what do i really want

Salam Super Pak Mario,

Saat ini saya di tengah kebimbangan hati di mana saya tidak menemukan kejelasan dalam hati dan pikiran saya, apa yang saya inginkan.

Ada semacam keraguan akan masa depan bila suatu saat saya menikah dengan seorang lelaki yang sedang dekat dengan saya saat ini. Bukan saya melangkahi kehendak Tuha atau meragukan mukjizat Tuhan pada hidup saya, namun masa depan merupakan rangkaian dari hal-hal yang terjadi pada masa sekarang. Dan saya merasa tidak bisa menerima keinginan dia untuk hanya mencari pekerjaan di Jakarta hanya untuk bersama saya. Buat saya, itu bukan lah pengorbanan cinta,t api keinginan yang lebih didasarkan oleh perasaan, bukan logika.

Ditambah perasaan saya lebih pada rasa kasihan dibandingkakn rasa cinta, sudah beberapa kali ia bertindak dan berfikir dengan perasaan, dibandingkan dengan logika nya, padahal,nantinya ia akan menjadi seorang imam, dimana kebijakan akhir keluarga akan ia putuskan. Namun saya tidak merasakan kehormatan itu. Walaupun, disisi lain, ia cukup bertanggung jawab akan hidup dan keluarganya.

Apakah saya kurang bersyukur dengan apa yang ada pada dirinya hingga saya tidak bisa menerima pemikiran -pemikiran untuk hidup dengan saya nanti?

Terima kasih dan Salam Super

Saudari Hana dari Jakarta
ditanyakan pada Kamis, 29 Januari 2009 12:46:07 +0700


Mario Teguh menjawab:


Saudari Hana yang baik, terima kasih atas pertanyaan Anda.

Ketahuilah bahwa ketertarikan yang menggila pada saat-saat pertama cinta ditemukan , memang mudah untuk membuat dua pribadi yang sangat berbeda untuk menjadi satu dan memutuskan untuk bersama-sama sepanjang hidup.

Hanya saja, panjangnya hidup yang dilihat oleh mata yang sedang terkaburkan oleh cinta, bisa jadi sangat pendek.

Ketahuilah bahwa ketertarikan yang menggila pada saat-saat pertama cinta ditemukan , memang mudah untuk membuat dua pribadi yang sangat berbeda untuk menjadi satu dan memutuskan untuk bersama-sama sepanjang hidup.

Hanya saja, panjangnya hidup yang dilihat oleh mata yang sedang terkaburkan oleh cinta, bisa jadi sangat pendek.

Itu sebabnya cinta saja tidak cukup.

Ada banyak hal yang harus dibangun dengan logika yang jernih untuk menjadikan sesuatu yang dimulai dengan emosional ini – sebuah kebersamaan yang membahagiakan.

Namun, ingatlah tidak ada pribadi yang sempurna, tetapi cinta yang sempurna bisa Anda bangun. Tidak ada pribadi yang sempurna, seperti juga Anda yang tidak mungkin sempurna.

Sadarilah, kehidupan ini menjadi sangat indah bagi mereka yang menginginkan apa pun yang telah dimilikinya.

Disitulah terletak sumber dari rasa syukur yang syahdu. Dan dari situ-lah berkembang kepekaan dari pandangan, pendengaran dan perasaan Anda mengenai keindahan dunia yang telah menyeru kepada Anda sejak kelahiran Anda.

Ada banyak hal yang harus dibangun dengan logika yang jernih untuk menjadikan sesuatu yang dimulai dengan emosional ini – sebuah kebersamaan yang membahagiakan.

Namun, ingatlah tidak ada pribadi yang sempurna, tetapi cinta yang sempurna bisa Anda bangun. Tidak ada pribadi yang sempurna, seperti juga Anda yang tidak mungkin sempurna.

Sadarilah, kehidupan ini menjadi sangat indah bagi mereka yang menginginkan apa pun yang telah dimilikinya.

Disitulah terletak sumber dari rasa syukur yang syahdu. Dan dari situ-lah berkembang kepekaan dari pandangan, pendengaran dan perasaan Anda mengenai keindahan dunia yang telah menyeru kepada Anda sejak kelahiran Anda.

Begitu dulu ya, Saudari Hana. Semoga membantu.

Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh


Extracted by
Liana Mariyanti


solusi untuk pertanyaan Kurang Bersyukur-kah Saya
pada kolom What Do I Really Want
tag: pasangan, ragu, kasih, cinta

Temukan Solusi atas Problem Anda di kolom What Do I Really Want

mencari solusi atas problem Anda pada lebih dari 805 solusi yang kami sediakan di kolom What Do I Really Want

Solusi lain yang terkait dengan pertanyaan: Kurang Bersyukur-kah Saya
Mengetahui Potensi Diri, ditanyakan oleh Saudara Heru - 14/11/2008

Bagaimana Cara Menanggalkan Egoisme Dan Mendasarkan Kerendahan Hati Dalam Kehidupan Keluarga, ditanyakan oleh Bapak Antoni - 26/11/2007

Antara Realita Dan Prinsip, ditanyakan oleh Saudari Fitri Sumiati - 22/8/2008

Bolehkah Menjadi “Robin Hood”, ditanyakan oleh Bapak Awang Riswana - 1/7/2007

Lanjut Bekerja Atau Pindah, ditanyakan oleh Bapak Santoso - 28/11/2008

Pilihan Bekerja, Pindah Kerja Atau Usaha, ditanyakan oleh Bapak Bintang Aulia - 25/11/2008

Mencari Jati Diri Di Saat Bingung, ditanyakan oleh Bapak Lukas Surya Winata - 5/12/2008

Bagaimana Agar Saya Bisa Menjadi Seorang Yang Optimis, ditanyakan oleh Ibu Yohanita Yanti - 22/4/2009

Ingin Membeli Rumah, ditanyakan oleh Bapak Sutrisno - 9/3/2008

Memotivasi Teman Yang Menjadi Bawahan, ditanyakan oleh Bapak Lekmin - 2/12/2008

Nasib Dan Peruntungan, ditanyakan oleh Bapak Ilham Maloga - 1/7/2007

Sikap Dan Perilaku Profesional, ditanyakan oleh Bapak Lilik Hadijanto - 25/8/2007

Bagaimana Memaksimalkan Potensi Saya, ditanyakan oleh Saudara Andreas - 27/11/2007

Takut Memulai Bisnis Karena Belum Memiliki Pandangan, ditanyakan oleh Saudara Dwi Kurniawan - 11/12/2008

Bingung Memilih Pendamping Yang Sesuai, ditanyakan oleh Saudari Penny - 13/4/2009

Cantik & Pandai Tapi Karier Biasa-biasa Saja, ditanyakan oleh Ibu Naina Zulfa - 1/7/2007

Apakah Yang Harus Saya Lakukan Untuk Mencapai Cita-cita, ditanyakan oleh Bapak Priyono Santoso - 27/2/2008

Ingin Dapat Diterima Di Lingkungan Perkerjaan, ditanyakan oleh Ibu Yuli Arti - 19/11/2007

Bagaimana Sikap Menghadapi Mitra Kerja Yang Licik, ditanyakan oleh Bapak Yanto - 12/1/2009

Solusi Tepat Menciptakan Hubungan Baik, ditanyakan oleh Ibu Sari - 22/9/2008