Ijinkan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu.
Saya Jonatan, sudah bekerja sebagai Internal Control selama hampir 3 tahun, sebelumnya sebagai Accounting selama hampir 4 tahun.
Saya sangat berkesan sekali waktu pertama kali menonton acara yang Bapak pandu, pada saat itu sebenarnya saya ingin sekali menelpon untuk bertanya namun sepertinya susah sekali untuk masuk.
Untuk itu saya kirim pertanyaan melalui mail ini.
1. Saat ini saya bekerja di salah satu perusahaan yang lumayan besar sebagai Internal Control (masih satu divisi dengan Internal Audit), selama melakukan pekerjaan terkadang saya mengalami dilema yaitu jika saya melakukan tugas saya dengan baik maka atasan saya senang namun ada departemen lain yang tidak senang karena saya tindak terhadap kesalahannya, tapi sebaliknya jika saya tidak melakukan tugas dengan baik, maka departemen yang saya control senang namun atasan saya yang tidak senang karena saya dianggap lalai.
Oleh karena itu saya mohon sarannya apa yang harus saya lakukan ?
2. Mengenai penilaian akhir tahun, saya merasa bahwa penilaian bukan berdasarkan kinerja tetapi berdasarkan quota, hal inilah yang menurut saya tidak fair, bagaimana mungkin ada orang yang dalam 1 tahunnya tidak masuk karena "pura pura sakit" sebanyak 29 kali bisa dapat nilai A, dan ada lagi yang orang tidak ada kerjaan (normaly kerja 1 hari = 7 jam) tapi orang ini jika dihitung efektif kerja mungkin hanya 1 - 2 jam saja dalam sehari, tapi bisa dapat A.
Sedangkan saya dapat B, dan masih ada lagi beberapa orang yang nasibnya
sama seperti saya.
Apakah yang harus saya lakukan untuk mendapatkan nilai A ?
3. Apakah pekerjaan ini cocok dengan saya ?
4. Apakah harus pindah perusahaan ?
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Bapak Jonatan
ditanyakan pada Minggu, 15 Juli 2007 16:27:54 +0700
Terima kasih atas pertanyaan Anda yang sangat baik,
Pak Jonatan yang baik, ketulusan mungkin terlihat sederhana dan santun, tetapi ia memiliki kekuatan yang dijamin oleh keajaiban.
Karena ketulusan Anda, apa pun yang Anda lakukan menjadi ungkapan kasih sayang Anda kepada siapa pun yang menerima hasil dari pekerjaan Anda. Dengannya, Anda akan selalu tampil setia kepada cara-cara yang baik; dan itu adalah jaminan bagi yang menyaksikan - bahwa tidak ada dalam diri Anda - kemampuan untuk merugikan mereka.
Dan, bila Anda tulus menerima tugas untuk menjadi pribadi yang baik, Anda hanya akan memilihkan cara-cara yang baik - bagi mereka yang melukai Anda, dan mendoakan agar mereka menjadi pribadi yang tidak sesuai lagi bagi pembalasan dari alam.
Pak Jonatan yang baik, ketulusan adalah kejujuran yang sibuk bekerja.
Yakinilah bahwa hanya kita yang bekerja - yang bisa mencapai keberhasilan. Mereka yang sibuk dalam ketidak-jujuran - sebetulnya berlaku seperti sibuk di atas kursi goyang. Memang banyak yang mereka lakukan dan yang mungkin mereka kumpulkan - tetapi mereka tidak akan sampai ke manapun. Kejujuran adalah sesuatu yang mudah dimengerti tetapi paling sulit disetiai. Kejahatan adalah sesuatu yang mengerikan - tetapi paling mudah dimulai.
Pak Jonatan yang penyayang, ketulusan adalah kelurusan.
Anda adalah anak panah yang lurus - bila Anda tulus. Tidak ada orang yang akan memanahkan panah bengkok, karena panah bengkok hanya akan melingkar dan melukai diri sang pemanah.
Maka, bila pandangan Anda jauh, cita-cita Anda tinggi, dan telah jelas apa yang betul-betul Anda inginkan - jadilah panah yang mudah ditembakkan. Dan bila belum jelas bagi Anda - pandangan, cita-cita, dan apa yang Anda inginkan, jadilah panah yang lebih lurus lagi, karena Anda harus lebih berserah kepada Sang Pemanah.
Untuk pertanyaan lainnya, mohon kesediaan Pak Jonatan untuk mengunjungi website kami, www.successreference.web.id untuk kemudian temukan jawaban atas pertanyaan sejenis.
Begitu dulu ya, Bapak Jonatan.
Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh
Extracted by
Brilianti Widiastuti
solusi untuk pertanyaan Bertindak Dan Bersikap Dengan Tegas
pada kolom What Will Stop Me
tag: tegas, tugas, kasih, setia, mulai, tulus, kemampuan, hormat, harga
Bagaimana Agar Saya Tidak Mudah Tertarik Dengan Wanita Lain Yang Bukan Isteri Saya, ditanyakan oleh Bapak Yudistira - 20/4/2009
Bagaimana Menggapai Masa Depan Jika Biaya Kuliah Tidak Memadai, ditanyakan oleh Saudara Cahyono - 16/10/2009
Saya Tidak Mempercayai Diri Saya Sendiri, ditanyakan oleh Saudari Hartati - 13/6/2009
Karir Yang Tidak Berkembang, ditanyakan oleh Bapak Andy Faisal - 6/11/2007
Benarkah Keputusan Yang Akan Dipilih, ditanyakan oleh Bapak Kelly - 19/9/2007
Bagaimana Membesarkan Anak Dengan Baik, ditanyakan oleh Ibu Lies - 23/12/2008
Penyesalan, ditanyakan oleh Saudara Taufik - 22/8/2007
Bagaimana Menyikapi Orang Yang Tidak Menghargai Kita, ditanyakan oleh Saudari Devita - 3/9/2007
Rasa Bimbang Mengambil Keputusan, ditanyakan oleh Bapak Irwan - 5/11/2007
Menghadapi Penyesalan, ditanyakan oleh Saudari Melly - 25/11/2008
Cukupkah Merubah Sikap Atau Cari Pekerjaan Lain, ditanyakan oleh Bapak Abbas - 15/5/2008
Mengatasi Kejenuhan Dalam Meraih Cita-cita, ditanyakan oleh Ibu Dyah - 18/12/2008
Suami Yang Terlalu Santai, ditanyakan oleh Ibu Vera - 13/1/2009
Hidupku Dilemaku, ditanyakan oleh Saudari Wanda - 26/2/2008
Kuliah Atau Terus Bekerja, ditanyakan oleh Bapak Rio Ferryanto - 25/8/2008
Siapakah Yang Akan Menerima Lamaran, ditanyakan oleh Saudari Retno - 26/11/2008
Untuk Apakah Saya Ada, ditanyakan oleh Bapak Eko Purnama - 26/3/2008
Memberi Semangat Dan Motivasi Bagi Anak Kami, ditanyakan oleh Bapak Chandra - 10/1/2009
Apakah Saya Harus Pindah Atau Bertahan, ditanyakan oleh Ibu Lusiana - 15/8/2008







