Salam super Pak Mario
Saya Sukirno, umur 29 tahun. Saya adalah lulusan SLTA, sedangkan isteri saya adalah calon sarjana. Saya baru saja menikah 4 bulan yang lalu.
Saya memiliki masalah yang menurut saya berat. Dalam seminggu bisa terjadi 2-4 kali kami bertengkar / rebut. Ada saja masalah yang timbul , dan biasanya saya berusaha mengalah agar tidak panjang ributnya. Pernah suatu ketika saya tidak mampu menahan emosi, sehingga meladeni kemarahan isteri dengan kemarahan pula, tapi isteri saya malah semakin menjadi marah dengan mengeluarkan kata-kata kasar dan membanting perabotan rumah tangga. Hingga timbul pemikiran saya untuk bercerai.
Menurut Bapak, apakah yang perlu saya perbaiki sehingga dihargai oleh isteri ?
Mohon solusinya Pak.
Terimakasih dan salam super
Bapak Sukirno dari Jambi
ditanyakan pada Kamis, 20 November 2008 11:03:54 +0700
Saya Sukirno, umur 29 tahun. Saya adalah lulusan SLTA, sedangkan isteri saya adalah calon sarjana. Saya baru saja menikah 4 bulan yang lalu.
Saya memiliki masalah yang menurut saya berat. Dalam seminggu bisa terjadi 2-4 kali kami bertengkar / rebut. Ada saja masalah yang timbul , dan biasanya saya berusaha mengalah agar tidak panjang ributnya. Pernah suatu ketika saya tidak mampu menahan emosi, sehingga meladeni kemarahan isteri dengan kemarahan pula, tapi isteri saya malah semakin menjadi marah dengan mengeluarkan kata-kata kasar dan membanting perabotan rumah tangga. Hingga timbul pemikiran saya untuk bercerai.
Menurut Bapak, apakah yang perlu saya perbaiki sehingga dihargai oleh isteri ?
Mohon solusinya Pak.
Terimakasih dan salam super
Bapak Sukirno dari Jambi
ditanyakan pada Kamis, 20 November 2008 11:03:54 +0700
Mario Teguh menjawab:
Bapak Sukirno yang baik,
Saya turut mendoakan semoga Bapak dan Isteri segera dipertemukan kepada pengertian yang sama yang anggun saling asah, asih dan asuh.
Mohon Bapak terima kalimat ini ya, bahwa hanya seorang yang pemarah yang bisa betul-betul bersabar.
Seseorang yang tidak bisa merasa marah – tidak bisa disebut penyabar; karena dia hanya tidak bisa marah. Sedang seorang lagi yang sebetulnya merasa marah, tetapi mengelola kemarahannya untuk tetap berlaku baik dan adil – adalah seorang yang berhasil menjadikan dirinya bersabar.
Dan bila Anda mengatakan bahwa untuk bersabar itu sulit, Anda sangat tepat; karena kesabaran kita diukur dari kekuatan kita untuk tetap mendahulukan yang benar dalam perasaan yang membuat kita seolah-olah berhak untuk berlaku melampaui batas.
Pak Sukirno,
Kemarahan adalah sebuah bentuk nafsu.
Nafsu, adalah kekuatan yang tidak pernah netral, karena ia hanya mempunyai dua arah gerak; yaitu bila ia tidak memuliakan, pasti ia menghinakan.
Maka perhatikanlah ini dengan cermat; bila Anda berpikir dengan jernih dalam memilih tindakan dan cara bertindak dalam kemarahan, nafsu itu akan menjadi kekuatan Anda untuk meninggalkan kemapanan Anda yang sekarang – untuk menuju sebuah kemapanan baru yang lebih tinggi.
Tetapi, bila Anda berlaku sebaliknya, maka ke bawah lah arah pembaruan dari kemampuan Anda.
