Salam Super Pak Mario,
Saya Via, mahasiswi berumur 24 tahun.
Saya mempunyai sahabat karib, perempuan umur dia 25 tahun. Dia sudah 4 tahun mempunyai hubungan dengan laki-laki. Tapi singkatnya mereka sudah melakukan hubungan yang dilarang agama. Memang tidak menghasilkan anak tapi si laki-laki berjanji akan bertanggungjawab, tapi kenyataannya laki-laki itu pergi meninggalkan teman saya. Teman saya stress berat Pak. Saya sebagai teman bingung mau kasih solusi apa. Teman saya mendatangi keluarganya si laki-laki, tapi tanggapan keluarganya hanya biasa-biasa saja, mereka bilang tidak bisa membantu karena itu keputusan si laki-laki dan tidak mau mencampuri. Teman saya semakin stres melihat keadaan itu. Teman saya menyadari perbuatannya itu memang kesalahan dia juga. Tapi semua itu dia lakukan atas dasar komitmen dan janji tanggungjawab dari si laki-laki.
Menurut Bapak apakah teman saya salah telah mendatangi keluarga si laki-laki? Menurut Bapak apakah salah jika teman saya terus mendesak si laki-laki agar dia mau bertanggung jawab? Dan apakah sebagai keluarga mereka justru tidak bisa mencampuri atau membantu teman saya atau menasehati si laki-laki padahal mereka sudah dekat selama 4 tahun? Saya mohon solusi dari Bapak untuk teman saya agar dia tidak dilanda lagi stress yang sangat berat.
Terima kasih dan Salam Super
Saudari Via dari Serang
ditanyakan pada Jumat, 16 Januari 2009 10:55:12 +0700
Saya Via, mahasiswi berumur 24 tahun.
Saya mempunyai sahabat karib, perempuan umur dia 25 tahun. Dia sudah 4 tahun mempunyai hubungan dengan laki-laki. Tapi singkatnya mereka sudah melakukan hubungan yang dilarang agama. Memang tidak menghasilkan anak tapi si laki-laki berjanji akan bertanggungjawab, tapi kenyataannya laki-laki itu pergi meninggalkan teman saya. Teman saya stress berat Pak. Saya sebagai teman bingung mau kasih solusi apa. Teman saya mendatangi keluarganya si laki-laki, tapi tanggapan keluarganya hanya biasa-biasa saja, mereka bilang tidak bisa membantu karena itu keputusan si laki-laki dan tidak mau mencampuri. Teman saya semakin stres melihat keadaan itu. Teman saya menyadari perbuatannya itu memang kesalahan dia juga. Tapi semua itu dia lakukan atas dasar komitmen dan janji tanggungjawab dari si laki-laki.
Menurut Bapak apakah teman saya salah telah mendatangi keluarga si laki-laki? Menurut Bapak apakah salah jika teman saya terus mendesak si laki-laki agar dia mau bertanggung jawab? Dan apakah sebagai keluarga mereka justru tidak bisa mencampuri atau membantu teman saya atau menasehati si laki-laki padahal mereka sudah dekat selama 4 tahun? Saya mohon solusi dari Bapak untuk teman saya agar dia tidak dilanda lagi stress yang sangat berat.
Terima kasih dan Salam Super
Saudari Via dari Serang
ditanyakan pada Jumat, 16 Januari 2009 10:55:12 +0700
Temukan Solusi atas Problem Anda di kolom What Do I Really Want
Solusi lain yang terkait dengan pertanyaan:
Bagaimana Cara Menghadapi Suami Yang Tidak Bekerja, ditanyakan oleh Ibu Dian - 10/2/2009

Bagaimana Cara Mengetahui Potensi Diri, ditanyakan oleh Saudara Pangondian - 5/1/2009

Menghilangkan Perasaan Bersalah Yang Berkepanjangan, ditanyakan oleh Saudara Andra - 4/5/2009

Bagaimana Cara Membantu Kekasih Agar Dapat Bersikap Jujur Dan Baik, ditanyakan oleh Saudari Shinta Anggraini - 27/11/2009

Bagaimana Bersikap Baik Terhadap Mertua, ditanyakan oleh Ibu Sri Wahyuni - 14/4/2009

