what do i really want

Salam Super Pak Mario,

Saya adalah gadis 25 tahun, saat ini bekerja disalah satu universitas negeri didaerah saya walau hanya sebagai staf. Jujur Pak Mario saya tidak mencintai pekerjaan saya, sebab hidup saya terbelenggu, tidak ada tantangan berarti dilingkungan kerja. Untuk keluar dari Pegawai Negeri Sipil , terlalu berat juga sebab di saat seperti ini terlalu sulit mencari pekerjaan, apalagi saya tidak punya kerja sampingan. Saat ini saya menjalin hubungan dengan pria tapi pekerjaannya serabutan (non PNS), saya sudah merasa enjoy dengan hubungan itu, tetapi orangtua menginginkan pasangan hidup harus bekerja tetap, minimal PNS. Saya benci paradigma berfikir yang mengatakan harus menjadi PNS baru bisa terjamin hidupnya. Pak Mario saya butuh sarannya, bagaimana harus memberikan pandangan pada orangtua, apa yang harus saya lakukan agar tetap menjalin hubungan dengan pacar saya, dan mestikah harus keluar dari PNS agar saya bisa enjoy?

Terima kasih dan Salam Super

Ibu Mustika dari Palu
ditanyakan pada Senin, 02 Februari 2009 12:08:49 +0700


Mario Teguh menjawab:


Ibu Mustika yang baik, terima kasih atas kepercayaan dan kesabaran Mustika

Ingatlah, jangan pernah menerima pekerjaan yang tidak Anda sukai.

Karena bila Anda menyukai pekerjaan Anda, Anda akan menyukai diri Anda sendiri. Anda berkesempatan lebih besar untuk berhasil dalam hal-hal yang Anda sukai, karena Anda akan mudah mendorong diri Anda sendiri untuk mengetahui lebih banyak dan lebih terampil dalam pekerjaan Anda. Dan yang lebih penting lagi, Anda akan melihat masalah dan kesulitan sebagai biaya yang wajar untuk mencapai keberhasilan.
Namun, bila Anda terpaksa melakukan yang tidak sepenuhnya Anda sukai, minimal Anda sedang merencanakan untuk menemukan atau menciptakan pekerjaan yang Anda sukai.

Dan bila upaya untuk mendatangkan perubahan itu akan menuai penolakan dari lingkungan , katakanlah kepadanya bahwa semua upaya perubahan akan berhadapan dengan tantangan – bahkan bila perubahan itu bergerak dari kesulitan menuju ke kemudahan.

Ramahlah kepada orang-orang yang meragukan Anda

Karena mereka harus Anda jadikan rekan-rekan yang ”merayakan” keberhasilan Anda. Tidak usah membalas dengan keburukan yang sebanding, karena itu akan membuat Anda turun ke tingkat semangat Anda untuk menjadi orang yang sabar dan ”menempel” pada kesungguhan yang baik.

Keep it on track. Katakan ”nanti” karena nanti adalah satu-satunya waktu di mana orang lain bisa melihat kualitas asli kita melalui pembuktian nyata. Keberhasilan biasanya tergolek di depan, tidak dekat tempat berangkat. Jadi memang Anda diminta bersabar.

Begitu dulu ya, Ibu Mustika. Please keep up the super spirit.

Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh


Extracted by
Liana Mariyanti


solusi untuk pertanyaan Mestikah Harus Pns
pada kolom What Do I Really Want
tag: pekerjaan, suka, profesi, pns, orang tua

Temukan Solusi atas Problem Anda di kolom What Do I Really Want

mencari solusi atas problem Anda pada lebih dari 805 solusi yang kami sediakan di kolom What Do I Really Want

Solusi lain yang terkait dengan pertanyaan: Mestikah Harus Pns
Dua Kali Gagal Bertunangan, ditanyakan oleh Saudari Marsini - 10/9/2008

Bagaimana Mengetahui Apa Tujuan Kita Dan Cara Untuk Mencapainya, ditanyakan oleh Bapak M. Thamrin - 22/4/2009

Masa Lalu Membayangi Usaha, ditanyakan oleh Bapak Sutardjo - 24/8/2007

Teguh Memegang Cita-cita, ditanyakan oleh Ibu Dewi Zakiah - 25/4/2007

Tidak Percaya Dengan Kemampuan Diri Sendiri, ditanyakan oleh Saudari Yani - 13/4/2009

Apakah Yang Saya Butuhkan Seorang Mentor, ditanyakan oleh Bapak Anton - 11/2/2009

Hilang Kepercayaan Terhadap Atasan, ditanyakan oleh Ibu Nadine Inaya - 26/11/2007

Kemanakah Arah Masa Depan Saya, ditanyakan oleh Bapak Aldo - 20/11/2008

Penjelasan Mengenai Cinta Itu Gila, ditanyakan oleh Saudara Andi Prabowo - 24/9/2008

Motivasi Dan Hambatan Karir Pns, ditanyakan oleh Bapak Fajar - 23/5/2008

Mungkinkah Saya Berhasil Bangkit Dari Keterpurukan Kondisi Keuangan Keluarga, ditanyakan oleh Bapak Hendro - 12/10/2008

Bagaimana Cara Untuk Terus Menyemangati Diri, ditanyakan oleh Saudari Cornia - 5/12/2008

Kegalauan Saya, ditanyakan oleh Saudari Angrum Gilang Paramita - 20/8/2007

Bagaimana Caranya Agar Berani Keluar Dari Zona Nyaman, ditanyakan oleh Bapak Suminto - 12/11/2008

Kurang Bersyukur-kah Saya, ditanyakan oleh Saudari Hana - 29/1/2009

Investasi Berlandaskan Agama, ditanyakan oleh Bapak Ade Hikmatullah - 16/12/2007

Bagaimana Menumbuhkan Visi Yang Hilang, ditanyakan oleh Saudari Eka Anita - 12/9/2007

Benarkah Perasaan Saya Seperti Ini, ditanyakan oleh Saudara Nopi Riansyah - 22/8/2007

Apakah Saya Harus Kehilangan Teman Dan Keluarga Bila Saya Mengikuti Kata Hati, ditanyakan oleh Ibu Nadia - 20/1/2009

Masalah Rumah Tangga, ditanyakan oleh Ibu Sri Rezeki - 14/4/2009