Salam super Pak Mario, semoga Anda selalu dalam keadaan sehat, amin.
Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih atas kesempatan untuk bisa mengajukan pertanyaan kepada Anda.
Saat ini saya tinggal di kost, sehingga secara otomatis saya harus mandiri tanpa pengawasan keluarga. Dulu saya sering curhat tentang apa saja yang saya lakukan/ yang terjadi di kost pada orang tua saya. Tetapi, kakak saya berpesan agar lebih baik saya tidak menceritakan penderitaan saya selama di kost, supaya tidak mencemaskan orang tua. Karena katanya, saya harus mandiri dan lebih baik menceritakan semua kejadian yang menyenangkan pada orang tua. Sejak itu, saya cenderung pendiam, tertutup pada siapa saja dan saya berusaha menjalani suka duka selama di kosan tanpa curhat pada siapa pun. Padahal itu semua sama sekali tidak mudah untuk saya jalani sendiri, meskipun saya juga ingin mandiri.
Yang ingin saya tanyakan, apakah lebih baik saya tidak terbuka pada siapa saja tentang kepahitan yang saya alami? Bila harus begitu, apakah saya bisa kuat tanpa dukungan dan semangat, terutama dari keluarga?
mohon saran terbaiknya, terima kasih
Saudari Nona dari Surabaya
ditanyakan pada Kamis, 28 Mei 2009 09:26:13 +0700
Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih atas kesempatan untuk bisa mengajukan pertanyaan kepada Anda.
Saat ini saya tinggal di kost, sehingga secara otomatis saya harus mandiri tanpa pengawasan keluarga. Dulu saya sering curhat tentang apa saja yang saya lakukan/ yang terjadi di kost pada orang tua saya. Tetapi, kakak saya berpesan agar lebih baik saya tidak menceritakan penderitaan saya selama di kost, supaya tidak mencemaskan orang tua. Karena katanya, saya harus mandiri dan lebih baik menceritakan semua kejadian yang menyenangkan pada orang tua. Sejak itu, saya cenderung pendiam, tertutup pada siapa saja dan saya berusaha menjalani suka duka selama di kosan tanpa curhat pada siapa pun. Padahal itu semua sama sekali tidak mudah untuk saya jalani sendiri, meskipun saya juga ingin mandiri.
Yang ingin saya tanyakan, apakah lebih baik saya tidak terbuka pada siapa saja tentang kepahitan yang saya alami? Bila harus begitu, apakah saya bisa kuat tanpa dukungan dan semangat, terutama dari keluarga?
mohon saran terbaiknya, terima kasih
Saudari Nona dari Surabaya
ditanyakan pada Kamis, 28 Mei 2009 09:26:13 +0700
Temukan Solusi atas Problem Anda di kolom What Will Stop Me
Solusi lain yang terkait dengan pertanyaan:
Yang Menghentikan Saya Saat Saya Ingin Sukses, ditanyakan oleh Bapak Sulistyanto - 31/10/2009

Mengembalikan Kepercayaan Pada Seseorang, ditanyakan oleh Saudara Puspita - 10/7/2009

Bagaimana Menghilangkan Ketakutan Pada Diri Sendiri, ditanyakan oleh Saudari Azzahra - 27/7/2009

Meminjamkan Uang Yang Bukan Haknya, ditanyakan oleh Saudara Kaka - 2/8/2009

Saya Suka Meremehkan, ditanyakan oleh Saudara Dodit - 5/8/2009

Ikhlas Menerima Perlakuan Mantan Tunangan, ditanyakan oleh Saudari Imelda - 9/8/2009

Menjadi Pribadi Yang Percaya Diri Dan Tidak Pemalu, ditanyakan oleh Saudara Anton - 6/8/2009

Hobi Yang Terlalu, ditanyakan oleh Bapak Dudung Jumadi - 31/7/2009

Kenalkah Mereka Pada Tuhan, ditanyakan oleh Saudara Erik - 5/8/2009

Tidak Disapa Teman Akrab, ditanyakan oleh Saudari Sella - 13/8/2009

Mengenal Dan Mengatasi Kelemahan Diri, ditanyakan oleh Saudara Uti - 30/7/2009

Bagaimanakah Caranya Mengatasi Sikap Pesimis, ditanyakan oleh Saudara Celso A. Dos Santos - 29/7/2009

Kenapa Harus Ada Aturan, ditanyakan oleh Saudara Adnan - 5/8/2009

Menjadi Pemimpin Dalam Rumah Tangga, ditanyakan oleh Bapak Mychael - 7/8/2009

Cara Ikhlas Menjadi Orang Baik, ditanyakan oleh Saudara Budi - 26/10/2009

Mengatasi Krisis Financial, ditanyakan oleh Bapak Munifan - 28/7/2009

Memulai Bisnis Baru, ditanyakan oleh Saudara Zul Rahman - 27/7/2009

Bagaimana Supaya Tidak Malas, ditanyakan oleh Saudara Julius S - 27/7/2009

Menghadapi Sebuah Hambatan Dengan Cepat, ditanyakan oleh Saudara Arif - 26/7/2009

Kembali Bersemangat Untuk Menatap Hidup, ditanyakan oleh Saudari Tya - 26/7/2009

halaman dari 16

Mengembalikan Kepercayaan Pada Seseorang, ditanyakan oleh Saudara Puspita - 10/7/2009
Bagaimana Menghilangkan Ketakutan Pada Diri Sendiri, ditanyakan oleh Saudari Azzahra - 27/7/2009
Meminjamkan Uang Yang Bukan Haknya, ditanyakan oleh Saudara Kaka - 2/8/2009
Saya Suka Meremehkan, ditanyakan oleh Saudara Dodit - 5/8/2009
Ikhlas Menerima Perlakuan Mantan Tunangan, ditanyakan oleh Saudari Imelda - 9/8/2009
Menjadi Pribadi Yang Percaya Diri Dan Tidak Pemalu, ditanyakan oleh Saudara Anton - 6/8/2009
Hobi Yang Terlalu, ditanyakan oleh Bapak Dudung Jumadi - 31/7/2009
Kenalkah Mereka Pada Tuhan, ditanyakan oleh Saudara Erik - 5/8/2009
Tidak Disapa Teman Akrab, ditanyakan oleh Saudari Sella - 13/8/2009
Mengenal Dan Mengatasi Kelemahan Diri, ditanyakan oleh Saudara Uti - 30/7/2009
Bagaimanakah Caranya Mengatasi Sikap Pesimis, ditanyakan oleh Saudara Celso A. Dos Santos - 29/7/2009
Kenapa Harus Ada Aturan, ditanyakan oleh Saudara Adnan - 5/8/2009
Menjadi Pemimpin Dalam Rumah Tangga, ditanyakan oleh Bapak Mychael - 7/8/2009
Cara Ikhlas Menjadi Orang Baik, ditanyakan oleh Saudara Budi - 26/10/2009
Mengatasi Krisis Financial, ditanyakan oleh Bapak Munifan - 28/7/2009
Memulai Bisnis Baru, ditanyakan oleh Saudara Zul Rahman - 27/7/2009
Bagaimana Supaya Tidak Malas, ditanyakan oleh Saudara Julius S - 27/7/2009
Menghadapi Sebuah Hambatan Dengan Cepat, ditanyakan oleh Saudara Arif - 26/7/2009
Kembali Bersemangat Untuk Menatap Hidup, ditanyakan oleh Saudari Tya - 26/7/2009










