Salam Super Pak Mario,
Pak Mario, sejak saya menjalani hubungan dengan pacar saya ini, saya selama 6 bulan sudah berhubungan intim tanpa diketahui orang tua, hubungan kami selama ini baik-baik saja. Namun, selama pacaran saya jadi pengangguran dan dia pun tidak segera bisa selesai skripsinya. Orang tua kami sudah saling mengenal, oleh karena itu, pihak orang tua mengambil langkah untuk memisahkan, bukan berarti putus namun biar sama-sama konsen demi masa depan, saya bekerja dan dia pun segera selesai kuliahnya. Saya kaget, karena dia langsung meminta putus, padahal hubungan kami sudah jauh, saya sendiri wanita, saya merasa takut kehilangan dia. Karena saya merasa terpojok, akhirnya saya berbicara jujur pada orang tua tentang hubungan kami yang sudah jauh bahkan sudah tinggal serumah, jelaslah itu mengagetkan. Yang membuat saya stress, dia tidak mau berlaku jujur, dia menyelamatkan diri, sehingga saya yang dituduh mengada ada. Pak mario, apa yang harus saya lakukan, dia bilang kepada saya agar saya memberi dia kesempatan untuk menyelesaikan kuliahnya, dan saya konsentrasi kerja, katanya saya tidak perlu khawatir kehilangan dia. Yang menjadi dilema saya, kenapa saya sementara waktu tidak boleh ketemu ataupun komunikasi, apa saya terlalu mengganggunya, dan bagaimana penilaian orang tuanya kepada saya bila dia tetap tidak mau jujur. Saya bingung Pak Mario, saya stress berat, apa yang harus saya lakukan. Saya sekarang hanya bisa diam, berdoa, dan mencari kesibukan dengan konsentrasi kerja. Tolong beri saya advice yang bisa membangun diri saya kembali Pak, bagaimana saya menghadapi problematika saya ini. Disini posisi saya benar Pak, dan saya merasa didzalimi olehnya. Jujur, dalam hati saya sakit dan tidak bisa menerima perlakuanya. Padahal dia itu orangnya santun Pak, selama pacaran dengan saya, saya merasa dia bukanlah dia yang sesungguhnya. Apakah mungkin memang dia ingin konsentrasi skripsi ataukah dia ingin menghindari saya.
Terima kasih dan Salam Super
Ibu Gita dari Semarang
ditanyakan pada Selasa, 10 Februari 2009 08:44:54 +0700
Pak Mario, sejak saya menjalani hubungan dengan pacar saya ini, saya selama 6 bulan sudah berhubungan intim tanpa diketahui orang tua, hubungan kami selama ini baik-baik saja. Namun, selama pacaran saya jadi pengangguran dan dia pun tidak segera bisa selesai skripsinya. Orang tua kami sudah saling mengenal, oleh karena itu, pihak orang tua mengambil langkah untuk memisahkan, bukan berarti putus namun biar sama-sama konsen demi masa depan, saya bekerja dan dia pun segera selesai kuliahnya. Saya kaget, karena dia langsung meminta putus, padahal hubungan kami sudah jauh, saya sendiri wanita, saya merasa takut kehilangan dia. Karena saya merasa terpojok, akhirnya saya berbicara jujur pada orang tua tentang hubungan kami yang sudah jauh bahkan sudah tinggal serumah, jelaslah itu mengagetkan. Yang membuat saya stress, dia tidak mau berlaku jujur, dia menyelamatkan diri, sehingga saya yang dituduh mengada ada. Pak mario, apa yang harus saya lakukan, dia bilang kepada saya agar saya memberi dia kesempatan untuk menyelesaikan kuliahnya, dan saya konsentrasi kerja, katanya saya tidak perlu khawatir kehilangan dia. Yang menjadi dilema saya, kenapa saya sementara waktu tidak boleh ketemu ataupun komunikasi, apa saya terlalu mengganggunya, dan bagaimana penilaian orang tuanya kepada saya bila dia tetap tidak mau jujur. Saya bingung Pak Mario, saya stress berat, apa yang harus saya lakukan. Saya sekarang hanya bisa diam, berdoa, dan mencari kesibukan dengan konsentrasi kerja. Tolong beri saya advice yang bisa membangun diri saya kembali Pak, bagaimana saya menghadapi problematika saya ini. Disini posisi saya benar Pak, dan saya merasa didzalimi olehnya. Jujur, dalam hati saya sakit dan tidak bisa menerima perlakuanya. Padahal dia itu orangnya santun Pak, selama pacaran dengan saya, saya merasa dia bukanlah dia yang sesungguhnya. Apakah mungkin memang dia ingin konsentrasi skripsi ataukah dia ingin menghindari saya.
Terima kasih dan Salam Super
Ibu Gita dari Semarang
ditanyakan pada Selasa, 10 Februari 2009 08:44:54 +0700
Temukan Jawaban atas Permasalahan Anda di kolom What Do I Really Want
Jawaban lain dari Pak Mario yang terkait dengan pertanyaan:
Bagaimana Cara Menghadapi Suami Yang Tidak Bekerja, ditanyakan oleh Ibu Dian - 10/2/2009
Bagaimana Cara Mengetahui Potensi Diri, ditanyakan oleh Saudara Pangondian - 5/1/2009
Menghilangkan Perasaan Bersalah Yang Berkepanjangan, ditanyakan oleh Saudara Andra - 4/5/2009
Bagaimana Cara Membantu Kekasih Agar Dapat Bersikap Jujur Dan Baik, ditanyakan oleh Saudari Shinta Anggraini - 27/11/2009
Bagaimana Bersikap Baik Terhadap Mertua, ditanyakan oleh Ibu Sri Wahyuni - 14/4/2009
Bagaimana Kita Bersikap Terhadap Suami Yang Memiliki Wanita Idaman Lain, ditanyakan oleh Saudari Maia - 14/4/2009
Kerja Yang Berpindah-pindah Perusahaan, ditanyakan oleh Bapak Ardy Wiranata - 31/3/2009
Bagaimana Cara Untuk Membangkitkan Semangat Kerja, ditanyakan oleh Saudari Ade - 9/2/2009
Bagaimana Penyelesaian Tugas Akhir Dengan Baik, ditanyakan oleh Saudara Agung Hariyanto - 22/4/2009
Bagaimana Menikmati Pekerjaan Di Lingkungan Yang Kurang Positif, ditanyakan oleh Ibu Ari - 14/4/2009
Masalah Rumah Tangga, ditanyakan oleh Ibu Sri Rezeki - 14/4/2009
Kemantapan Hati, ditanyakan oleh Ibu Wina - 31/3/2009
Menyesali Keputusan Di Masa Lalu, ditanyakan oleh Ibu Dandida - 28/4/2009
Berkompromi Dengan Keinginan Suami, ditanyakan oleh Ibu Nur Adinda - 22/4/2009
Bagaimana Caranya Beradaptasi Dengan Baik, ditanyakan oleh Saudara Edwin - 18/4/2009
Memulai Usaha Sampingan, ditanyakan oleh Bapak Ralim - 30/3/2009
Bagaimana Menghadapi Suami Yang Egois, ditanyakan oleh Saudari Patra Eve - 17/4/2009
Krisis Percaya Diri, ditanyakan oleh Saudari Jamilah - 12/4/2009
Suamiku Sayang, Suamiku Patung, ditanyakan oleh Ibu Trysa - 11/4/2009
Ingin Berganti Bidang Pekerjaan, ditanyakan oleh Saudari Ayu - 28/4/2009













