who am i

Selamat siang dan salam super.

Salam kenal Pak Mario.

Saya seorang karyawan swasta.  Saat ini saya mempunyai atasan wanita yang menurut saya punya karakter yang “luar biasa”, penuntut , serba mengatur dan tidak mudah menerima pendapat anak buah / bawahan.

Hal ini lambat laun membuat kami para bawahan menjadi pasif dan kehilangan motivasi kerja. Apa yang harus kami lakukan untuk menghadapi bos dengan karakter seperti itu ?

Terima kasih Pak Mario, dan salam super.


Ibu Riyan Amelia dari Cileungsi
ditanyakan pada Jumat, 30 November 2007 08:35:19 +0700


Mario Teguh menjawab:


Salam Super Ibu Riyan Amelia, terima kasih untuk pertanyaan Anda yang super ini.

Ibu Riyan yang baik, bagi dua orang yang berbeda, satu masalah yang sama bisa menjadi batu penghalang perjalanan atau batu pijakan untuk naik.

Bila dia belum berhasil mengatasi sebuah masalah, dia tidak melihat masalah itu sebagai sesuatu yang besar. Tetapi, dia melihat dirinya lah yang belum cukup besar untuk mengatasi masalah itu.

Karena itu Ibu, berharapan lah yang baik.

Harapan bagi pribadi penuh syukur yang sedang bekerja keras adalah kekuatan pengubah rencana langit.

Mohon Ibu perhatikan bahwa Ibu adalah alasan bagi keberhasilan Ibu.

Keberhasilan tidak bergantung kepada atau ditentukan oleh lingkungan Ibu; tidak juga oleh tingkat pendidikan, bukan oleh ketersediaan modal, dan yang pasti bukan karena nasib yang diramalkan oleh orang lain.

Ibu adalah alasan bagi keberhasilan Ibu sendiri, maka pastikanlah bahwa Ibu memusatkan perhatian Ibu kepada diri Ibu sendiri. Ibu tidak akan menjadi baik bagi siapapun, bila Ibu tidak baik bagi diri Ibu sendiri.

Dari semua tuntunan untuk mencapai kesejahteraan hidup – tuntunan yang paling utama adalah tuntunan untuk menjadikan diri Ibu sebagai penyebab bagi keberhasilan Ibu sendiri.

Maka jadikanlah diri Ibu pengubah lingkungan dan keadaan Ibu, karena – bila lingkungan dan keadaan Ibu sekarang bukanlah kecemerlangan yang Ibu impikan – apakah yang membuat Ibu berlama-lama menikmatinya dalam keluhan?

Segera, jadikanlah diri Ibu – pribadi yang menghadapai seburuk-buruknya keadaan dengan sebaik-baiknya sikap; dan menyelesaikan yang harus Ibu kerjakan – dengan sebaik-baiknya tindakan.

Strategi ini akan berperan bagi Ibu, bila Ibu berperan dalam strategi ini.
Begitu dulu ya, Ibu Riyan Amelia. Bila ada hal lain yang bisa kami bantukan, kami mohon Riyan Amelia berkenan untuk menyampaikannya kepada kami.

Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh


Extracted by
Team MTPE


solusi untuk pertanyaan Bagaimana Menghadapi Bos Yang Berkarakter Sulit
pada kolom Who Am I
tag: harapan, masalah, keberhasilan

Temukan Solusi atas Problem Anda di kolom Who Am I

mencari solusi atas problem Anda pada lebih dari 818 solusi yang kami sediakan di kolom Who Am I

Solusi lain yang terkait dengan pertanyaan: Bagaimana Menghadapi Bos Yang Berkarakter Sulit
Memotivasi Diri Sendiri, ditanyakan oleh Bapak Didi Mulyadi - 23/1/2008

Menghadapi Kesulitan, ditanyakan oleh Saudara Rama Ramadhon - 24/8/2007

Bagaimana Menghadapi Kebaikan Dibalas Keburukan, ditanyakan oleh Bapak Ricky - 8/12/2008

Apa Yang Harus Saya Lakukan Sebagai Karyawan Kontrak, ditanyakan oleh Ibu Mega Ceria Rahmatika - 7/12/2007

Menutup Mata & Telinga, ditanyakan oleh Ibu Elisabeth - 22/1/2008

Bagaimana Menyikapi Orang Yang Tidak Menghargai Kita, ditanyakan oleh Saudari Devita - 3/9/2007

Impian Saya, ditanyakan oleh Bapak Ryan Pandova - 29/2/2008

How To Keep The Spirit, ditanyakan oleh Saudari Dinie - 29/3/2009

Bagaimana Memulai Suatu Usaha / Bisnis, ditanyakan oleh Ibu Kinanthi - 11/3/2008

Cara Mengubah Hidup Untuk Lebih Baik, ditanyakan oleh Bapak Yadi - 11/11/2008

Meningkatkan Kemampuan Diri, ditanyakan oleh Bapak Ruli - 11/3/2009

Bagaimana Cara Untuk Memulai Sebuah Usaha, ditanyakan oleh Saudari Iin Sulastri - 11/3/2009

Ayah Punya Istri Lagi, ditanyakan oleh Ibu Jingga - 15/1/2009

Bagaimana Bersikap Kepada Wanita Yang Menolak Saya, ditanyakan oleh Saudara Rino Sugiarto - 5/10/2008

Pemimpin Yang Memotivasi Dan Berwibawa, ditanyakan oleh Bapak Agustinus Wirawan - 26/4/2007

Bekerja Di Perusahaan Paman Karena Hutang Budi, ditanyakan oleh Bapak Umar Bijaksana - 13/11/2007

Bagaimana Agar Saya Bisa Menjadi Seorang Yang Optimis, ditanyakan oleh Ibu Yohanita Yanti - 22/4/2009

Mengatasi Keputus Asaan Akibat Usaha Hancur, ditanyakan oleh Bapak Agus S - 9/8/2007

Bagaimana Caranya Agar Saya Tidak Dipandang Sebelah Mata, ditanyakan oleh Saudari Niza Ferlina - 11/12/2008

Terjebak Dalam Sistem, ditanyakan oleh Bapak Waluyo - 13/1/2008