Salam Super Pak Mario,
Saya Ibu dari seorang putri berumur 6 bulan. Ketika bayi saya masih berumur 1 bulan saya di PHK dan sejak saat itu kehidupan rumah tangga saya berantakan. Selama kami berumah tangga suami saya tidak bekerja dan semua kebutuhan hidup kami saya yang menanggung. PHK membuat kami harus berpisah, suami saya memilih meninggalkan saya dan anak saya dirumah ibu saya. Dan dia pergi kekampung halamannya. Suami saya tidak pernah memberikan nafkah selama dia pergi. Untuk keperluan bayi saya, saya mendapat bantuan dari adik dan kakak saya. Saya berusaha untuk mencari pekerjaan baru, namun karena bayi saya terlahir prematur, saya tidak bisa segera mencari pekerjaan. Saya menunggu sampai bayi saya dalam kondisi benar-benar sehat dan mempunyai berat badan yang normal.
Alhamdullilah bayi saya sudah mulai sehat dan saya juga baru saja mendapat pekerjaan yang baru. Ketika saya melihat bayi saya dalam dekapan saya, ada perasaan bersalah didalam hati saya. Saya merasa memberikan ayah yang salah kepada putri saya. Saya tahu waktu tidak akan pernah diputar kembali. Namun jauh dilubuk hati saya yang paling dalam ada kekhawatiran bahwa kelak saya tidak bisa memberikan yang terbaik untuk anak saya. Bagaimana cara saya bisa meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya mampu menjalani semuanya dengan baik bersama anak saya kelak. Dan bagaimana saya bisa meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya bisa mengantarkan menjadi anak yang berguna bagi agama, orangtua dan bangsanya.
Terima kasih dan Salam Super
Ibu Sofy dari Medan
ditanyakan pada Senin, 16 Maret 2009 10:20:09 +0700
Saya Ibu dari seorang putri berumur 6 bulan. Ketika bayi saya masih berumur 1 bulan saya di PHK dan sejak saat itu kehidupan rumah tangga saya berantakan. Selama kami berumah tangga suami saya tidak bekerja dan semua kebutuhan hidup kami saya yang menanggung. PHK membuat kami harus berpisah, suami saya memilih meninggalkan saya dan anak saya dirumah ibu saya. Dan dia pergi kekampung halamannya. Suami saya tidak pernah memberikan nafkah selama dia pergi. Untuk keperluan bayi saya, saya mendapat bantuan dari adik dan kakak saya. Saya berusaha untuk mencari pekerjaan baru, namun karena bayi saya terlahir prematur, saya tidak bisa segera mencari pekerjaan. Saya menunggu sampai bayi saya dalam kondisi benar-benar sehat dan mempunyai berat badan yang normal.
Alhamdullilah bayi saya sudah mulai sehat dan saya juga baru saja mendapat pekerjaan yang baru. Ketika saya melihat bayi saya dalam dekapan saya, ada perasaan bersalah didalam hati saya. Saya merasa memberikan ayah yang salah kepada putri saya. Saya tahu waktu tidak akan pernah diputar kembali. Namun jauh dilubuk hati saya yang paling dalam ada kekhawatiran bahwa kelak saya tidak bisa memberikan yang terbaik untuk anak saya. Bagaimana cara saya bisa meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya mampu menjalani semuanya dengan baik bersama anak saya kelak. Dan bagaimana saya bisa meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya bisa mengantarkan menjadi anak yang berguna bagi agama, orangtua dan bangsanya.
