya hidup kami sekeluarga, suami juga menanggung biaya hidup Ibu dan adiknya ( perempuan ) yang belum menikah dan tidak bekerja lagi. Kami mempunyai anak 1 orang yang tahun depan akan masuk SMP.
Sejak saya menikah saya yang membiayai semua kebutuhan rumah tangga saya, suami hanya membayar cicilan rumah saja. Dan beberapa bulan yang lalu saya sempat berhenti bekerja karena kondisi perusahaan yang tidak memungkinkan, dan saya kembali bekerja dengan salary hanya setengahnya dari salary di perusahaan sebelumnya. Saya terpaksa bekerja karena saya ingin meringankan beban suami saya. Sedangkan sebenarnya saya sudah tidak ingin lagi bekerja tetapi saya ingin mencoba memulai usaha di rumah.
Saya bingung, apa yang harus saya lakukan, jika mencoba memulai usaha harus ada modal dan hasilnya nanti belum tentu seperti yang saya bayangkan.
Mohon saran dari Bapak.
Terima kasih dan Salam Super
Ibu Lili dari Tangerang
ditanyakan pada Senin, 24 November 2008 12:48:05 +0700
Temukan Jawaban atas Permasalahan Anda di kolom What Do I Really Want
Jawaban lain dari Pak Mario yang terkait dengan pertanyaan:
Bagaimana Cara Menghadapi Suami Yang Tidak Bekerja, ditanyakan oleh Ibu Dian - 10/2/2009
Bagaimana Cara Mengetahui Potensi Diri, ditanyakan oleh Saudara Pangondian - 5/1/2009
Menghilangkan Perasaan Bersalah Yang Berkepanjangan, ditanyakan oleh Saudara Andra - 4/5/2009
Bagaimana Cara Membantu Kekasih Agar Dapat Bersikap Jujur Dan Baik, ditanyakan oleh Saudari Shinta Anggraini - 27/11/2009
Bagaimana Bersikap Baik Terhadap Mertua, ditanyakan oleh Ibu Sri Wahyuni - 14/4/2009
Bagaimana Kita Bersikap Terhadap Suami Yang Memiliki Wanita Idaman Lain, ditanyakan oleh Saudari Maia - 14/4/2009
Kerja Yang Berpindah-pindah Perusahaan, ditanyakan oleh Bapak Ardy Wiranata - 31/3/2009
Bagaimana Cara Untuk Membangkitkan Semangat Kerja, ditanyakan oleh Saudari Ade - 9/2/2009
Bagaimana Penyelesaian Tugas Akhir Dengan Baik, ditanyakan oleh Saudara Agung Hariyanto - 22/4/2009
Bagaimana Menikmati Pekerjaan Di Lingkungan Yang Kurang Positif, ditanyakan oleh Ibu Ari - 14/4/2009
Masalah Rumah Tangga, ditanyakan oleh Ibu Sri Rezeki - 14/4/2009
Kemantapan Hati, ditanyakan oleh Ibu Wina - 31/3/2009
Menyesali Keputusan Di Masa Lalu, ditanyakan oleh Ibu Dandida - 28/4/2009
Berkompromi Dengan Keinginan Suami, ditanyakan oleh Ibu Nur Adinda - 22/4/2009
Bagaimana Caranya Beradaptasi Dengan Baik, ditanyakan oleh Saudara Edwin - 18/4/2009
Memulai Usaha Sampingan, ditanyakan oleh Bapak Ralim - 30/3/2009
Bagaimana Menghadapi Suami Yang Egois, ditanyakan oleh Saudari Patra Eve - 17/4/2009
Krisis Percaya Diri, ditanyakan oleh Saudari Jamilah - 12/4/2009
Suamiku Sayang, Suamiku Patung, ditanyakan oleh Ibu Trysa - 11/4/2009
Ingin Berganti Bidang Pekerjaan, ditanyakan oleh Saudari Ayu - 28/4/2009








