what will stop me

Salam Super. Saya adalah PNS di Pemda DKI Jakarta. Dalam pengangkatan dalam jabatan tertentu yang tentunya sangat diingini oleh setiap pegawai, mis. Camat, Lurah, Kabag, Walikota dan jabaan lainnya, kadang ada aturan tidak tertulis yaitu faktor keyakinan/agama. Sebenarnya menurut saya hal itu sangat tidak berhubungan, tetapi memang kondisi yang ada seperti itu. Jika tidak sejalan dengan keyakinan mayoritas, tidak akan bisa/sulit menduduki jabatan tersebut. jabatan adalah hasil penilaian atas kinerja, jabatan adalah kepercayaan dan dalil-dalil lain hanya sekedar lips service saja. Mengingat kondisi ini, saya dan mungkin juga teman2x sekeyakinan, merasa bhw percuma mengembangkan kemampuan dan kinerja karena hasil atau tujuan yang akan dicapai tidak terukur/bias. Prinsip saya, semakin tinggi jabatan, semakin besar akses kita untuk berguna dan berbuat baik bagi orang lain. bagaimana mengatasi hal ini, pak ?
Bapak Sihar dari Jakarta Timur
ditanyakan pada Jumat, 21 November 2008 00:22:14 +0700


Mario Teguh menjawab:


Bapak Sihar yang baik, terima kasih atas pertanyaan baik Anda.

Ingatlah, bahwa tidak semua perbedaan – membedakan. Keunikan adalah pembeda yang sebenarnya. Menjadi berbeda dengan hanya menjadi tidak sama – tidaklah penting, karena itu bukanlah perbedaan yang membedakan.

Bangunlah perbedaan yang memaksimalkan kesempatan Anda
untuk menjadi pribadi yang terpilih.


Bila perbedaan Anda itu bernilai bagi banyak orang, maka bernilai-lah Anda. Teladankan-lah sikap orang-orang kuat, yaitu mereka yang mengerti bahwa perbedaan utama dari mereka yang berhasil dan tidak, adalah perbedaan sikap – yaitu antara sikap yang mendahulukan kebaikan dan sikap yang hanya melihat penderitaan.

Sehingga, seseorang yang memiliki pesona pribadi yang mengundang orang lain untuk setia kepada sikap dan perilaku yang baik – tanpa penggunaan kewenangan dalam sebuah jabatan, adalah seorang pemimpin yang sebenarnya. Dia akan didengarkan oleh lebih banyak orang, daripada pejabat yang mengharuskan orang untuk mendengarkannya.

Dengannya, kewibawaan kepemimpinan seseorang dapat didefinisikan sebagai pesona pribadi yang memenangkan persetujuan orang lain – untuk bersikap dan berlaku sebagaimana  yang dipimpinnya.

Begitu dulu ya, Bapak Sihar. Have a Super Day.

Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh


Extracted by
Liana Mariyanti


solusi untuk pertanyaan Karir Dan Keyakinan
pada kolom What Will Stop Me
tag: jabatan, beda, keyakinan, percaya diri

Temukan Solusi atas Problem Anda di kolom What Will Stop Me

mencari solusi atas problem Anda pada lebih dari 318 solusi yang kami sediakan di kolom What Will Stop Me

Solusi lain yang terkait dengan pertanyaan: Karir Dan Keyakinan
Meningkatkan Kualitas Hidup, ditanyakan oleh Bapak Windarto - 1/7/2007

Apa Yang Salah Dengan Diri Saya, ditanyakan oleh Bapak M Widagda - 16/10/2007

Bagaimana Mempersiapkan Hubungan Ke Jenjang Pernikahan, ditanyakan oleh Saudara Febri - 15/12/2008

Problematika Persahabatan, ditanyakan oleh Saudari Ika - 13/1/2009

Apa Pendapat Pak Mario Mengenai Cinta, ditanyakan oleh Saudara Achmad - 5/1/2009

Bagaimana Menjalani Hidup Dengan Berwiraswasta, ditanyakan oleh Saudara Yudhi Indrajati - 15/7/2007

Memberikan Motivasi Kerja Untuk Bawahan, ditanyakan oleh Bapak Ahmad Edi - 6/11/2008

Membangun Hormat Anak Buah, ditanyakan oleh Ibu Rahmi Pratiwi - 28/10/2007

Antara Pindah Kerja Dan Tanggungjawab, ditanyakan oleh Ibu Rika - 13/11/2007

Kakak Menikah Tapi Saya Merasa Marah Dan Sedih, ditanyakan oleh Saudari Yeti - 8/5/2009

Apa Yang Saya Harus Lakukan Jika Ditolak, ditanyakan oleh Bapak Andi - 19/3/2009

Sukar Mengutarakan Maksud Dan Tentang Buku Mario Teguh, ditanyakan oleh Bapak Heru Apriansyah - 28/8/2007

Salahkah Keputusan Saya, ditanyakan oleh Ibu Fuji Lestari - 9/9/2008

Ikan Kecil Di Kolam Kecil, ditanyakan oleh Bapak Budi - 15/2/2009

Menghadapi Kekasih Yang Selalu Cerewet, ditanyakan oleh Saudara Dayat - 4/2/2009

Mencari Alasan Yang Tepat, ditanyakan oleh Bapak Samuel - 21/11/2008

Bagaimana Mengatasi Keadaan Yang Terpojok Tetapi Tetap Bisa Menonjolkan Diri Sendiri, ditanyakan oleh Saudari K. Sara Putri - 20/11/2007

Bagaimana Saya Harus Bersikap Ketika Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, ditanyakan oleh Ibu Rima - 2/11/2008

Bagaimanakah Menghilangkan Sebuah Kenangan, ditanyakan oleh Saudara Febi Danika - 17/4/2009

Bagaimana Mengatasi Kelambatan Dalam M L M Dan Memulai Usaha, ditanyakan oleh Bapak Adi Wahyudi - 20/8/2007