Salam Super Pak Mario,
Saya fans berat Anda di O Channel, akhirnya kesampaian juga konsultasi dengan Bapak secara pribadi. Saya seorang ibu dengan 1 orang anak yang baru berusia 11 bulan. Saat ini sedang merintis home base business. Sebelumnya bekerja sebagai Asisten Manager di salah satu perusahaan terkemuka. Saya resign tepat 5 bulan sebelum menikah dan 3 bulan kemudian suami saya juga resign karena mau merintis bisnis baru.
Yang menjadi masalah bagi saya sekarang adalah bisnis suami saya yang sampai saat ini belum menampakkan hasil, sudah beberapa tahun ini waktu digunakan untuk riset, saya sering kali menanyakan perkembangan bisnisnya tapi jawaban selalu mengambang, saya juga berusaha untuk meyakinkannya agar mau melihat peluang bisnis lain, tapi tampaknya suami saya tidak bergeming. Untuk kembali bekerja lagi secara profesional suami saya juga enggan padahal dengan background pendidikan yang dia miliki mudah baginya untuk memilih.
Pertanyaan saya, apa yg harus saya lakukan untuk meyakinkannya agar mau melihat peluang bisnis yang lain? Haruskah saya terus mendukung, sampai kapan? Karena bagaimanapun kesabaran saya ada batasnya dan saya juga harus memikirkan nasib dan masa depan keluarga kami. Suami saya berasal dari keluarga yang mapan dan terpenuhi semuanya dari kecil, saya takut kalo itu membentuk karakternya menjadi terlalu santai.
Mohon nasehatnya ya Pak Mario.
Terima kasih dan Salam Super
Ibu Vera dari Jakarta
ditanyakan pada Selasa, 13 Januari 2009 01:54:14 +0700
Saya fans berat Anda di O Channel, akhirnya kesampaian juga konsultasi dengan Bapak secara pribadi. Saya seorang ibu dengan 1 orang anak yang baru berusia 11 bulan. Saat ini sedang merintis home base business. Sebelumnya bekerja sebagai Asisten Manager di salah satu perusahaan terkemuka. Saya resign tepat 5 bulan sebelum menikah dan 3 bulan kemudian suami saya juga resign karena mau merintis bisnis baru.
Yang menjadi masalah bagi saya sekarang adalah bisnis suami saya yang sampai saat ini belum menampakkan hasil, sudah beberapa tahun ini waktu digunakan untuk riset, saya sering kali menanyakan perkembangan bisnisnya tapi jawaban selalu mengambang, saya juga berusaha untuk meyakinkannya agar mau melihat peluang bisnis lain, tapi tampaknya suami saya tidak bergeming. Untuk kembali bekerja lagi secara profesional suami saya juga enggan padahal dengan background pendidikan yang dia miliki mudah baginya untuk memilih.
Pertanyaan saya, apa yg harus saya lakukan untuk meyakinkannya agar mau melihat peluang bisnis yang lain? Haruskah saya terus mendukung, sampai kapan? Karena bagaimanapun kesabaran saya ada batasnya dan saya juga harus memikirkan nasib dan masa depan keluarga kami. Suami saya berasal dari keluarga yang mapan dan terpenuhi semuanya dari kecil, saya takut kalo itu membentuk karakternya menjadi terlalu santai.
Mohon nasehatnya ya Pak Mario.
Terima kasih dan Salam Super
Ibu Vera dari Jakarta
ditanyakan pada Selasa, 13 Januari 2009 01:54:14 +0700
Temukan Jawaban atas Permasalahan Anda di kolom What Do I Really Want
Jawaban lain dari Pak Mario yang terkait dengan pertanyaan:
Bagaimana Cara Menghadapi Suami Yang Tidak Bekerja, ditanyakan oleh Ibu Dian - 10/2/2009
Bagaimana Cara Mengetahui Potensi Diri, ditanyakan oleh Saudara Pangondian - 5/1/2009
Menghilangkan Perasaan Bersalah Yang Berkepanjangan, ditanyakan oleh Saudara Andra - 4/5/2009
Bagaimana Cara Membantu Kekasih Agar Dapat Bersikap Jujur Dan Baik, ditanyakan oleh Saudari Shinta Anggraini - 27/11/2009
Bagaimana Bersikap Baik Terhadap Mertua, ditanyakan oleh Ibu Sri Wahyuni - 14/4/2009
Bagaimana Kita Bersikap Terhadap Suami Yang Memiliki Wanita Idaman Lain, ditanyakan oleh Saudari Maia - 14/4/2009
Kerja Yang Berpindah-pindah Perusahaan, ditanyakan oleh Bapak Ardy Wiranata - 31/3/2009
Bagaimana Cara Untuk Membangkitkan Semangat Kerja, ditanyakan oleh Saudari Ade - 9/2/2009
Bagaimana Penyelesaian Tugas Akhir Dengan Baik, ditanyakan oleh Saudara Agung Hariyanto - 22/4/2009
Bagaimana Menikmati Pekerjaan Di Lingkungan Yang Kurang Positif, ditanyakan oleh Ibu Ari - 14/4/2009
Masalah Rumah Tangga, ditanyakan oleh Ibu Sri Rezeki - 14/4/2009
Kemantapan Hati, ditanyakan oleh Ibu Wina - 31/3/2009
Menyesali Keputusan Di Masa Lalu, ditanyakan oleh Ibu Dandida - 28/4/2009
Berkompromi Dengan Keinginan Suami, ditanyakan oleh Ibu Nur Adinda - 22/4/2009
Bagaimana Caranya Beradaptasi Dengan Baik, ditanyakan oleh Saudara Edwin - 18/4/2009
Memulai Usaha Sampingan, ditanyakan oleh Bapak Ralim - 30/3/2009
Bagaimana Menghadapi Suami Yang Egois, ditanyakan oleh Saudari Patra Eve - 17/4/2009
Krisis Percaya Diri, ditanyakan oleh Saudari Jamilah - 12/4/2009
Suamiku Sayang, Suamiku Patung, ditanyakan oleh Ibu Trysa - 11/4/2009
Ingin Berganti Bidang Pekerjaan, ditanyakan oleh Saudari Ayu - 28/4/2009











