what do i really want

Salam Super Pak Mario,

Kadang sifat khawatir atau takut selalu membayangi, menghambat kemajuan dalam menggapai harapan,. Butuh keberanian dan perjuangan yang besar untuk merubah yang telah melekat didiri terlalu lama. Perubahan yang dilakukan terkadang jauh dari harapan, dan kekhawatiran itupun terjadi. Begitulah yang terjadi pada saya.
Kegagalan dari wirausaha yang saya lakukan membuat saya putus asa, dan rasa percaya diri sayapun mulai hilang untuk mencoba bangkit lagi. Langkah yang saya ambil ini, adalah dengan Nekad dan Tekad yang sungguh-sungguh yang tak lain mencoba merubah hidup.
Pak Mario dan sahabat super yang saya cintai, apakah  langkah yang saya  ambil ini dengan Nekad dan Tekad cukup untuk menghilangkan kekhawatiran, dan bagaimana menumbuhkan percaya diri kembali setelah mengalami kegagalan.  Mohon saran dan masukannya Pak juga sahabat super Indonesia.

Terima kasih dan Salam Super

Bapak Wowo dari Medan
ditanyakan pada Senin, 16 Maret 2009 20:26:25 +0700


Mario Teguh menjawab:


Bapak Wowo yang baik, saya mengerti perasaan Anda saat ini.

Anjurannya untuk Anda adalah, jangan lah menjadikan kemungkinan adanya kegagalan sebagai pembatal keinginan kita untuk mencapai kebesaran yang telah menjadi hak kita.  Namun, beranikanlah diri Anda. Karena Anda tidak akan mungkin mendekati keberhasilan, bila Anda tidak juga ramah kepada kegagalan.

Sadarilah, kita semua punya masalah. Ketika Anda merasa khawatir, Anda melipagandakannya. Maka janganlah khawatir. Bergembiralah.  Karena, fokus Anda pada kekhawatiran – akan membuat kaki dan tangan Anda dingin dan kaku. Dan dengannya langkah Anda – bergetar, dan pandangan Anda – nanar.

Dan, hanya orang takut yang bisa berani.

Sebetulnya, ada tidak kemungkinan yang bisa timbul sebagai akibat dari keputusan kita, yaitu berhasil, impas atau gagal. Berhasil adalah keberhasilan untuk tidak impas. Sedangkan impas, adalah berhasil untuk tidak gagal. Keberanian datang dari keberhasilan kita untuk menghormati rasa takut, bukan dari melecehkan rasa takut.

Begitu dulu ya, Bapak Wowo. Please keep up the super spirit.

Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh


Extracted by
Liana Mariyanti


solusi untuk pertanyaan Menumbuhkan Percaya Diri Yang Hilang
pada kolom What Do I Really Want
tag: khawatir, takut, gagal, percaya diri, berani

Temukan Solusi atas Problem Anda di kolom What Do I Really Want

mencari solusi atas problem Anda pada lebih dari 805 solusi yang kami sediakan di kolom What Do I Really Want

Solusi lain yang terkait dengan pertanyaan: Menumbuhkan Percaya Diri Yang Hilang
Mencari Visi Dan Mewujudkannya., ditanyakan oleh Bapak Fabian Aliudin - 6/11/2007

Bagaimana Mengetahui Apa Tujuan Kita Dan Cara Untuk Mencapainya, ditanyakan oleh Bapak M. Thamrin - 22/4/2009

Masalah Menghadapi Hidup Tanpa Modal Usaha, ditanyakan oleh Saudara Deni - 11/2/2009

Bagaimana Mendapatkan Hasil Yang Maksimal Dgn Konsisten, ditanyakan oleh Saudara Marcel - 7/1/2008

Pertentangan Dengan Hati Dalam Menjalankan Tugas, ditanyakan oleh Bapak Ahmad - 26/2/2008

Bagaimana Cara Menghadapi Orang Tua Dengan Benar, ditanyakan oleh Saudara Robi Susilo - 2/4/2009

Impian Punya Usaha Sendiri, ditanyakan oleh Bapak Arman - 23/1/2008

Bagaimana Menjadi Sukses Tanpa Keadaan Yang Mendukung, ditanyakan oleh Bapak Adi Hardianto - 7/9/2008

Apa Yang Saya Tidak Tahu, ditanyakan oleh Bapak Rochman - 25/2/2009

Apa Solusi Untuk Mengatasi Anak Yang Sering Menyakiti Hati Ibunya, ditanyakan oleh Ibu Herawani - 18/2/2009

Cekal Dari Mantan Atasan, ditanyakan oleh Bapak Slamet Gusti - 16/8/2008

Cita-cita Yang Tertunda, ditanyakan oleh Saudara Suraj Khiani - 19/8/2007

Inner Motivation, ditanyakan oleh Bapak Yohanes - 28/11/2007

Menghadapi Boss Yang Cepat Marah, ditanyakan oleh Ibu Maya - 25/11/2008

Solusi Keuangan Bagi Yang Besar Pasak Daripada Tiang, ditanyakan oleh Ibu Titik Sumitro - 2/4/2009

Saya Sangat Mencintai Teman Sma Saya,meski Saya Telah Bersuami, ditanyakan oleh Ibu Nui - 20/4/2009

Persiapan Menghadapi Ujian Nasional, ditanyakan oleh Saudari Noffha - 14/11/2008

Semangat Tidak Konsisten, ditanyakan oleh Saudari Gadis - 8/5/2009

Bagaimana Menstrategikan Pekerjaan, ditanyakan oleh Bapak Muhammad Djuhdi - 21/4/2009

Harus Loyal Atau Resign, ditanyakan oleh Ibu Tria - 27/8/2007