Salam Super Pak Mario,
Saya minta pendapat Bapak, saya saat ini sedang bekerja di perusahaan yang pernah mem-PHK saya sebelumnya, karena alasan PHK waktu itu adalah saya terkena imbas karena konflik keluarga.
Setelah perusahaan kembali normal, saya dipanggil bekerja lagi di perusahaan tersebut. Kebetulan yang menjadi sekretaris direksi di perusahaan tersebut adalah teman saya dan karena berbagai pertimbangan saya mengambil kesempatan untuk menerima tawaran tersebut.
Kini teman saya yang saya gantikan posisinya tersebut bersikap 360 derajat kepada saya.
Di luar pekerjaan, saya dianggap tidak ada olehnya. Dia begitu marah karena saya mau menerima pekerjaan yang otomatis posisi teman saya tersebut digeser tetapi tidak di PHK.
Yang ingin saya tanyakan, apakah saya salah telah mengambil posisi teman saya tersebut walaupun saya tidak menerima tawaran tersebut pun sudah dipastikan kalau teman saya itu juga akan digantikan posisinya?
Saya ingin berteman lagi dengannya tetapi ia seolah ia telah menganggap saya musuhnya.
Terima kasih banyak Pak Mario atas sarannya
Ibu Putri dari Jakarta
ditanyakan pada Selasa, 25 November 2008 13:31:41 +0700
Saya minta pendapat Bapak, saya saat ini sedang bekerja di perusahaan yang pernah mem-PHK saya sebelumnya, karena alasan PHK waktu itu adalah saya terkena imbas karena konflik keluarga.
Setelah perusahaan kembali normal, saya dipanggil bekerja lagi di perusahaan tersebut. Kebetulan yang menjadi sekretaris direksi di perusahaan tersebut adalah teman saya dan karena berbagai pertimbangan saya mengambil kesempatan untuk menerima tawaran tersebut.
Kini teman saya yang saya gantikan posisinya tersebut bersikap 360 derajat kepada saya.
Di luar pekerjaan, saya dianggap tidak ada olehnya. Dia begitu marah karena saya mau menerima pekerjaan yang otomatis posisi teman saya tersebut digeser tetapi tidak di PHK.
Yang ingin saya tanyakan, apakah saya salah telah mengambil posisi teman saya tersebut walaupun saya tidak menerima tawaran tersebut pun sudah dipastikan kalau teman saya itu juga akan digantikan posisinya?
Saya ingin berteman lagi dengannya tetapi ia seolah ia telah menganggap saya musuhnya.
Terima kasih banyak Pak Mario atas sarannya
Ibu Putri dari Jakarta
ditanyakan pada Selasa, 25 November 2008 13:31:41 +0700
Mario Teguh menjawab:
Ibu Putri yang baik, terima kasih atas pertanyaan baik Anda.
Anda tidak boleh bernegosiasi dengan impian Anda. Bernegosiasilah dengan apa yang harus Anda lakukan untuk mencapainya.
Anda memang mungkin akan berakhir dengan keharusan untuk menerima yang kecil, jika Anda kalah dalam bernegosiasi dengan orang lain.
Tetapi itu adalah kemungkinan yang bisa Anda perbaiki dengan menjadikan diri Anda lebih ahli dalam jalan dan cara negosiasi. Tetapi, Anda akan hanya mengharapkan sebuah kehidupan yang kecil, jika Anda menang bernegosiasi melawan impian Anda sendiri.
Maka jangan tawar impian Anda. Jangan kurangi yang mungkin Anda capai.
Apa pun yang Anda impikan, biarkanlah ia besar dan tinggi. Lalu, besarkanlah harapan Anda, tuluskanlah doa Anda, ikhlaskanlah kelebihan pelayanan Anda, dan utuhkanlah keberserahan Anda.
Jangan kalahkan hak Anda untuk berhasil.
Begitu dulu ya, Ibu Putri. Semoga membantu.
Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh
Extracted by
Elisa Christanto
solusi untuk pertanyaan Menerima Tawaran Posisi Yang Menggantikan Teman Sendiri
pada kolom Who Am I
tag: imbas, konflik, teman, normal, kesempatan, tawaran, marah, pekerjaan, posisi, musuh
Ibu Putri yang baik, terima kasih atas pertanyaan baik Anda.
Anda tidak boleh bernegosiasi dengan impian Anda. Bernegosiasilah dengan apa yang harus Anda lakukan untuk mencapainya.
Anda memang mungkin akan berakhir dengan keharusan untuk menerima yang kecil, jika Anda kalah dalam bernegosiasi dengan orang lain.
Tetapi itu adalah kemungkinan yang bisa Anda perbaiki dengan menjadikan diri Anda lebih ahli dalam jalan dan cara negosiasi. Tetapi, Anda akan hanya mengharapkan sebuah kehidupan yang kecil, jika Anda menang bernegosiasi melawan impian Anda sendiri.
Maka jangan tawar impian Anda. Jangan kurangi yang mungkin Anda capai.
Apa pun yang Anda impikan, biarkanlah ia besar dan tinggi. Lalu, besarkanlah harapan Anda, tuluskanlah doa Anda, ikhlaskanlah kelebihan pelayanan Anda, dan utuhkanlah keberserahan Anda.
Jangan kalahkan hak Anda untuk berhasil.
Begitu dulu ya, Ibu Putri. Semoga membantu.
Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh
Extracted by
Elisa Christanto
solusi untuk pertanyaan Menerima Tawaran Posisi Yang Menggantikan Teman Sendiri
pada kolom Who Am I
tag: imbas, konflik, teman, normal, kesempatan, tawaran, marah, pekerjaan, posisi, musuh
Temukan Solusi atas Problem Anda di kolom Who Am I
Solusi lain yang terkait dengan pertanyaan:
Menyampaikan Tanggapan Dalam Rapat, ditanyakan oleh Ibu Nur Hikmah - 5/9/2008