Terima kasih dan Salam Super
Ibu Sofy dari Medan
ditanyakan pada Senin, 16 Maret 2009 10:20:09 +0700
Mario Teguh menjawab:
Salam Super, Ibu Sofy, terima kasih atas pertanyaan Anda yang sangat baik.
Ketahuilah bahwa satu-satunya cara untuk menumbuhkan seorang anak yang baik adalah menjadikannya seorang anak yang berbahagia. Dan satu-satunya cara untuk menjadikannya berbahagia adalah menjadikan diri Anda seorang dewasa yang bersikap baik kepadanya.
Dan ingatlah, dalam kesadaran anak-anak masa lalu itu nyaris terlupakan, dan masa depan itu belum mereka mengerti ; mereka hanya hidup sepenuhnya dalam hari ini.
Maka berbahagialah , bila bayi kecil, lucu , harum dan ceria itu kemudian menjadi seorang profesional atau pebisnis yang cemerlang dan mulia pribadinya, maka langit pun tidak bisa menjadi atap dari tingginya pujian yang terharuskan bagi seorang Ibu.
Itu sebabnya, jadikanlah diri Anda orang tua yang mencontohkan kegembiraan dalam memenangkan kualitas kehidupan yang baik, agar anak-anak kita juga bersemangat menjadikan diri mereka tumbuh dengan tubuh yang sehat, cara pandang yang jernih dan pemikiran yang cemerlang.
Begitu dulu ya, Ibu Sofy. Stay Super!
Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh
Extracted by
Liana Mariyanti
solusi untuk pertanyaan Bagaimana Saya Bisa Mengantarkan Anak Saya Pada Kehidupan Yang Lebih Baik
pada kolom What Do I Really Want
tag: yakin, ibu, baik, contoh
Salam Super, Ibu Sofy, terima kasih atas pertanyaan Anda yang sangat baik.
Ketahuilah bahwa satu-satunya cara untuk menumbuhkan seorang anak yang baik adalah menjadikannya seorang anak yang berbahagia. Dan satu-satunya cara untuk menjadikannya berbahagia adalah menjadikan diri Anda seorang dewasa yang bersikap baik kepadanya.
Dan ingatlah, dalam kesadaran anak-anak masa lalu itu nyaris terlupakan, dan masa depan itu belum mereka mengerti ; mereka hanya hidup sepenuhnya dalam hari ini.
Maka berbahagialah , bila bayi kecil, lucu , harum dan ceria itu kemudian menjadi seorang profesional atau pebisnis yang cemerlang dan mulia pribadinya, maka langit pun tidak bisa menjadi atap dari tingginya pujian yang terharuskan bagi seorang Ibu.
Itu sebabnya, jadikanlah diri Anda orang tua yang mencontohkan kegembiraan dalam memenangkan kualitas kehidupan yang baik, agar anak-anak kita juga bersemangat menjadikan diri mereka tumbuh dengan tubuh yang sehat, cara pandang yang jernih dan pemikiran yang cemerlang.
Begitu dulu ya, Ibu Sofy. Stay Super!
Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh
Extracted by
Liana Mariyanti
solusi untuk pertanyaan Bagaimana Saya Bisa Mengantarkan Anak Saya Pada Kehidupan Yang Lebih Baik
pada kolom What Do I Really Want
tag: yakin, ibu, baik, contoh
Temukan Solusi atas Problem Anda di kolom What Do I Really Want
Solusi lain yang terkait dengan pertanyaan:
Bagaimana Mengatur Diri Saya, ditanyakan oleh Bapak Yakobus - 15/12/2008

