Salam Super Bapak Mario.
Saya seorang mahasiswa yang sangat percaya bahwa PROSES adalah SEGALANYA bila dibandingkan dengan HASIL.
Hal tersebut juga saya TERAPKAN pada berbagai hal dalam kehidupan saya, termasuk urusan hubungan dengan lawan jenis. Saya pernah memiliki seorang kekasih yang kini ia telah memiliki kekasih lain namun kami masih cukup intens berhubungan.
Ia pun mengakui masih mencintai saya. Tetapi ia tidak kuasa memutuskan kekasihnya karena sudah terlampau dekat dengan keluarga kekasihnya.
Ia merasa tidak enak hati. Hal tersebut tidak serta merta membuat saya menyerah untuk tetap menjaga hatinya untuk saya.
Saya pikir, inilah prosesnya. Namun yang kini saya bingungkan adalah sampai kapankah kita melakukan PROSES tersebut?
Adakah yang sebaiknya dijadikan patokan kapan harus mengakhiri PERJUANGAN? Karena saya sulit mengakhiri perjuangan yang belum pasti jawabannya.
Terima Kasih banyak, Bapak Mario.
Salam super.
Ibu Anita dari Depok
ditanyakan pada Jumat, 05 September 2008 15:10:44 +0700
Bagaimana Cara Mengetahui Potensi Diri, ditanyakan oleh Saudara Pangondian - 5/1/2009
Menghilangkan Perasaan Bersalah Yang Berkepanjangan, ditanyakan oleh Saudara Andra - 4/5/2009
Bagaimana Cara Membantu Kekasih Agar Dapat Bersikap Jujur Dan Baik, ditanyakan oleh Saudari Shinta Anggraini - 27/11/2009
Bagaimana Bersikap Baik Terhadap Mertua, ditanyakan oleh Ibu Sri Wahyuni - 14/4/2009
Bagaimana Kita Bersikap Terhadap Suami Yang Memiliki Wanita Idaman Lain, ditanyakan oleh Saudari Maia - 14/4/2009
Kerja Yang Berpindah-pindah Perusahaan, ditanyakan oleh Bapak Ardy Wiranata - 31/3/2009
Bagaimana Cara Untuk Membangkitkan Semangat Kerja, ditanyakan oleh Saudari Ade - 9/2/2009
Bagaimana Penyelesaian Tugas Akhir Dengan Baik, ditanyakan oleh Saudara Agung Hariyanto - 22/4/2009
Bagaimana Menikmati Pekerjaan Di Lingkungan Yang Kurang Positif, ditanyakan oleh Ibu Ari - 14/4/2009
Masalah Rumah Tangga, ditanyakan oleh Ibu Sri Rezeki - 14/4/2009
Kemantapan Hati, ditanyakan oleh Ibu Wina - 31/3/2009
Menyesali Keputusan Di Masa Lalu, ditanyakan oleh Ibu Dandida - 28/4/2009
Berkompromi Dengan Keinginan Suami, ditanyakan oleh Ibu Nur Adinda - 22/4/2009
Bagaimana Caranya Beradaptasi Dengan Baik, ditanyakan oleh Saudara Edwin - 18/4/2009
Memulai Usaha Sampingan, ditanyakan oleh Bapak Ralim - 30/3/2009
Bagaimana Menghadapi Suami Yang Egois, ditanyakan oleh Saudari Patra Eve - 17/4/2009
Krisis Percaya Diri, ditanyakan oleh Saudari Jamilah - 12/4/2009
Suamiku Sayang, Suamiku Patung, ditanyakan oleh Ibu Trysa - 11/4/2009
Ingin Berganti Bidang Pekerjaan, ditanyakan oleh Saudari Ayu - 28/4/2009








