who am i

Dearest Pak Mario Teguh yang bijaksana, Salam Super !

Saya mempunyai dua anak yang sedang memasuki masa remaja. Bercermin dari pengalaman masa remaja yang pahit, saya tidak ingin kedua anak saya, -putera dan puteri- , melewati masa remaja seperti yang saya lakoni. Saya memilihkan pendidikan untuk kedua anak pada sekolah terbaik. Kemudian fasilitas terbaik yang saya sediakan.

Pak Mario, anak sulung saya, laki-laki yang tahun lalu seharusnya menyelesai-kan sekolah lanjutan, ternyata gagal. Saya terpukul dan kecewa luar biasa.

Kiranya Pak Mario berkenan membantu saya dengan nasehat dan anjuran agar saya dapat membimbing kedua anak saya menuju kecemerlangan. Terima kasih.


Bapak Taufik Rusdian dari Bandung
ditanyakan pada Minggu, 01 Juli 2007 20:17:25 +0700


Mario Teguh menjawab:


Terima kasih atas pertanyaan Anda yang sangat baik,

Satu-satunya cara untuk menumbuhkan seorang anak yang baik adalah menjadikannya seorang anak yang berbahagia. Dan satu-satunya cara untuk menjadikannya berbahagia adalah menjadikan diri Anda seorang dewasa yang bersikap baik kepadanya.

Mereka, anak-anak kita itu, membutuhkan sesorang dewasa yang bisa mereka kagumi. Mereka membutuhkan seorang sahabat dewasa yang akan menuntun dan mendorong mereka untuk tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang kuat dan mandiri. Mereka membutuhkan seorang teladan.

Maka, Jadikanlah diri anda orang tua yang mencontohkan kegembiraan dalam memenangkan kualitas kehidupan yang baik, agar anak-anak juga bersemangat menjadikan diri mereka tumbuh dengan tubuh yang sehat, cara pandang yang jernih, dan pemikiran yang cemerlang.

Pak Taufik yang baik, katakanlah dengan lembut di dekat putra Anda: "Berdirilah bersamaku, karena aku selalu melebihkan yang kulakukan. Bila ada yang kurang dari yang kau lakukan untuk masa depanmu, berdirilah dekat-dekat bersamaku. Mudah-mudahan yang selalu aku lebihkan -akan mencukupkan kamu. Dan dengannya, engkau belajar untuk selalu melebihkan yang kau kerjakan.


Begitu dulu ya, Bapak Taufik Rusdian.

Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh


Extracted by
Team MTPE


solusi untuk pertanyaan Membimbing Anak Yang Gagal
pada kolom Who Am I
tag: bimbing, masa, depan, belajar, lebih, baik, hidup, bahagia, diri

Temukan Solusi atas Problem Anda di kolom Who Am I

mencari solusi atas problem Anda pada lebih dari 818 solusi yang kami sediakan di kolom Who Am I

Solusi lain yang terkait dengan pertanyaan: Membimbing Anak Yang Gagal
Menetapkan Hati, ditanyakan oleh Ibu Ari - 9/12/2007

Kadang Merasa Tidak Dihargai, ditanyakan oleh Bapak Narendra - 8/9/2009

Perbedaan Karakter Suami Istri, ditanyakan oleh Ibu Winda Subroto - 1/7/2007

Permasalahan Atasan Yang Selalu Negatif Thinking, ditanyakan oleh Bapak Mursyidan Haryono - 7/1/2008

Bagaimana Mengatasi Ketakutan Saya, ditanyakan oleh Ibu Lisya Aridin - 19/11/2007

Minat Vs Bakat, ditanyakan oleh Saudari Dian - 13/12/2008

Apakah Pilihan Saya Salah, ditanyakan oleh Bapak Purwanto - 4/10/2008

Bimbang Untuk Pindah Kerja, ditanyakan oleh Bapak Ristyanto - 4/3/2008

Sikap Acuh Sang Dosen, ditanyakan oleh Saudara Roby - 16/8/2008

Bagaimana Mengatasi Rasa Malas, ditanyakan oleh Saudara Rhakha - 18/1/2009

Bagaimana Caranya Tampil Pd Di Depan Forum, ditanyakan oleh Ibu Lenny - 25/8/2007

Bagaimana Menghadapi Sekelompok Orang Dengan Sudut Pandang Yang Lain Dengan Kita, ditanyakan oleh Saudari Fitri - 21/11/2008

Bertahan Dalam Pernikahan Dengan Kebohongan Suami, ditanyakan oleh Ibu Rara - 25/4/2009

Bagaimana Mengatasi Konflik Dalam Perusahaan, ditanyakan oleh Bapak Catur Okto. - 17/9/2007

Menjadi Bidan Muda Yang Sukses, ditanyakan oleh Saudari Detri Wulan Sari - 20/11/2008

Bagaimana Bisa Konsentrasi Ke Segala Bidang, ditanyakan oleh Saudara Kurniawan - 4/10/2007

Semurni Apa Pikiran, ditanyakan oleh Bapak Antoni - 3/3/2008

1 Million 2nd Chances Or Never Have 2nd Chances, ditanyakan oleh Bapak Edy Chandra - 16/11/2007

Menghadapai Penghasilan Yang Pas-pasan, ditanyakan oleh Bapak Ahmad Khulaemi - 9/5/2008

Keraguan Menetapkan Pilihan Pekerjaan, ditanyakan oleh Bapak Kilana - 16/10/2009