Bapak Mario Teguh yang terhormat,
Rumah Tangga saya sudah 23 tahun dengan 3 orang putri yang sudah besar (paling kecil kelas 2 SMP dan yang tertua sudah kuliah di semester 8). Kini istri saya kembali berselingkuh, dan ini sudah yang ketiga kali sejak tahun 2001, tahun 2004 dan saat ini sejak maret 2009. Kali ini dengan sahabat saya sendiri. Saya selalu memaafkannya demi menyelamatkan rumah tangga. Aneh, istri saya seperti ada kelainan jiwa, ia tidak pernah kapok. Mengaku salah tapi tidak pernah menyesal. Saya selalu menanyakan untuk melanjutkan hubungan atau bercerai.
Yang lebih aneh ketika saya ingin mempertahankan rumah tangga dan mengajak ia kembali agar sadar, namun ia minta ijin agar ia diperbolehkan tetap menjalin hubungan "sebatas teman" tanpa bahasa biologis. Sementara sahabat saya yang dekat dengan istri saya itu tidak pernah mau bicara dengan saya dengan menghindar dan menutup diri. Seperti; telepon tidak diangkat, sms tidak dibalas, dan ketika saya datangi kabur.
Jujur saya masih mencintai istri saya. 6 tahun kami pacaran sebelum menikah dan biduk rumah tangga sudah 23 tahun. Ekonomi rumah tangga sudah jatuh bangun dan hampir semuanya ekonomi bangkrut gara-gara istri selingkuh. Saat ini usia saya 48 tahun dan istri 45 tahun, cantik namun tomboy. Supel dalam bergaul maka temannya banyak baik lelaki maupun perempuan. Mampukah saya akan bercerai ?
Banyak terimakasih atas saran dan masukan dari Bapak Mario dan Ibu Linna yang saya hormati. Saya iri dengan kehidupan rumah tangga Bapak.
Bapak Eka Yanto dari Jakarta
ditanyakan pada Senin, 11 Mei 2009 12:54:01 +0700
Rumah Tangga saya sudah 23 tahun dengan 3 orang putri yang sudah besar (paling kecil kelas 2 SMP dan yang tertua sudah kuliah di semester 8). Kini istri saya kembali berselingkuh, dan ini sudah yang ketiga kali sejak tahun 2001, tahun 2004 dan saat ini sejak maret 2009. Kali ini dengan sahabat saya sendiri. Saya selalu memaafkannya demi menyelamatkan rumah tangga. Aneh, istri saya seperti ada kelainan jiwa, ia tidak pernah kapok. Mengaku salah tapi tidak pernah menyesal. Saya selalu menanyakan untuk melanjutkan hubungan atau bercerai.
Yang lebih aneh ketika saya ingin mempertahankan rumah tangga dan mengajak ia kembali agar sadar, namun ia minta ijin agar ia diperbolehkan tetap menjalin hubungan "sebatas teman" tanpa bahasa biologis. Sementara sahabat saya yang dekat dengan istri saya itu tidak pernah mau bicara dengan saya dengan menghindar dan menutup diri. Seperti; telepon tidak diangkat, sms tidak dibalas, dan ketika saya datangi kabur.
Jujur saya masih mencintai istri saya. 6 tahun kami pacaran sebelum menikah dan biduk rumah tangga sudah 23 tahun. Ekonomi rumah tangga sudah jatuh bangun dan hampir semuanya ekonomi bangkrut gara-gara istri selingkuh. Saat ini usia saya 48 tahun dan istri 45 tahun, cantik namun tomboy. Supel dalam bergaul maka temannya banyak baik lelaki maupun perempuan. Mampukah saya akan bercerai ?
Banyak terimakasih atas saran dan masukan dari Bapak Mario dan Ibu Linna yang saya hormati. Saya iri dengan kehidupan rumah tangga Bapak.
Bapak Eka Yanto dari Jakarta
ditanyakan pada Senin, 11 Mei 2009 12:54:01 +0700
Temukan Jawaban atas Permasalahan Anda di kolom What Will Stop Me
Jawaban lain dari Pak Mario yang terkait dengan pertanyaan:
Yang Menghentikan Saya Saat Saya Ingin Sukses, ditanyakan oleh Bapak Sulistyanto - 31/10/2009
Mengembalikan Kepercayaan Pada Seseorang, ditanyakan oleh Saudara Puspita - 10/7/2009
Bagaimana Menghilangkan Ketakutan Pada Diri Sendiri, ditanyakan oleh Saudari Azzahra - 27/7/2009
Meminjamkan Uang Yang Bukan Haknya, ditanyakan oleh Saudara Kaka - 2/8/2009
Saya Suka Meremehkan, ditanyakan oleh Saudara Dodit - 5/8/2009
Ikhlas Menerima Perlakuan Mantan Tunangan, ditanyakan oleh Saudari Imelda - 9/8/2009
Menjadi Pribadi Yang Percaya Diri Dan Tidak Pemalu, ditanyakan oleh Saudara Anton - 6/8/2009
Hobi Yang Terlalu, ditanyakan oleh Bapak Dudung Jumadi - 31/7/2009
Kenalkah Mereka Pada Tuhan, ditanyakan oleh Saudara Erik - 5/8/2009
Tidak Disapa Teman Akrab, ditanyakan oleh Saudari Sella - 13/8/2009
Mengenal Dan Mengatasi Kelemahan Diri, ditanyakan oleh Saudara Uti - 30/7/2009
Bagaimanakah Caranya Mengatasi Sikap Pesimis, ditanyakan oleh Saudara Celso A. Dos Santos - 29/7/2009
Kenapa Harus Ada Aturan, ditanyakan oleh Saudara Adnan - 5/8/2009
Menjadi Pemimpin Dalam Rumah Tangga, ditanyakan oleh Bapak Mychael - 7/8/2009
Cara Ikhlas Menjadi Orang Baik, ditanyakan oleh Saudara Budi - 26/10/2009
Mengatasi Krisis Financial, ditanyakan oleh Bapak Munifan - 28/7/2009
Memulai Bisnis Baru, ditanyakan oleh Saudara Zul Rahman - 27/7/2009
Bagaimana Supaya Tidak Malas, ditanyakan oleh Saudara Julius S - 27/7/2009
Menghadapi Sebuah Hambatan Dengan Cepat, ditanyakan oleh Saudara Arif - 26/7/2009
Kembali Bersemangat Untuk Menatap Hidup, ditanyakan oleh Saudari Tya - 26/7/2009