Itu sebabnya, kita sering menyaksikan seorang berkedudukan tinggi yang terlontarkan dari tingkat kemapanannya, dan kemudian direndahkan – karena ia tidak berpikir jernih dalam kemarahan.
Jadi, katakanlah, tidak ada orang yang cukup penting yang bisa membuat saya marah dan berlaku rendah.
Bila Anda seorang pemimpin (kepala rumah tangga), dan Anda telah menerima tugas untuk meninggikan orang lain (keluarga Anda); maka tidak ada badai, gempa, atau air bah – yang bisa membuat Anda mengurangi nilai Anda bagi kepantasan untuk mengemban tugas itu.
Demikian dulu ya, Bapak Sukirno.
Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh
Extracted by
Team MTPE
solusi untuk pertanyaan Ketidakharmonisan Dalam Keluarga
pada kolom What Is My Future
tag: pengendalian diri, emosi, rumah tangga
Bapak Sukirno yang baik,
Saya turut mendoakan semoga Bapak dan Isteri segera dipertemukan kepada pengertian yang sama yang anggun saling asah, asih dan asuh.
Mohon Bapak terima kalimat ini ya, bahwa hanya seorang yang pemarah yang bisa betul-betul bersabar.
Seseorang yang tidak bisa merasa marah – tidak bisa disebut penyabar; karena dia hanya tidak bisa marah. Sedang seorang lagi yang sebetulnya merasa marah, tetapi mengelola kemarahannya untuk tetap berlaku baik dan adil – adalah seorang yang berhasil menjadikan dirinya bersabar.
Dan bila Anda mengatakan bahwa untuk bersabar itu sulit, Anda sangat tepat; karena kesabaran kita diukur dari kekuatan kita untuk tetap mendahulukan yang benar dalam perasaan yang membuat kita seolah-olah berhak untuk berlaku melampaui batas.
Pak Sukirno,
Kemarahan adalah sebuah bentuk nafsu.
Nafsu, adalah kekuatan yang tidak pernah netral, karena ia hanya mempunyai dua arah gerak; yaitu bila ia tidak memuliakan, pasti ia menghinakan.
Maka perhatikanlah ini dengan cermat; bila Anda berpikir dengan jernih dalam memilih tindakan dan cara bertindak dalam kemarahan, nafsu itu akan menjadi kekuatan Anda untuk meninggalkan kemapanan Anda yang sekarang – untuk menuju sebuah kemapanan baru yang lebih tinggi.
Tetapi, bila Anda berlaku sebaliknya, maka ke bawah lah arah pembaruan dari kemampuan Anda.
Itu sebabnya, kita sering menyaksikan seorang berkedudukan tinggi yang terlontarkan dari tingkat kemapanannya, dan kemudian direndahkan – karena ia tidak berpikir jernih dalam kemarahan.
Jadi, katakanlah, tidak ada orang yang cukup penting yang bisa membuat saya marah dan berlaku rendah.
Bila Anda seorang pemimpin (kepala rumah tangga), dan Anda telah menerima tugas untuk meninggikan orang lain (keluarga Anda); maka tidak ada badai, gempa, atau air bah – yang bisa membuat Anda mengurangi nilai Anda bagi kepantasan untuk mengemban tugas itu.
Demikian dulu ya, Bapak Sukirno.
Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh
Extracted by
Team MTPE
solusi untuk pertanyaan Ketidakharmonisan Dalam Keluarga
pada kolom What Is My Future
tag: pengendalian diri, emosi, rumah tangga
Temukan Solusi atas Problem Anda di kolom What Is My Future
Solusi lain yang terkait dengan pertanyaan:
Mengembalikan Mental Kerja Dan Pikiran, ditanyakan oleh Saudara Prastowo - 23/11/2008