Bagaimana Kita Bersikap Terhadap Suami Yang Memiliki Wanita Idaman Lain, ditanyakan oleh Saudari Maia - 14/4/2009

Kerja Yang Berpindah-pindah Perusahaan, ditanyakan oleh Bapak Ardy Wiranata - 31/3/2009

Bagaimana Cara Untuk Membangkitkan Semangat Kerja, ditanyakan oleh Saudari Ade - 9/2/2009

Bagaimana Penyelesaian Tugas Akhir Dengan Baik, ditanyakan oleh Saudara Agung Hariyanto - 22/4/2009

Bagaimana Menikmati Pekerjaan Di Lingkungan Yang Kurang Positif, ditanyakan oleh Ibu Ari - 14/4/2009

Masalah Rumah Tangga, ditanyakan oleh Ibu Sri Rezeki - 14/4/2009

Kemantapan Hati, ditanyakan oleh Ibu Wina - 31/3/2009

Menyesali Keputusan Di Masa Lalu, ditanyakan oleh Ibu Dandida - 28/4/2009

Berkompromi Dengan Keinginan Suami, ditanyakan oleh Ibu Nur Adinda - 22/4/2009

Bagaimana Caranya Beradaptasi Dengan Baik, ditanyakan oleh Saudara Edwin - 18/4/2009

Memulai Usaha Sampingan, ditanyakan oleh Bapak Ralim - 30/3/2009

Bagaimana Menghadapi Suami Yang Egois, ditanyakan oleh Saudari Patra Eve - 17/4/2009

Krisis Percaya Diri, ditanyakan oleh Saudari Jamilah - 12/4/2009

Suamiku Sayang, Suamiku Patung, ditanyakan oleh Ibu Trysa - 11/4/2009

Ingin Berganti Bidang Pekerjaan, ditanyakan oleh Saudari Ayu - 28/4/2009

halaman dari 41

Bagaimana Cara Mengetahui Potensi Diri, ditanyakan oleh Saudara Pangondian - 5/1/2009
Menghilangkan Perasaan Bersalah Yang Berkepanjangan, ditanyakan oleh Saudara Andra - 4/5/2009
Bagaimana Cara Membantu Kekasih Agar Dapat Bersikap Jujur Dan Baik, ditanyakan oleh Saudari Shinta Anggraini - 27/11/2009
Bagaimana Bersikap Baik Terhadap Mertua, ditanyakan oleh Ibu Sri Wahyuni - 14/4/2009
Bagaimana Kita Bersikap Terhadap Suami Yang Memiliki Wanita Idaman Lain, ditanyakan oleh Saudari Maia - 14/4/2009
Kerja Yang Berpindah-pindah Perusahaan, ditanyakan oleh Bapak Ardy Wiranata - 31/3/2009
Bagaimana Cara Untuk Membangkitkan Semangat Kerja, ditanyakan oleh Saudari Ade - 9/2/2009
Bagaimana Penyelesaian Tugas Akhir Dengan Baik, ditanyakan oleh Saudara Agung Hariyanto - 22/4/2009
Bagaimana Menikmati Pekerjaan Di Lingkungan Yang Kurang Positif, ditanyakan oleh Ibu Ari - 14/4/2009
Masalah Rumah Tangga, ditanyakan oleh Ibu Sri Rezeki - 14/4/2009
Kemantapan Hati, ditanyakan oleh Ibu Wina - 31/3/2009
Menyesali Keputusan Di Masa Lalu, ditanyakan oleh Ibu Dandida - 28/4/2009
Berkompromi Dengan Keinginan Suami, ditanyakan oleh Ibu Nur Adinda - 22/4/2009
Bagaimana Caranya Beradaptasi Dengan Baik, ditanyakan oleh Saudara Edwin - 18/4/2009
Memulai Usaha Sampingan, ditanyakan oleh Bapak Ralim - 30/3/2009
Bagaimana Menghadapi Suami Yang Egois, ditanyakan oleh Saudari Patra Eve - 17/4/2009
Krisis Percaya Diri, ditanyakan oleh Saudari Jamilah - 12/4/2009
Suamiku Sayang, Suamiku Patung, ditanyakan oleh Ibu Trysa - 11/4/2009
Ingin Berganti Bidang Pekerjaan, ditanyakan oleh Saudari Ayu - 28/4/2009







