Bapak Mario yang baik dan sangat super...
Pertama-tama saya mau mengucapkan terima kasih atas jawaban Bapak atas pertanyaan saya mengenai Bagaimana Mengembalikan Respect (Rasa Hormat) terhadap Suami? yang telah Bapak jawab beberapa waktu yang lalu.
Saya benar-benar mendapat masukan yang sangat berarti dari jawaban Bapak, untuk itu sekali lagi saya mengucapkan terima kasih, saya mendoakan agar Tuhan yang membalas kebaikan hati Bapak dan melimpahkan Berkat2Nya untuk Bapak sekeluarga. Amin.
Pak Mario, masalah keluarga saya sungguh pelik, bagai penyakit kanker yang menggerogoti kami, hal ini terkuak pada waktu saya dan suami berkonsultasi dengan salah seorang konselor. Ternyata suami sudah tidak mempunyai kepercayaan lagi pada saya dan merasa seperti suami "bayang-bayang". Hal ini terjadi setelah 3bln perkawinan,suami mengajak cerai,saya shock dan mempunyai teman pria untuk curhat, sungguh hanya sebatas teman tidak lebih, tapi suami menuduh yang tidak-tidak. Saya jadi hampa dan dingin pak,kami masih serumah tapi sulit untuk bicara, benar2 benar tersiksa pak...
Pak Mario,tolong beri pencerahan bagi saya pak, apa yang harus saya lakukan ? Bapak mengatakan saya pantas untuk berbahagia. Sayapun pun paham, suami juga sangat pantas untuk mendapatkan kebahagiaan (karena sampai detik ini saya belum mampu melakukan hubungan suami istri dengannya).. Saya bingung pak,jika saya kembali menerima dia apa adanya, selalu terbersit hal-hal buruk yang telah dilakukannya, sayapun jadi trauma... Jika saya hidup sendiri, hal terburuk apa yang akan saya dapatkan mengingat usia saya sekarang sudah 38tahun (belum punya anak, usia pernikahan masuk tahun ke-5)?
Saya tahu, saya harus melangkah namun sebelum saya mengambil keputusan saya ingin masukan dan nasihat Bapak. Saya bingung pak, nampaknya seperti buah simalakama dua pilihan tersebut tidak ada yang enak dimakan. Tolong saya pak... Mohon masukan dan nasihat Bapak. Terima kasih Pak Mario.
Hormat saya,
Ibu Dinna dari Jakarta
ditanyakan pada Jumat, 16 November 2007 08:40:57 +0700
Bagaimana Cara Mengetahui Potensi Diri, ditanyakan oleh Saudara Pangondian - 5/1/2009
Menghilangkan Perasaan Bersalah Yang Berkepanjangan, ditanyakan oleh Saudara Andra - 4/5/2009
Bagaimana Cara Membantu Kekasih Agar Dapat Bersikap Jujur Dan Baik, ditanyakan oleh Saudari Shinta Anggraini - 27/11/2009
Bagaimana Bersikap Baik Terhadap Mertua, ditanyakan oleh Ibu Sri Wahyuni - 14/4/2009
Bagaimana Kita Bersikap Terhadap Suami Yang Memiliki Wanita Idaman Lain, ditanyakan oleh Saudari Maia - 14/4/2009
Kerja Yang Berpindah-pindah Perusahaan, ditanyakan oleh Bapak Ardy Wiranata - 31/3/2009
Bagaimana Cara Untuk Membangkitkan Semangat Kerja, ditanyakan oleh Saudari Ade - 9/2/2009
Bagaimana Penyelesaian Tugas Akhir Dengan Baik, ditanyakan oleh Saudara Agung Hariyanto - 22/4/2009
Bagaimana Menikmati Pekerjaan Di Lingkungan Yang Kurang Positif, ditanyakan oleh Ibu Ari - 14/4/2009
Masalah Rumah Tangga, ditanyakan oleh Ibu Sri Rezeki - 14/4/2009
Kemantapan Hati, ditanyakan oleh Ibu Wina - 31/3/2009
Menyesali Keputusan Di Masa Lalu, ditanyakan oleh Ibu Dandida - 28/4/2009
Berkompromi Dengan Keinginan Suami, ditanyakan oleh Ibu Nur Adinda - 22/4/2009
Bagaimana Caranya Beradaptasi Dengan Baik, ditanyakan oleh Saudara Edwin - 18/4/2009
Memulai Usaha Sampingan, ditanyakan oleh Bapak Ralim - 30/3/2009
Bagaimana Menghadapi Suami Yang Egois, ditanyakan oleh Saudari Patra Eve - 17/4/2009
Krisis Percaya Diri, ditanyakan oleh Saudari Jamilah - 12/4/2009
Suamiku Sayang, Suamiku Patung, ditanyakan oleh Ibu Trysa - 11/4/2009
Ingin Berganti Bidang Pekerjaan, ditanyakan oleh Saudari Ayu - 28/4/2009











