Salam Super Pak Mario,
Begini Pak,3 bulan yang lalu secara tidak sengaja saya menemukan sms mesra untuk istri adik saya di handphone istri adik saya, dan itu berlangsung berkali-kali. Setelah diselidiki. Ternyata saya kenal orangnya dan setahu saya dia juga sudah berkeluarga. Saya cari waktu yang tepat untuk memberi tahu orang tua saya, dan akhirnya orang tua saya sudah mengetahuinya walaupun beliau sangat shock mendengarnya bahkan menangis. Waktu itu saya berpikir hanya akan memberi tahu orang tua saja, tidak akan memberi tahu adik saya, karena saya yakin adik saya akan down dan emosi dan saya juga trauma jika harus menghadapi ipar saya karena saya pernah dikerasi secara mental dan fisik olehnya walaupun itu disebabkan masalah kesalahan dia. Tapi kelamaan saya perhatikan adik ipar saya makin keterlaluan, sering meninggalkan anaknya sendirian dirumah walaupun ada pembantu, kalau dia pergi dari pagi sampai magrib, sedangkan dia hanya ibu rumah tangga biasa. Yang saya ingin tanyakan bagaimana saya menghadapi adik saya, saya kasihan sama dia, dan bagaimana saya mengahadapi adik ipar saya yang mulai keterlaluan?
Terima kasih dan Salam Super
Ibu Via dari Bekasi
ditanyakan pada Kamis, 29 Januari 2009 00:20:16 +0700
Begini Pak,3 bulan yang lalu secara tidak sengaja saya menemukan sms mesra untuk istri adik saya di handphone istri adik saya, dan itu berlangsung berkali-kali. Setelah diselidiki. Ternyata saya kenal orangnya dan setahu saya dia juga sudah berkeluarga. Saya cari waktu yang tepat untuk memberi tahu orang tua saya, dan akhirnya orang tua saya sudah mengetahuinya walaupun beliau sangat shock mendengarnya bahkan menangis. Waktu itu saya berpikir hanya akan memberi tahu orang tua saja, tidak akan memberi tahu adik saya, karena saya yakin adik saya akan down dan emosi dan saya juga trauma jika harus menghadapi ipar saya karena saya pernah dikerasi secara mental dan fisik olehnya walaupun itu disebabkan masalah kesalahan dia. Tapi kelamaan saya perhatikan adik ipar saya makin keterlaluan, sering meninggalkan anaknya sendirian dirumah walaupun ada pembantu, kalau dia pergi dari pagi sampai magrib, sedangkan dia hanya ibu rumah tangga biasa. Yang saya ingin tanyakan bagaimana saya menghadapi adik saya, saya kasihan sama dia, dan bagaimana saya mengahadapi adik ipar saya yang mulai keterlaluan?
Terima kasih dan Salam Super
Ibu Via dari Bekasi
ditanyakan pada Kamis, 29 Januari 2009 00:20:16 +0700
Mario Teguh menjawab:
Ibu Via yang baik, terima kasih atas pertanyaan Anda.
Ingatlah yang penting ini,
Perngertian adalah kebaikan
Tidak ada orang yang mengerti – yang mampu melakukan keburukan.
Bila Anda menemukan seseorang yang Anda anggap mengerti, tetapi yang tetap bersikap dan berlaku buruk, itu pasti bukan pengertian yang Anda lihat, tetapi mungkin pengetahuan.
Terhadapnya, tugas Anda hanyalah menyampaikan kebenaran. Alam-lah yang menetapkan kepantasannya untuk menerima kebaikan atau tetap terbutakan dalam keburukan.
Karena, kita diperintahkan untuk menasehatkan pengertian-pengertian baik dengan benar dan sabar, agar orang berpendapat baik terhadap orang-orang baik, yang kemudian menjadikan mereka ramah kepada pengertian-pengertian baik. Dan itu adalah perilaku seorang yang pengasih.
Dan, Anda tidak bisa mengharapkan orang lain bersuka-hati mengikuti Anda – bila Anda tidak membantu mereka mengerti untuk apa perjalanan itu harus dialami. Anda harus menjadikan diri Anda sangat mereka percayai. Dan kepercayaan seperti itu tidak terjadi dengan sendirinya.
begitu dulu ya, Ibu Via. Stay with us.
Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh
Extracted by
Liana Mariyanti
solusi untuk pertanyaan Bagaimana Menghadapi Adik Ipar Yang Selingkuh
pada kolom What Do I Really Want
tag: adik, ipar, selingkuh, tanggung jawab, anak, suami
Ibu Via yang baik, terima kasih atas pertanyaan Anda.
Ingatlah yang penting ini,
Perngertian adalah kebaikan
Tidak ada orang yang mengerti – yang mampu melakukan keburukan.
Bila Anda menemukan seseorang yang Anda anggap mengerti, tetapi yang tetap bersikap dan berlaku buruk, itu pasti bukan pengertian yang Anda lihat, tetapi mungkin pengetahuan.
Terhadapnya, tugas Anda hanyalah menyampaikan kebenaran. Alam-lah yang menetapkan kepantasannya untuk menerima kebaikan atau tetap terbutakan dalam keburukan.
Karena, kita diperintahkan untuk menasehatkan pengertian-pengertian baik dengan benar dan sabar, agar orang berpendapat baik terhadap orang-orang baik, yang kemudian menjadikan mereka ramah kepada pengertian-pengertian baik. Dan itu adalah perilaku seorang yang pengasih.
Dan, Anda tidak bisa mengharapkan orang lain bersuka-hati mengikuti Anda – bila Anda tidak membantu mereka mengerti untuk apa perjalanan itu harus dialami. Anda harus menjadikan diri Anda sangat mereka percayai. Dan kepercayaan seperti itu tidak terjadi dengan sendirinya.
begitu dulu ya, Ibu Via. Stay with us.
Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh
Extracted by
Liana Mariyanti
solusi untuk pertanyaan Bagaimana Menghadapi Adik Ipar Yang Selingkuh
pada kolom What Do I Really Want
tag: adik, ipar, selingkuh, tanggung jawab, anak, suami
Temukan Solusi atas Problem Anda di kolom What Do I Really Want
Solusi lain yang terkait dengan pertanyaan:
Untuk Apa Uang Orang Tua Saya, ditanyakan oleh Bapak Yopi Sopiyandi - 24/11/2007

