Salam Super Pak Mario,
Saya menikah pada Agustus 2008, sebelumnya saya mengenal suami pada bulan Februari 2008. Jadi masa saling mengenal bisa dikatakan singkat. Saya bekerja di salah satu sekolah negeri sebagai GTT dengan masa kerja baru 1,5 tahun, dan suami wiraswasta. Tempat bekerja kami pun tidak satu daerah walaupun satu kota.
Sebelum menikah, kami sudah sepakat untuk tetap mempertahankan pekerjaan kami masing-masing. Sehingga setelah menikah kami tidak tinggal serumah. Kami hanya bertemu setidaknya sekali dalam sepekan. Awalnya hubungan rumah tangga baik-baik saja. Tetapi seiring berjalannya waktu, kami pun mulai merasa jenuh dengan keadaan seperti ini. Akan sampai kapan begini?
Saya pun sangat sayang dengan pekerjaan saya saat ini, mengingat status pekerjaan saya hanya GTT, dan saya sangat mengharapkan menjadi PNS, begitu pun suami berat jika meninggalkan pekerjaan disana, disamping itu juga orangtuanya yang kebetulan hanya tinggal ibu saja. Kami sudah memikirkan mencari jalan tengah dari kondisi ini, tapi masih mentok saja disitu. Kami masih sama-sama mempertahankan pekerjaan masing-masing.
Bapak Mario yang bersahaja, saya sangat mengharapkan saran, petunjuk, dan motivasi, agar kami bisa menghadapi masalah ini.
Terima kasih dan Salam Super
Ibu Sita
ditanyakan pada Senin, 02 Maret 2009 10:05:16 +0700
Saya menikah pada Agustus 2008, sebelumnya saya mengenal suami pada bulan Februari 2008. Jadi masa saling mengenal bisa dikatakan singkat. Saya bekerja di salah satu sekolah negeri sebagai GTT dengan masa kerja baru 1,5 tahun, dan suami wiraswasta. Tempat bekerja kami pun tidak satu daerah walaupun satu kota.
Sebelum menikah, kami sudah sepakat untuk tetap mempertahankan pekerjaan kami masing-masing. Sehingga setelah menikah kami tidak tinggal serumah. Kami hanya bertemu setidaknya sekali dalam sepekan. Awalnya hubungan rumah tangga baik-baik saja. Tetapi seiring berjalannya waktu, kami pun mulai merasa jenuh dengan keadaan seperti ini. Akan sampai kapan begini?
Saya pun sangat sayang dengan pekerjaan saya saat ini, mengingat status pekerjaan saya hanya GTT, dan saya sangat mengharapkan menjadi PNS, begitu pun suami berat jika meninggalkan pekerjaan disana, disamping itu juga orangtuanya yang kebetulan hanya tinggal ibu saja. Kami sudah memikirkan mencari jalan tengah dari kondisi ini, tapi masih mentok saja disitu. Kami masih sama-sama mempertahankan pekerjaan masing-masing.
Bapak Mario yang bersahaja, saya sangat mengharapkan saran, petunjuk, dan motivasi, agar kami bisa menghadapi masalah ini.
Terima kasih dan Salam Super
Ibu Sita
ditanyakan pada Senin, 02 Maret 2009 10:05:16 +0700
Temukan Jawaban atas Permasalahan Anda di kolom What Do I Really Want
Jawaban lain dari Pak Mario yang terkait dengan pertanyaan:
Bagaimana Cara Menghadapi Suami Yang Tidak Bekerja, ditanyakan oleh Ibu Dian - 10/2/2009
Bagaimana Cara Mengetahui Potensi Diri, ditanyakan oleh Saudara Pangondian - 5/1/2009
Menghilangkan Perasaan Bersalah Yang Berkepanjangan, ditanyakan oleh Saudara Andra - 4/5/2009
Bagaimana Cara Membantu Kekasih Agar Dapat Bersikap Jujur Dan Baik, ditanyakan oleh Saudari Shinta Anggraini - 27/11/2009
Bagaimana Bersikap Baik Terhadap Mertua, ditanyakan oleh Ibu Sri Wahyuni - 14/4/2009
Bagaimana Kita Bersikap Terhadap Suami Yang Memiliki Wanita Idaman Lain, ditanyakan oleh Saudari Maia - 14/4/2009
Kerja Yang Berpindah-pindah Perusahaan, ditanyakan oleh Bapak Ardy Wiranata - 31/3/2009
Bagaimana Cara Untuk Membangkitkan Semangat Kerja, ditanyakan oleh Saudari Ade - 9/2/2009
Bagaimana Penyelesaian Tugas Akhir Dengan Baik, ditanyakan oleh Saudara Agung Hariyanto - 22/4/2009
Bagaimana Menikmati Pekerjaan Di Lingkungan Yang Kurang Positif, ditanyakan oleh Ibu Ari - 14/4/2009
Masalah Rumah Tangga, ditanyakan oleh Ibu Sri Rezeki - 14/4/2009
Kemantapan Hati, ditanyakan oleh Ibu Wina - 31/3/2009
Menyesali Keputusan Di Masa Lalu, ditanyakan oleh Ibu Dandida - 28/4/2009
Berkompromi Dengan Keinginan Suami, ditanyakan oleh Ibu Nur Adinda - 22/4/2009
Bagaimana Caranya Beradaptasi Dengan Baik, ditanyakan oleh Saudara Edwin - 18/4/2009
Memulai Usaha Sampingan, ditanyakan oleh Bapak Ralim - 30/3/2009
Bagaimana Menghadapi Suami Yang Egois, ditanyakan oleh Saudari Patra Eve - 17/4/2009
Krisis Percaya Diri, ditanyakan oleh Saudari Jamilah - 12/4/2009
Suamiku Sayang, Suamiku Patung, ditanyakan oleh Ibu Trysa - 11/4/2009
Ingin Berganti Bidang Pekerjaan, ditanyakan oleh Saudari Ayu - 28/4/2009













