Salam super Pak Mario.
Saya seorang pedagang yang bekerja sama dengan perusahaan. Saya merasa kurang berani untuk, melangkah karena modal minus. Dalam persaingan harga saya sering menjumpai persaingan yang kurang sehat, seperti harga beli lebih tinggi dari harga jual.
Secara umum saya tidak mampu untuk menandingi harga pesaing saya tersebut, karena sya tahu bahwa mereka bermotivasi untuk mengambil hati pelanggan baru. Bagi saya pelanggan lama merasa sangat kesulitan dan dirugikan. Hal tersebut kadang membuat saya merasa hancur semangat juang saya. Juga modal yang minim, juga buat saya tidak PD.
Bagaimana sih untuk mempertahankan klien saya untuk lebih percaya kepada saya?
Terima kasih. Salam super,
Bapak Bimo Nugroho dari Mojokerto
ditanyakan pada Senin, 31 Desember 2007 23:47:49 +0700
Terima kasih atas pertanyaan yang baik dan kesempatan untuk melayani Anda.
Pak Bimo yang baik, mohon diperhatikan sebuah surat pendek kepada pelanggan:
“Mungkin saya bukan yang terbaik,
bukan yang terbesar, dan
bukan yang tercanggih,
tetapi
saya adalah yang paling bersungguh-sungguh
melayani anda.”
Semua hal besar dicapai dengan kesungguhan. Kesungguhan untuk mengalahkan keinginan untuk mendahulukan kepentingan sendiri, keinginan untuk memanjakan diri sendiri dengan kenyamanan dan kemudahan. Kesungguhan untuk menunda penikmatan itu semua, sampai semua yang bisa tersampaikan sebagai pelayanan, telah tersampaikan.
Semua kebesaran dalam kehidupan pribadi dan bisnis datang dari kesungguhan melayani orang lain dan pelanggan.
Fokus Pak Bimo tepat sekali, yaitu mengarahkan perhatian pada kepuasan pelanggan, bukan pada persaingan harga semata. Pelanggan adalah alasan mengapa kita ada dan akan tetap ada. Untuk mendatangkan mereka memang sulit, tetapi yang menentukan apakah kita akan berada lama dalam persaingan usaha adalah apakah mereka akan datang kembali.
Dan mereka datang kembali bila kita berhasil melayani dengan baik.
Pelayanan adalah sebuah konsep yang magis, karena, bahkan bila Anda gagal dalam memberikan pelayanan yang baik, namun upaya Anda dalam melayani itu saja, terkadang sudah cukup untuk mendapatkan hormat dari sang pelanggan.
Sungguh, pelanggan mudah jatuh kasih kepada yang berupaya melayaninya dengan kemampuan terbaiknya.
Begitu dulu ya, Bapak Bimo Nugroho. Please keep up the super spirit.
Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh
Extracted by
Team MTPE
solusi untuk pertanyaan Bagaimana Mengembalikan Spirit Yang Hilang
pada kolom Who Am I
tag: pelanggan, pelayanan, kesungguhaan
Atasan Yang Menyinggung Perasaan, ditanyakan oleh Ibu Lilis Marliany - 23/8/2007
Bagaimana Agar Bisa Berhenti Dari Kebiasaan Merokok, ditanyakan oleh Saudara Triman - 11/3/2009
Seorang Diri Diantara Keramaian Masyarakat, ditanyakan oleh Saudari Martha Lisnawaty - 19/11/2008
Cara Mencapai Kemapanan, ditanyakan oleh Saudara Ali Sofyan Kamal - 29/3/2009
Latar Belakang Pendidikan Kurang Mendukung, ditanyakan oleh Bapak Budi Atmojo - 1/7/2007
Bagaimana Saya Harus Menerima Keadaan Yang Tidak Adil Ini, ditanyakan oleh Ibu Aldila - 16/4/2009
Membangun Hormat Anak Buah, ditanyakan oleh Ibu Rahmi Pratiwi - 28/10/2007
Sudah Mulai Usaha Tetap Bingung, ditanyakan oleh Bapak Rendy Kusuma - 31/3/2008
Membangun Pribadi Yang Kuat Setelah Stress Berat, ditanyakan oleh Saudara Dandi - 18/12/2008
Ada Apa Dengan Diri Saya, ditanyakan oleh Saudari Alin - 1/12/2008
Bagaimana Supaya Tidak Menyakiti Hati Teman, ditanyakan oleh Saudari Nining - 6/4/2009
Takut Gagal, ditanyakan oleh Bapak Haidar Rahman - 25/4/2007
Berpikir Agak Lambat, ditanyakan oleh Bapak Yusep Hermawan - 17/8/2007
Tegas Dalam Memimpin, ditanyakan oleh Ibu Lynda Yofrizal - 13/1/2008
Bagaimana Meningkatkan Penjualan Agar Mencapai Target, ditanyakan oleh Bapak Mirat Ferri - 14/12/2007
Saya Harus Memilih Yang Mana, ditanyakan oleh Bapak Robby - 31/8/2007
Bingung Memulai, ditanyakan oleh Ibu Nila Kuswara - 26/4/2007
Kondisi Ditekan Oleh Bos, Apakah Saya Perlu Keluar Bekerja, ditanyakan oleh Ibu Intan - 16/8/2008
Menghilangkan Grogi Ketika Mulai Mengajar, ditanyakan oleh Saudara Malik - 14/6/2009










