Bapak Super Mario yang baik,
Kadang dalam hidup kita, kita dihadapkan oleh suatu pilihan, yang mana saat itu kita mengalami rasa takut jangan-jangan apa yang kita pilih salah. Dan yang lebih parahnya lagi ketika kita salah mengambil keputusan akibatnya tidak hanya dirasakan oleh diri kita sendiri melainkan kepada orang lain juga.
Jadi sebaiknya apa yang harus kita lakukan terhadap pilihan tersebut?
Terima kasih
Saudari Putri dari Jakarta
ditanyakan pada Selasa, 27 Mei 2008 07:53:49 +0700
Terima kasih atas pertanyaan baik Saudari Putri.
Kesalahan-kesalahan dalam bertindak dapat terbayarkan oleh upaya perbaikan dan waktu, tetapi penyesalan-penyesalan terbesar dalam hidup datang dari hal-hal yang tidak kita lakukan.
Saudari Putri yang baik, bila harus diputuskan, maka putuskanlah. Orang yang tidak memutuskan sebetulnya sudah membuat sebuah keputusan. Yaitu, keputusan untuk tidak memutuskan.
Berarti orang yang selalu menghindar dari keharusan untuk membuat keputusan, sebetulnya adalah seorang yang telah memutuskan untuk menghindari keputusan.
Dia hidup dalam kepastian bahwa dia akan selalu ragu-ragu.
Dia yang telah memilih sebuah jalur tindakan dan menyesalkan pilihan itu, tidak akan pernah bersungguh-sungguh untuk berhasil dalam jalur yang telah dipilihnya.
Seorang samurai yang hanya ber-senjatakan tanto, pisau pendek, dan terpaksa berhadapan dengan musuh dengan sebuah katana, pedang panjang yang berkilau, tidak boleh menyesalkan senjata yang sedang dipegangnya. Itu tabu.
Putuskan.
Tidak ada kebanggaan dalam merindukan yang takut dialami, dan melecehkan yang sekarang dimiliki.
Begitu dulu ya, Saudari Putri. Please keep up the super spirit.
Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh
Extracted by
Team MTPE
solusi untuk pertanyaan Bagaimana Mengambil Keputusan
pada kolom Who Am I
tag: keputusan, penyesalan, kebanggaan, pilihan
Menjaga Hubungan Jarak Jauh, ditanyakan oleh Saudara Erik - 12/11/2008
Mengahadapi Sikap Ayah Yang Salah, Dan Keras Kepala Untuk Diberi Nasehat Positif Dari Keluarga, ditanyakan oleh Saudari Ika - 30/10/2008
Aku Ingin Bangkit Dari Rasa Malas Yang Berlebihan, ditanyakan oleh Saudara Sandiawan - 30/3/2009
Siapa Kah Saya.., ditanyakan oleh Saudara Mas Raharjo - 10/11/2008
Kiat-kiat Sukses Tanpa Rasa Ragu, ditanyakan oleh Bapak Darmin - 20/12/2008
Menikah Karena Kasihan Bukan Karena Cinta, ditanyakan oleh Bapak Anton - 19/11/2008
Rumah Tangga Yang Yang Tak Menentu, ditanyakan oleh Bapak Aldo - 1/12/2008
Pekerjaan Maksimal Hasil Minimum, ditanyakan oleh Ibu Asri - 23/2/2008
Bagaimana Mendapatkan Masa Depan Yang Cerah, ditanyakan oleh Saudari Dara - 1/2/2009
Memotivasi Diri Sendiri Dan Orang Lain, ditanyakan oleh Ibu Dwi Kurniati - 13/1/2008
Apa Tujuan Saya Dalam Hidup Dan Bekerja, ditanyakan oleh Ibu Nadia Hamidah - 12/4/2009
Mana Yang Harus Di Korbankan, ditanyakan oleh Ibu Ina Novitasari - 6/10/2007
Bagaimana Agar Saya Tidak Minder Dengan Status Pekerja Honorer Selama 13 Tahun, ditanyakan oleh Bapak Budi - 2/4/2009
Bagaimana Menstrategikan Pekerjaan, ditanyakan oleh Bapak Muhammad Djuhdi - 21/4/2009
Jenuh Dengan Pekerjaan Sekarang, ditanyakan oleh Ibu Shinta - 28/8/2007
Pilih Orang Tua Atau Keinginan, ditanyakan oleh Saudari Yeyen Rahmawati - 7/3/2009
Kondisi Ditekan Oleh Bos, Apakah Saya Perlu Keluar Bekerja, ditanyakan oleh Ibu Intan - 16/8/2008
Ujian Atau Anugerah, ditanyakan oleh Bapak Muhammad Arif - 10/9/2008
Multi Level Marketing, ditanyakan oleh Ibu Else Monica - 6/8/2008







