Salam Super Pak Mario,
Saya seorang karyawati (21 tahun) background D1 di sebuah Yayasan Pendidikan. Saya anak ke dua dari 3 bersaudara, kakak sudah menikah dan ikut suami. Ayah saya meninggal saat saya kelas 3 SMA. Singkat cerita saat saya melanjutkan pendidikan, kabar yang saya dengar bahwa ibu saya memiliki hubungan dengan pria yang sudah berkeluarga. Hal itu membuat saya sangat shock. Perselisihan saya dan ibu sering terjadi, bahkan saya tidak pulang ke rumah beberapa bulan. Pria itu sebenarnya ingin menguras harta keluarga, hingga akhirnya harta keluarga habis, ibu saya sadar dan ingin lepas dari pria itu. Keputusan itu diambil atas persetujuan dari keluarga dan tentunya kami anak-anak beliau, ibu meminta ijin untuk bekerja menjadi TKW di Malaysia. Perih sekali mengingat adik yang masih duduk di bangku SD. Kini saya bekerja untuk adik saya, menghidupi diri sendiri dan adik saya. bekerja selama 16 jam tiap hari, 7 hari dalam 1 minggu. Ingin rasanya saya pindah kerja, tapi belum mendapatkan pekerjaan yang cocok. Sering saya pura-pura tegar, demi menguatkan adik saya. Karena saya sadar saya lah orang tua untuk adik saya. Sampai saat ini saya tidak tahu kabar dari ibu di sana. Yang inginkan dari pak Mario, berilah saya support agar tetap tersenyum menghadapi cobaan ini, karena saya sadar semakin saya didera semakin baik pribadi saya. Dan yang ingin saya tanyakan, apakah ada seorang pria yang mau menerima saya menjadi pendamping hidupnya di tengah-tengah kondisi keluarga & ekonomi kami yang berantakan. Sekian Pak Mario terimakasih.
Terima kasih dan Salam Super
Ibu Hana dari Tuban
ditanyakan pada Jumat, 13 Maret 2009 16:59:32 +0700
Saya seorang karyawati (21 tahun) background D1 di sebuah Yayasan Pendidikan. Saya anak ke dua dari 3 bersaudara, kakak sudah menikah dan ikut suami. Ayah saya meninggal saat saya kelas 3 SMA. Singkat cerita saat saya melanjutkan pendidikan, kabar yang saya dengar bahwa ibu saya memiliki hubungan dengan pria yang sudah berkeluarga. Hal itu membuat saya sangat shock. Perselisihan saya dan ibu sering terjadi, bahkan saya tidak pulang ke rumah beberapa bulan. Pria itu sebenarnya ingin menguras harta keluarga, hingga akhirnya harta keluarga habis, ibu saya sadar dan ingin lepas dari pria itu. Keputusan itu diambil atas persetujuan dari keluarga dan tentunya kami anak-anak beliau, ibu meminta ijin untuk bekerja menjadi TKW di Malaysia. Perih sekali mengingat adik yang masih duduk di bangku SD. Kini saya bekerja untuk adik saya, menghidupi diri sendiri dan adik saya. bekerja selama 16 jam tiap hari, 7 hari dalam 1 minggu. Ingin rasanya saya pindah kerja, tapi belum mendapatkan pekerjaan yang cocok. Sering saya pura-pura tegar, demi menguatkan adik saya. Karena saya sadar saya lah orang tua untuk adik saya. Sampai saat ini saya tidak tahu kabar dari ibu di sana. Yang inginkan dari pak Mario, berilah saya support agar tetap tersenyum menghadapi cobaan ini, karena saya sadar semakin saya didera semakin baik pribadi saya. Dan yang ingin saya tanyakan, apakah ada seorang pria yang mau menerima saya menjadi pendamping hidupnya di tengah-tengah kondisi keluarga & ekonomi kami yang berantakan. Sekian Pak Mario terimakasih.
Terima kasih dan Salam Super
Ibu Hana dari Tuban
ditanyakan pada Jumat, 13 Maret 2009 16:59:32 +0700
Temukan Jawaban atas Permasalahan Anda di kolom What Do I Really Want
Jawaban lain dari Pak Mario yang terkait dengan pertanyaan:
Bagaimana Cara Menghadapi Suami Yang Tidak Bekerja, ditanyakan oleh Ibu Dian - 10/2/2009
Bagaimana Cara Mengetahui Potensi Diri, ditanyakan oleh Saudara Pangondian - 5/1/2009
Menghilangkan Perasaan Bersalah Yang Berkepanjangan, ditanyakan oleh Saudara Andra - 4/5/2009
Bagaimana Cara Membantu Kekasih Agar Dapat Bersikap Jujur Dan Baik, ditanyakan oleh Saudari Shinta Anggraini - 27/11/2009
Bagaimana Bersikap Baik Terhadap Mertua, ditanyakan oleh Ibu Sri Wahyuni - 14/4/2009
Bagaimana Kita Bersikap Terhadap Suami Yang Memiliki Wanita Idaman Lain, ditanyakan oleh Saudari Maia - 14/4/2009
Kerja Yang Berpindah-pindah Perusahaan, ditanyakan oleh Bapak Ardy Wiranata - 31/3/2009
Bagaimana Cara Untuk Membangkitkan Semangat Kerja, ditanyakan oleh Saudari Ade - 9/2/2009
Bagaimana Penyelesaian Tugas Akhir Dengan Baik, ditanyakan oleh Saudara Agung Hariyanto - 22/4/2009
Bagaimana Menikmati Pekerjaan Di Lingkungan Yang Kurang Positif, ditanyakan oleh Ibu Ari - 14/4/2009
Masalah Rumah Tangga, ditanyakan oleh Ibu Sri Rezeki - 14/4/2009
Kemantapan Hati, ditanyakan oleh Ibu Wina - 31/3/2009
Menyesali Keputusan Di Masa Lalu, ditanyakan oleh Ibu Dandida - 28/4/2009
Berkompromi Dengan Keinginan Suami, ditanyakan oleh Ibu Nur Adinda - 22/4/2009
Bagaimana Caranya Beradaptasi Dengan Baik, ditanyakan oleh Saudara Edwin - 18/4/2009
Memulai Usaha Sampingan, ditanyakan oleh Bapak Ralim - 30/3/2009
Bagaimana Menghadapi Suami Yang Egois, ditanyakan oleh Saudari Patra Eve - 17/4/2009
Krisis Percaya Diri, ditanyakan oleh Saudari Jamilah - 12/4/2009
Suamiku Sayang, Suamiku Patung, ditanyakan oleh Ibu Trysa - 11/4/2009
Ingin Berganti Bidang Pekerjaan, ditanyakan oleh Saudari Ayu - 28/4/2009








