who am i

Salam Hormat Pak Mario Teguh,

Semoga limpahan rahmat Tuhan selalu menyertai hidup Bapak,

Saya sedang gundah dan teramat sedih, begitu melihat kenyataan bahwa keponakan lelaki saya, 19 tahun, semester I PTN, memiliki perilaku seks yang menyimpang - dia mengakui penyuka sesama jenis. Sungguh tak terbayangkan betapa hancur hati kakak perempuan saya melihat kenyataan ini. Dalam hal ini saya sangat butuh saran dari Bapak, bagaimana saya mesti bersikap terhadap perilaku tersebut, mengingat saya dan kakak saya dibenturkan pada dua pilihan sudut pandang. Menyikapi dari sudut pandang agama atau secara sosial.

Sebagaimana kita tahu, karena era globalisasi terkadang segala hal yang tabu menjadi maklum. Begitupun pandangan keponakan saya. Bagaimana kami seharusnya mengarahkannya, dia sudah dewasa, tidak gampang menyampaikan sebuah aturan untuk diikutinya.

Saran dan pandangan Bapak sangat saya harapkan.

Terima Kasih.


Ibu Rahmah dari Surabaya
ditanyakan pada Senin, 14 April 2008 07:10:02 +0700


Mario Teguh menjawab:


Terima kasih atas pertanyaan baik Ibu Rahmah.

Konflik selalu dihasilkan oleh perbedaan kepentingan. Karena berbedanya kepentingan mereka menjadi teradukan atau berhadapan.

Ibu Rahmah yang berhati lembut, bagi setiap orang yang masuk di sebuah aliran sungai yang deras, anjuran pertamanya adalah hanyut dulu, kemudian memanjangkan kaki kita. Setelah lurus akan menyentuh dasar, baru kita boleh mempengaruhi arus. Ini proses alamiah.

Seseorang bisa merubah lingkungan bukan karena kekuatannya, tapi karena ijin dari orang-orang yang akan dirubahnya. Karena orang-orang yang tidak diijinkan atau tidak diterima merubah suatu lingkungan tidak bisa melakukannya. Untuk itu, mohon dapat Ibu sadari serta disampaikan kepada kakak Ibu, bahwa hal terkuat bagi seseorang untuk berubah adalah perasaan merasa disayangi.

Ibu Rahmah yang baik, mohon dapat disampaikan dengan sangat hati-hati dan penuh kasih sayang kepada keponakan terkasih itu kalimat-kalimat berikut.

Bangunlah, dan melangkahlah ke luar dan temuilah cahaya dari pengertian-pengertian baik yang telah mencerahkan saudara-saudara mu bahkan jauh sebelum kelahiran mu. Majulah dan perbaikilah sudut pandang mu, agar lebih mungkin bagi mu untuk melihat masa depan yang lebih cerah.

Berdamailah dengan keadaan mu, karena apa pun keadaan mu sekarang adalah keadaan dari mana engkau akan mencapai semua kecemerlangan mu.

Engkau akan membatalkan perjalanan mu mendaki tempat-tempat yang naik,

bila engkau menolak menggunakan tanah yang rendah sebagai pijakan awal mu.

Pencerahan adalah penerimaan yang ikhlas tentang yang benar.

Bila engkau tidak menemukan jalan keluar dalam kegelisahan mu, maka berpalinglah engkau kepada pengertian yang benar; karena pencerahan mu adalah penerimaan mu yang ikhlas tentang yang benar.

Dan bila engkau telah ikhlas dengan yang benar, engkau akan mampu mendengar keheningan dalam kebisingan, dan engkau akan melihat sinar dalam kegelapan.
Begitu dulu ya, Ibu Rahmah. Please keep up the super spirit.

Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh


Extracted by
Team MTPE


solusi untuk pertanyaan Bagaimana Menyikapi Perbedaan Prinsip
pada kolom Who Am I
tag: kasih sayang, sudut pandang, perubahan

Temukan Solusi atas Problem Anda di kolom Who Am I

mencari solusi atas problem Anda pada lebih dari 818 solusi yang kami sediakan di kolom Who Am I

Solusi lain yang terkait dengan pertanyaan: Bagaimana Menyikapi Perbedaan Prinsip
Menghantikan Kebiasaan Buruk, ditanyakan oleh Saudara Indra - 28/5/2009

Menghadapi Kekasih Yang Selalu Cerewet, ditanyakan oleh Saudara Dayat - 4/2/2009

Menghadapi Rasa Takut Dalam Diri Dan Menjadi Orang Yang Terbuka Dalam Menghadapi Masalah, ditanyakan oleh Bapak Rizal Achmad - 20/8/2007

Konsultasi Management, ditanyakan oleh Bapak Hermanto - 25/6/2009

Mengerjakan Tugas Yang Bukan Merupakan Tugas Dan Tanggung Jawab Dalam Pekerjaan, ditanyakan oleh Bapak Henry Pantow - 3/10/2007

Kuliah Sambil Berbisnis, ditanyakan oleh Bapak Dillah - 20/5/2008

Bosan Dengan Kegiatan Sehari-hari, ditanyakan oleh Saudara Septian - 22/4/2009

Apakah Ada Kesempatan Kedua, ditanyakan oleh Bapak Suwadi - 9/11/2008

Kelemahan Menjadi Kekuatan, ditanyakan oleh Bapak Sardi S. - 7/4/2009

Kemenangan, ditanyakan oleh Bapak Hilman - 7/1/2008

Bagaimana Mengambil Keputusan Yang Terbaik Untuk Pernikahan Kami Dan Keluarga, ditanyakan oleh Ibu Dewi - 1/10/2008

Apa Pendapat Pak Mario Mengenai Cinta, ditanyakan oleh Saudara Achmad - 5/1/2009

Apakah Yang Harus Saya Lakukan Atas Belum Pastinya Perolehan Untung, ditanyakan oleh Bapak Joe - 21/11/2008

Bagaimana Mengatasi Keragu-raguan Dan Keputusan Apa Yang Harus Di Ambil, ditanyakan oleh Bapak Arif - 3/10/2008

Pribadi Yang Kuat, ditanyakan oleh Bapak Reza - 2/3/2008

Ingin Dipercaya Publik, ditanyakan oleh Bapak Pujono Prio - 15/1/2009

Bagaimana Membuat Fokus Dalam Kehidupan, ditanyakan oleh Ibu Rahma - 17/9/2007

Bercita-cita Menjadi Pemimpin, ditanyakan oleh Bapak Ilham Alfriyanto Muttaqien - 15/7/2007

Apa Yang Harus Saya Buat Dan Rencanakan, ditanyakan oleh Saudara Amandus Ferry Maan - 23/11/2008

Mimpi Yang Seolah-olah Terlalu Tinggi, ditanyakan oleh Saudari Madeline - 31/8/2007