Saya seorang mahasiswa tingkat akhir di Yogyakarta. Saya ingin bertanya mengapa saya selalu diliputi oleh penyesalan yang terus menerus, misalnya saat saya SMA saya selalu menyesal kenapa sewaktu SMP tidak melakukan hal seperti ini atau menggunakan waktu sebaik-baiknya, sewaktu kuliah pun begitu menyesali waktu yang dihabiskan di SMA, hinggga sekarang saya terus menyesali kehidupan saya. Bagaimana cara menghilangkan perasaan dan pikiran ini. Dan yang kedua saya merasa tidak memiliki bakat apapun? Apakah saya dosa jika berpikir seperti ini? Dan terakhir saya selalu berkhayal yang tidak akan mungkin terjadi pada diri sendiri? Mohon saran bagaimana jalan keluarnya.
Saudara Taufik dari Yogyakarta
ditanyakan pada Rabu, 22 Agustus 2007 18:49:31 +0700
Terima kasih atas pertanyaan baik Anda.
... seandainya saja dulu saya bersikap lebih baik...
Pernyataan itu adalah pernyataan orang yang menyesal karena memilih-milih kualitas sikap yang digunakannya untuk memperlakukan apa pun yang sedang dihadapinya. Dia memilih sebuah sikap yang sesuai dengan penghargaannya terhadap sesuatu itu. Dan yang tidak disadarinya, adalah dia bisa salah menghargai, yang kemudian membuatnya salah memilih sikap.
Karena kita bisa salah dalam menghargai orang lain dan kesempatan, maka perintah-Nya kepada kita, Anda dan saya adalah untuk selalu menggunakan sikap terbaik kita.
Anda bisa menjadi apa pun yang Anda inginkan, bila Anda bersedia melakukan apa pun yang diperlukan untuk menjadi yang Anda inginkan. Janganlah kecilkan nilai dari keinginan-keinginan Anda, hanya karena orang lain melihat keinginan Anda sebagai impian di siang hari. Katakanlah kepada mereka yang kurang cukup mengerti itu, bahwa impian yang paling berbahaya adalah impian di saat mereka dan Anda – sedang terjaga.
Saudara Taufik yang baik, tolong katakan pada diri Anda : jadi saya siapkan diri saya sebaik mungkin, sehingga bila sebuah kesempatan datang – saya sudah siap. Tetapi bila sebuah kesempatan datang pada urusan yang saya tidak siap, itu tanda bahwa saya harus memperbaiki persiapan saya. Lalu saya akan siap untuk-nya saat dia datang lagi.
Itu sebabnya saya damai.
Begitu dulu ya, Saudara Taufik.
Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh
Extracted by
Elisa Christanto
solusi untuk pertanyaan Penyesalan
pada kolom What Is My Future
tag: menghargai, kesempatan, damai
Selalu Gagal Dalam Memotivasi Diri Sendiri, ditanyakan oleh Bapak Arya - 8/1/2009
Bingung Mulai Usaha, ditanyakan oleh Bapak Hepni - 22/1/2008
Memutusan Berhenti Dari Pekerjaan, ditanyakan oleh Saudara Yudhi - 14/9/2007
Delema Hati Dengan Pekerjaan, ditanyakan oleh Ibu Icha - 24/7/2008
Menjadi Nahkoda Keluarga Yang Di Teladani Anak-anak, ditanyakan oleh Bapak Yogi Pramono - 30/10/2007
Prioritas Antara Pengalaman Kerja Atau Gaji Yang Besar, ditanyakan oleh Bapak Triono - 28/8/2007
Jenuh Dengan Pekerjaan, ditanyakan oleh Ibu Elly Hendriani - 9/12/2007
Bingung Dengan Hasil Peningkatan Kualitas Diri, ditanyakan oleh Bapak Kandiawan Putra Kuri - 11/11/2007
Tindakan Yang Harus Dilakukan, ditanyakan oleh Bapak Arifin - 1/7/2007
Mengatasi Rasa Takut Dan Galau Menghadapi Ujian, ditanyakan oleh Saudara Reza - 7/4/2009
Apa Yang Saya Inginkan Apabila Semua Yang Saya Inginkan Sudah Terkabul, ditanyakan oleh Saudari Risma - 27/2/2009
Sulitnya Mencari Pekerjaan, ditanyakan oleh Saudara Rizki - 20/11/2008
Modal Utama Buka Usaha Jasa, ditanyakan oleh Bapak Jonathan - 14/1/2009
Menghilangkan Rasa Takut, Kuatir Dan Malu, ditanyakan oleh Bapak Widodo - 26/11/2008
Sukses Mengatasi Keterpurukan, ditanyakan oleh Saudara Anggadita Bayu H N - 1/11/2007
Usaha Pertanian, ditanyakan oleh Bapak Adam Arifiyanto - 17/12/2008
Agar Suami Mau Meluangkan Waktu Untuk Keluarga, ditanyakan oleh Ibu Linda Puspitasari - 13/4/2009
Wanita Dan Karir, ditanyakan oleh Saudara Muhammad Sholeh - 20/11/2008
Bagaimana Membuat Pilihan Yang Berkualitas Dalam Kehidupan, ditanyakan oleh Bapak Hendra - 30/8/2007