Bagaimana Memotivasi Manager, ditanyakan oleh Ibu Ratih Setyaningrum - 10/3/2008

Tetap Bekerja Atau Menjalankan Usaha, ditanyakan oleh Ibu Yanti - 8/9/2008

Melupakan Masa Lalu Dan Memulai Bekerja Di Tempat Yang Baru, ditanyakan oleh Saudari Lela - 7/6/2009

Apa Yang Harus Saya Lakukan Terhadap Pasangan Yang Menyakiti Hati, ditanyakan oleh Saudari Maya Sari - 2/1/2009

Menghindari Masturbasi, ditanyakan oleh Saudara Haryo - 13/5/2009

Menumbuhkan Semangat Bawahan Dan Sikap Konsisten., ditanyakan oleh Ignatius Darminto - 23/8/2007

Pindah Kerja Atau Bertahan, ditanyakan oleh Saudari Widuri - 28/4/2008

Keluar Dari Keadaaan Yang Sulit, ditanyakan oleh Bapak Eirwan - 23/2/2008

Bagaimana Cara Mengubah Seseorang Menjadi Optimis, ditanyakan oleh Saudara Andy - 1/4/2009

Pekerjaan Tetap, ditanyakan oleh Bapak Isman - 12/12/2008

Apakah Seorang Anak Harus Menuruti Semua Kemauan Orangtua, ditanyakan oleh Saudari Gisela - 15/1/2009

Agar Sukses Cepat Dan Aman Di Mlm, ditanyakan oleh Bapak Toto Gunawan - 30/4/2008

Bagaimana Memposisikan Diri Pada Jabatan, ditanyakan oleh Bapak Suhardiman - 7/5/2008

Menyelesaikan Berbagai Masalah, ditanyakan oleh Bapak Rachmad Harry - 7/8/2007

Keluar Dari Rasa Tidak Nyaman, ditanyakan oleh Ibu Chatarina - 27/7/2007

Pilihan Yang Benar Atau Salah, ditanyakan oleh Bapak Guntur - 19/11/2007

Sulitnya Membangun Sebuah Tim Penjualan, ditanyakan oleh Saudara Josef Latumahina - 22/8/2007

Sikap Kepada Atasan Yang Tidak Melakukan Tugas Sebagaimana Mestinya, ditanyakan oleh Bapak Suryadi - 16/4/2009

Bagaimana Membangun Diri Yang Telah Jatuh Karena Cinta, ditanyakan oleh Saudari Nurul - 4/9/2009

Bagaimana Memotivasi Manager, ditanyakan oleh Ibu Ratih Setyaningrum - 10/3/2008
Tetap Bekerja Atau Menjalankan Usaha, ditanyakan oleh Ibu Yanti - 8/9/2008
Melupakan Masa Lalu Dan Memulai Bekerja Di Tempat Yang Baru, ditanyakan oleh Saudari Lela - 7/6/2009
Apa Yang Harus Saya Lakukan Terhadap Pasangan Yang Menyakiti Hati, ditanyakan oleh Saudari Maya Sari - 2/1/2009
Menghindari Masturbasi, ditanyakan oleh Saudara Haryo - 13/5/2009
Menumbuhkan Semangat Bawahan Dan Sikap Konsisten., ditanyakan oleh Ignatius Darminto - 23/8/2007
Pindah Kerja Atau Bertahan, ditanyakan oleh Saudari Widuri - 28/4/2008
Keluar Dari Keadaaan Yang Sulit, ditanyakan oleh Bapak Eirwan - 23/2/2008
Bagaimana Cara Mengubah Seseorang Menjadi Optimis, ditanyakan oleh Saudara Andy - 1/4/2009
Pekerjaan Tetap, ditanyakan oleh Bapak Isman - 12/12/2008
Apakah Seorang Anak Harus Menuruti Semua Kemauan Orangtua, ditanyakan oleh Saudari Gisela - 15/1/2009
Agar Sukses Cepat Dan Aman Di Mlm, ditanyakan oleh Bapak Toto Gunawan - 30/4/2008
Bagaimana Memposisikan Diri Pada Jabatan, ditanyakan oleh Bapak Suhardiman - 7/5/2008
Menyelesaikan Berbagai Masalah, ditanyakan oleh Bapak Rachmad Harry - 7/8/2007
Keluar Dari Rasa Tidak Nyaman, ditanyakan oleh Ibu Chatarina - 27/7/2007
Pilihan Yang Benar Atau Salah, ditanyakan oleh Bapak Guntur - 19/11/2007
Sulitnya Membangun Sebuah Tim Penjualan, ditanyakan oleh Saudara Josef Latumahina - 22/8/2007
Sikap Kepada Atasan Yang Tidak Melakukan Tugas Sebagaimana Mestinya, ditanyakan oleh Bapak Suryadi - 16/4/2009
Bagaimana Membangun Diri Yang Telah Jatuh Karena Cinta, ditanyakan oleh Saudari Nurul - 4/9/2009






