Assalamualaikum, Salam hormat.
Super untuk Pak Mario yang baik hati. Saya adalah Armando pada tanggal 8 November 2007 saya menelepon Bapak pada acara O Channel dengan pertanyaan “Sampai kapan kita menjadi orang yang suka meniru atau menyontek?”
Bukan kah menjadi sang pembuat itu lebih baik? Apakah dengan mengatas namakan Efesien dan Efektif Waktu, kita harus menjadi Sang Peniru?
Demikian yang saya sampaikan, mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan.
Terima kasih Pak Mario. Semoga Sukses Dunia Akhirat.
Bapak Ronald dari Jakarta
ditanyakan pada Senin, 24 Desember 2007 06:42:54 +0700
Terima kasih untuk pertanyaan Anda dan kesediaan baik Anda untuk mengikuti program-program pelayanan kami.
Meniru itu wajar, dan merupakan cara pertama yang kita gunakan untuk belajar mengenai hidup dan kehidupan.
Bapak Armando, langkah terdekat untuk menjadi sebuah pribadi yang kita idamkan, adalah meniru pribadi yang kita idamkan.
Sebagian orang menolak untuk berlaku seperti seperti seseorang yang bukan dirinya – bahkan bila orang yang bukan dirinya itu adalah orang yang lebih berkualitas sikap dan cara-caranya, daripada dirinya sekarang.
Menurutnya berlaku seperti bukan dirinya adalah sebuah kepalsuan. Sehingga, dia bertahan dengan sikap dan cara-caranya yang ada; meskipun sikap dan cara-cara itu telah selama ini terbukti tidak menjadikannya sesuatu yang pantas dihormati bahkan oleh dirinya sendiri.
Bagaimana mungkin dia bisa menjadi sebuah pribadi yang baru, yang lebih kuat, dan yang lebih mengena cara-caranya dalam membangun sebuah kehidupan yang lebih berkualitas; bila dia menolak untuk mulai melatih dirinya untuk bersikap dan berlaku seperti seorang yang lebih efektif?
Tidak ada penemuan di dalam hidup ini yang tidak dibangun di atas penemuan-penemuan sebelumnya.
Mohon Pak Armando perhatikan, kelebihan orang lain adalah potensi kelebihan Bapak, bila Bapak tulus mempelajarinya.
Bila Bapak hanya memperhatikan diri sendiri, Bapak hanya akan mengenali yang telah Bapak miliki; tetapi bila Bapak memperhatikan orang lain, Bapak akan mengenali pada diri mereka hal-hal yang bisa menjadikan diri Anda – pribadi super impian Anda.
Tidak ada pribadi – bagaimana pun super-nya, yang bisa mencapai kebesaran hanya dengan bermodalkan yang ada pada dirinya. Hanya orang-orang kecil yang puas dengan kesombongan palsu yang merasa diri mereka telah cukup untuk diri mereka sendiri.
Kita belajar dari keberhasilan orang lain, sebanyak kita belajar dari kesalahan mereka. Dan karena kita tidak akan hidup cukup lama untuk membuat semua kesalahan yang kita perlukan untuk pertumbuhan kita, kita memerlukan pelajaran dari pengamatan atas kesalahan orang lain.
Untuk itu Bapak Armando, ajakannya kepada Bapak adalah: Menirulah dengan tulus. Karena hanya dengan peniruan yang tak terhambat di hati – Bapak akan lebih mudah mencapai kesetaraan dengan kualitas yang Bapak harapkan itu.
Begitu dulu ya, Bapak Ronald.
Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh
Extracted by
Team MTPE
solusi untuk pertanyaan Kapan Kita Menjadi Sang Creator
pada kolom Who Am I
tag: meniru, kualitas, belajar
Pertentangan Dengan Hati Dalam Menjalankan Tugas, ditanyakan oleh Bapak Ahmad - 26/2/2008
Bagaimana Mengembangkan Usaha Sendiri, ditanyakan oleh Bapak Darmaji - 18/12/2007
Trauma Karena Pengalaman Keluarga Yang Lalu, ditanyakan oleh Bapak Ilham Syukur - 1/7/2007
Pendapatan, ditanyakan oleh Saudari Yani - 20/11/2008
Pilihan Karir Belum Jelas, ditanyakan oleh Bapak Rangga - 27/12/2008
Cara Dalam Mengambil Keputusan Yang Baik Untuk Masa Depan, ditanyakan oleh Saudara Wanda - 22/9/2008
Bagaimana Memilih Calon Pasangan Hidup Kita, ditanyakan oleh Saudara Hocan - 28/4/2009
Konsentrasi, ditanyakan oleh Saudara Simon - 12/1/2009
Karier Dan Masa Depan, ditanyakan oleh Saudari Ken Larasati - 27/10/2008
How Do I Get I There, ditanyakan oleh Saudara Ari Bastian - 31/8/2007
Sungguh-Sungguh, ditanyakan oleh Bapak Ichwan Tarmedi - 26/4/2007
Bingung Dengan Apa Yang Harus Saya Lakukan, ditanyakan oleh Ibu Ani - 26/1/2009
Saya Bimbang Untuk Menentukan Jurusan Kuliah, ditanyakan oleh Saudara Afif - 12/1/2009
Pindah Kerja, ditanyakan oleh Bapak Aam - 16/9/2007
Mengatasi Krisis Financial, ditanyakan oleh Bapak Munifan - 28/7/2009
Meningkatkan Kemampuan Diri, ditanyakan oleh Bapak Ruli - 11/3/2009
Perempuan Lain, ditanyakan oleh Ibu Cika - 12/1/2009
Menyelesaikan Skripsi Segera, ditanyakan oleh Saudara Thomas - 6/12/2008
Mengerjakan Tugas Yang Bukan Merupakan Tugas Dan Tanggung Jawab Dalam Pekerjaan, ditanyakan oleh Bapak Henry Pantow - 3/10/2007










