who am i

Selamat siang Pak Teguh. Salam super.

 

Saya sekarang ini sedang bekerja dengan orang lain dan saya ingin sekali keluar dari zona nyaman saya untuk sesegera mungkin untuk berwiraswasta (bisnis makanan). Hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan jika saya ingin memulai usaha sendiri (terus terang modal saya kecil Pak)?

 

Terima kasih untuk waktunya, salam damai

 

GBU
Bapak Bernard Santoso dari Jakarta
ditanyakan pada Minggu, 13 Januari 2008 20:58:44 +0700


Mario Teguh menjawab:


Pertanyaan yang baik sekali, Bapak Bernard Santoso. Terima kasih.

Pak Bernard yang baik, mohon diperhatikan bahwa terdapat hambatan yang umum bagi para wirausahawan pemula.

Biasanya wirausahawan meng-under estimate biaya. Mereka menganggap biaya suatu usaha itu kecil ternyata besar.

Kedua, karena mereka ternyata dituntut betul-betul komit, jadi nempel terus dengan satu bidang usahanya.

Ketiga banyak sekali yang didambanya. Sehingga biaya per produk atau biaya per pelayanan sangat tinggi. Jadi beberapa waktu ke depan penjualan berapa pun masih belum bisa untuk menutupi kerugian.

Pak Bernard yang baik, seyogyanya kita melakukan usaha yang kita senangi, akan tetapi yang paling penting dalam sebuah bisnis – terutama jika kita baru memulainya– adalah mengetahui potensi lakunya. Jadi meskipun pemainnya banyak tapi potensi lakunya lebih besar, itu masih lebih baik daripada bisnis yang tanpa pemain sama sekali tapi produknya belum dikenal orang.

Kemudian, anjuran saya untuk para pemula seyogyanya mereka tidak hanya menunggu modal. Sehingga apabila ada sesuatu yang baik di pikiran kita lakukan saja kebaikan itu barangkali modal akan datang.

Misalnya kita suka mengajar Bahasa Inggris maka mulai dulu dengan mengajar les Bahasa Inggris dengan bayaran 10 ribu sebulan, terima saja dulu karena itu merupakan awal. Karena kewirausahaan itu selain butuh modal juga butuh latihan.

Ibaratnya, orang pendiam yang kalau bicara itu sering salah, karena mereka kurang sering bicara. Kurang latihan berenang maka kemungkinan tenggelam sangat besar. Maka mulai saja usaha tanpa perlu menunggu modal. Kalau ada modal syukuri, kalau tidak ada maka bangunlah modal itu dari kemampuan pribadi dulu, dari usaha awal ini. Tetapi apabila sudah ada modal sebaiknya lebih berhati-hati karena akan lebih menyesal lagi apabila menggunakan modal itu untuk usaha yang salah.


Begitu dulu ya, Bapak Bernard Santoso. Bila ada hal lain, please kindly inform me.

Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh


Extracted by
Team MTPE


solusi untuk pertanyaan Mampukah Saya Untuk Berwiraswasta
pada kolom Who Am I
tag: modal, usaha, hambatan, latihan

Temukan Solusi atas Problem Anda di kolom Who Am I

mencari solusi atas problem Anda pada lebih dari 818 solusi yang kami sediakan di kolom Who Am I

Solusi lain yang terkait dengan pertanyaan: Mampukah Saya Untuk Berwiraswasta
Segan Melakukan Apapun Setelah Berpisah Dengan Pacar, ditanyakan oleh Saudari Echa - 10/9/2008

Seputar Memotivasi Diri, ditanyakan oleh Bapak Muhammad Yusuf - 14/11/2008

Kakak Saya Belum Kunjung Menikah, ditanyakan oleh Ibu Mariana - 23/1/2008

Bagaimana Melepaskan Ketakutkan Akan Bayangan Kegagalan Sebelumnya, ditanyakan oleh Saudari Dita - 21/8/2008

Bagaimana Agar Bersemangat Dan Perlukah Saya Pindah Kerja Untuk Mengajar, ditanyakan oleh Ibu Wheny - 2/9/2007

Kehilangan Percaya Diri, ditanyakan oleh Bapak Sudana - 18/12/2007

Bagaimana Membuat Teman Ada Di Samping Kita Lebih Nyaman Di Dekat Kita, ditanyakan oleh Saudara Dino Saputra - 27/3/2009

Apakah Cakupan Makna “kebaikan” Itu, ditanyakan oleh Ibu Mentari - 9/1/2009

Pilih Kuliah Atau Kerja, ditanyakan oleh Bapak Mukhlis - 7/1/2008

Jenuh Dengan Pekerjaan, ditanyakan oleh Ibu Elly Hendriani - 9/12/2007

Bagaimana Cara Menghadapi Suami Yang Tidak Bekerja, ditanyakan oleh Ibu Dian - 10/2/2009

Bagaimana Cara Untuk Me-manage Sifat Cepat Sekali Bosan, ditanyakan oleh Saudari Dee - 22/11/2008

Menentukan Pilihan Yang Bijak Diantara Banyaknya Pilihan Baik, ditanyakan oleh Saudari Ayu - 22/4/2009

Bagaimanakah Membuat Surat Pengunduran Diri, ditanyakan oleh Saudara Buyung Rahardianto - 23/9/2007

Leader Yang Hanya Berorientasi Ke Uang, ditanyakan oleh Ibu Shinta - 20/11/2007

Jalani Saja Atau Resign, ditanyakan oleh Bapak Andi Sunarto - 16/5/2008

Sulit Menemukan Partner Bisnis, ditanyakan oleh Bapak Annaz - 18/9/2007

Meghadapi Atasan Yang Suka Mempermainkan Emosi Bawahannya, ditanyakan oleh Bapak Bontang Marasto Astowo - 3/11/2008

Membantu Teman Yang Susah Tapi Setelah Dibantu Dibalas Dengan Air Tuba, ditanyakan oleh Saudara Ricky - 22/11/2008

Mungkinkah Saya Berhasil Bangkit Dari Keterpurukan Kondisi Keuangan Keluarga, ditanyakan oleh Bapak Hendro - 12/10/2008