Dua Pekerjaan, Mampukah, ditanyakan oleh Ibu Rina Rosmiati - 1/7/2007

Bagaimana Menghilangkan Perasaan Tidak Disayangi Oleh Orangtua Dan Teman, ditanyakan oleh Saudara Danny - 11/4/2009

Apakah Berkorban Lebih Baik Daripada Memilih Yang Saya Inginkan, Yang Pada Dasarnya Memiliki Tujuan Yang Sama Yaitu Keberhasilan, ditanyakan oleh Saudari Ita - 21/8/2007

Apakah Bisnis Mlm Dapat Menjadi Kunci Sukses, ditanyakan oleh Bapak Toto Indrayanto - 7/3/2009

Cara Mendelegasikan Tugas, ditanyakan oleh Ibu Meliana - 6/11/2007

Perasaan Cinta, ditanyakan oleh Saudara Asep - 19/3/2009

Merasa Tidak Cocok Dengan Pasangan, ditanyakan oleh Bapak Joni Saputro - 1/7/2007

Masalah Anak, ditanyakan oleh Saudara Dedy Tri - 13/4/2009

Hubungan Dengan Rekan Kerja, ditanyakan oleh Ibu Dina - 11/12/2008

Keinginan Untuk Tidak Berkarir Di Perusahaan Sekarang, ditanyakan oleh Ibu Avni Chandra - 24/6/2008

Apa Yang Menjadikan Dihargai Dan Dihormati Orang Lain, ditanyakan oleh Bapak Bhay - 15/7/2007

How To Get My Spirit Back, ditanyakan oleh Saudara Kevin - 15/12/2007

Istri Lebih Suka Berjauhan Dari Suami Dengan Alasan Ekonomi, ditanyakan oleh Bapak Riko - 6/2/2009

Mendisiplinkan Bawahan, ditanyakan oleh Bapak A. Saefullah - 4/12/2007

Bagaimana Menghadapi Budaya Yang Melanggar Aturan, ditanyakan oleh Saudari Eka Rahmawati - 15/4/2009

Sifat Atasan Yang Selalu Mencari Salah, ditanyakan oleh Bapak Eky - 25/9/2008

Bagai Mana Caraya Untuk Menggapai Mimpian, ditanyakan oleh Saudari Iin - 10/3/2009

Bagaimana Menyikapi Rasa Cemburu Dengan Anggun, ditanyakan oleh Ibu Llilis - 8/9/2008

Bagaimana Menyikapi Bos Yang Memiliki Ego Yang Sangat Besar, ditanyakan oleh Bapak Basuki Wibowo - 9/12/2007

Dua Pekerjaan, Mampukah, ditanyakan oleh Ibu Rina Rosmiati - 1/7/2007
Bagaimana Menghilangkan Perasaan Tidak Disayangi Oleh Orangtua Dan Teman, ditanyakan oleh Saudara Danny - 11/4/2009
Apakah Berkorban Lebih Baik Daripada Memilih Yang Saya Inginkan, Yang Pada Dasarnya Memiliki Tujuan Yang Sama Yaitu Keberhasilan, ditanyakan oleh Saudari Ita - 21/8/2007
Apakah Bisnis Mlm Dapat Menjadi Kunci Sukses, ditanyakan oleh Bapak Toto Indrayanto - 7/3/2009
Cara Mendelegasikan Tugas, ditanyakan oleh Ibu Meliana - 6/11/2007
Perasaan Cinta, ditanyakan oleh Saudara Asep - 19/3/2009
Merasa Tidak Cocok Dengan Pasangan, ditanyakan oleh Bapak Joni Saputro - 1/7/2007
Masalah Anak, ditanyakan oleh Saudara Dedy Tri - 13/4/2009
Hubungan Dengan Rekan Kerja, ditanyakan oleh Ibu Dina - 11/12/2008
Keinginan Untuk Tidak Berkarir Di Perusahaan Sekarang, ditanyakan oleh Ibu Avni Chandra - 24/6/2008
Apa Yang Menjadikan Dihargai Dan Dihormati Orang Lain, ditanyakan oleh Bapak Bhay - 15/7/2007
How To Get My Spirit Back, ditanyakan oleh Saudara Kevin - 15/12/2007
Istri Lebih Suka Berjauhan Dari Suami Dengan Alasan Ekonomi, ditanyakan oleh Bapak Riko - 6/2/2009
Mendisiplinkan Bawahan, ditanyakan oleh Bapak A. Saefullah - 4/12/2007
Bagaimana Menghadapi Budaya Yang Melanggar Aturan, ditanyakan oleh Saudari Eka Rahmawati - 15/4/2009
Sifat Atasan Yang Selalu Mencari Salah, ditanyakan oleh Bapak Eky - 25/9/2008
Bagai Mana Caraya Untuk Menggapai Mimpian, ditanyakan oleh Saudari Iin - 10/3/2009
Bagaimana Menyikapi Rasa Cemburu Dengan Anggun, ditanyakan oleh Ibu Llilis - 8/9/2008
Bagaimana Menyikapi Bos Yang Memiliki Ego Yang Sangat Besar, ditanyakan oleh Bapak Basuki Wibowo - 9/12/2007