Mengenali Bakat, ditanyakan oleh Saudara Abdul Gafur - 31/8/2009

Karier Saya Diambil Anak Baru, ditanyakan oleh Bapak Sunaryo - 4/12/2007

Apakah Masa Depan Perusahaan Mempengaruhi Karirku, ditanyakan oleh Ibu Diana - 4/12/2007

Bagaimana Mengendalikan Emosi Dan Semangat, ditanyakan oleh Bapak Becky Ridwan - 13/10/2008

Pertanyaan Yang Bukan Untuk Me, My & I, ditanyakan oleh Saudara Irgie - 29/9/2007

Apakah Saya Harus Keluar Dari Pekerjaan Saya Saat Ini, ditanyakan oleh Bapak Ryan - 19/2/2009

Membantu Teman Yang Susah Tapi Setelah Dibantu Dibalas Dengan Air Tuba, ditanyakan oleh Saudara Ricky - 22/11/2008

Peluang Bisnis Dengan Modal 1 Juta, ditanyakan oleh Saudara Fahmi - 23/1/2008

Bagaimana Cara Memanage Waktu, ditanyakan oleh Saudara Hasan - 20/1/2008

Memilih Kuliah Lagi Atau Bekerja Dengan Posisi Itu-itu Saja, ditanyakan oleh Ibu Martina - 4/11/2007

Menerima Kenyataan, ditanyakan oleh Ibu Ayu - 27/1/2008

Menghadapi Bawahan Yang Meremehkan, ditanyakan oleh Bapak Santo - 27/2/2009

Kenyataan Yang Tak Seindah Harapan, ditanyakan oleh Ibu Erena - 23/2/2009

Menghadapi Pekerjan Yang Multitasking, ditanyakan oleh Ibu Nita - 30/9/2008

Meminta Kontrak Kerja, Haruskah, ditanyakan oleh Ibu Airin Siregar - 1/7/2007

Bos Baru, Cobaan Baru, ditanyakan oleh Ibu Yoan - 11/12/2007

Tegas Dalam Memimpin, ditanyakan oleh Ibu Lynda Yofrizal - 13/1/2008

Menggunakan Tenaga/skill Orang Lain, ditanyakan oleh Saudara Meiky - 19/11/2008

Menumbuhkan Kembali Situasi Yang Kondusif, ditanyakan oleh Saudara Anton - 4/4/2009

Mengenali Bakat, ditanyakan oleh Saudara Abdul Gafur - 31/8/2009
Karier Saya Diambil Anak Baru, ditanyakan oleh Bapak Sunaryo - 4/12/2007
Apakah Masa Depan Perusahaan Mempengaruhi Karirku, ditanyakan oleh Ibu Diana - 4/12/2007
Bagaimana Mengendalikan Emosi Dan Semangat, ditanyakan oleh Bapak Becky Ridwan - 13/10/2008
Pertanyaan Yang Bukan Untuk Me, My & I, ditanyakan oleh Saudara Irgie - 29/9/2007
Apakah Saya Harus Keluar Dari Pekerjaan Saya Saat Ini, ditanyakan oleh Bapak Ryan - 19/2/2009
Membantu Teman Yang Susah Tapi Setelah Dibantu Dibalas Dengan Air Tuba, ditanyakan oleh Saudara Ricky - 22/11/2008
Peluang Bisnis Dengan Modal 1 Juta, ditanyakan oleh Saudara Fahmi - 23/1/2008
Bagaimana Cara Memanage Waktu, ditanyakan oleh Saudara Hasan - 20/1/2008
Memilih Kuliah Lagi Atau Bekerja Dengan Posisi Itu-itu Saja, ditanyakan oleh Ibu Martina - 4/11/2007
Menerima Kenyataan, ditanyakan oleh Ibu Ayu - 27/1/2008
Menghadapi Bawahan Yang Meremehkan, ditanyakan oleh Bapak Santo - 27/2/2009
Kenyataan Yang Tak Seindah Harapan, ditanyakan oleh Ibu Erena - 23/2/2009
Menghadapi Pekerjan Yang Multitasking, ditanyakan oleh Ibu Nita - 30/9/2008
Meminta Kontrak Kerja, Haruskah, ditanyakan oleh Ibu Airin Siregar - 1/7/2007
Bos Baru, Cobaan Baru, ditanyakan oleh Ibu Yoan - 11/12/2007
Tegas Dalam Memimpin, ditanyakan oleh Ibu Lynda Yofrizal - 13/1/2008
Menggunakan Tenaga/skill Orang Lain, ditanyakan oleh Saudara Meiky - 19/11/2008
Menumbuhkan Kembali Situasi Yang Kondusif, ditanyakan oleh Saudara Anton - 4/4/2009