Kaitan Kecerdasan Emosi Dengan Organizational Citizenship Behavior, ditanyakan oleh Saudari Desy Puspitasari - 31/12/2007

Menuju Masa Depan Yang Cemerlang, ditanyakan oleh Bapak Jauhari - 27/11/2008

Bagaimana Menyikapi Kemiskinan, ditanyakan oleh Saudari Lely - 14/1/2009

Menghadapi Suami Pendiam Yang Susah Dimengerti, ditanyakan oleh Ibu Aindri - 24/11/2007

Menghilangkan Minder Dan Bingung Untuk Memilih, ditanyakan oleh Bapak Dipto - 25/2/2009

Bekerja Tidak Sesuai Dengan Hati Nurani, ditanyakan oleh Bapak Sunarya - 2/10/2007

Punya Keinginan Tapi Tidak Ada Kekuatan..., ditanyakan oleh Saudara Amrin Sinaga - 11/9/2007

Perasaan Atau Pikiran, ditanyakan oleh Saudari Lina - 23/3/2009

Mempertahankan Percaya Diri, ditanyakan oleh Bapak Peter Cech - 27/3/2009

Bagaimana Agar Saya Dapat Menjadi Seorang Pemimpin Yang Dihormati Dan Tidak Sombong, ditanyakan oleh Saudara Danial Siregar - 3/2/2009

Cara Dalam Mengambil Keputusan Yang Baik Untuk Masa Depan, ditanyakan oleh Saudara Wanda - 22/9/2008

Menata Pengeluaran Kebutuhan Terhadap Penghasilan Kerja, ditanyakan oleh Ibu Rania - 1/4/2009

Hidup Optimis, ditanyakan oleh Saudara Supri - 18/3/2009

Bagaimana Memilih Pekerjaan Atau Jurusan S2 Yang Bisa Memotivasi Orang Lain, ditanyakan oleh Bapak Andy Gunawan - 25/8/2007

Bagaimana Mengatasi Rasa Gugup Atau Grogi, ditanyakan oleh Bapak Rio Hermawan - 23/1/2008

Apakah Yang Saya Lakukan Sudah Benar Atau Salah, ditanyakan oleh Ibu Tata - 15/10/2008

Sikap Sebagai Leader, ditanyakan oleh Bapak Dodo Suryadi - 23/5/2008

Langkah Terbaik, ditanyakan oleh Bapak Ariel - 27/8/2008

Pintar Tapi Tidak Fokus, Berani Tapi Bermasalah, ditanyakan oleh Ibu Mary - 21/12/2007

Kaitan Kecerdasan Emosi Dengan Organizational Citizenship Behavior, ditanyakan oleh Saudari Desy Puspitasari - 31/12/2007
Menuju Masa Depan Yang Cemerlang, ditanyakan oleh Bapak Jauhari - 27/11/2008
Bagaimana Menyikapi Kemiskinan, ditanyakan oleh Saudari Lely - 14/1/2009
Menghadapi Suami Pendiam Yang Susah Dimengerti, ditanyakan oleh Ibu Aindri - 24/11/2007
Menghilangkan Minder Dan Bingung Untuk Memilih, ditanyakan oleh Bapak Dipto - 25/2/2009
Bekerja Tidak Sesuai Dengan Hati Nurani, ditanyakan oleh Bapak Sunarya - 2/10/2007
Punya Keinginan Tapi Tidak Ada Kekuatan..., ditanyakan oleh Saudara Amrin Sinaga - 11/9/2007
Perasaan Atau Pikiran, ditanyakan oleh Saudari Lina - 23/3/2009
Mempertahankan Percaya Diri, ditanyakan oleh Bapak Peter Cech - 27/3/2009
Bagaimana Agar Saya Dapat Menjadi Seorang Pemimpin Yang Dihormati Dan Tidak Sombong, ditanyakan oleh Saudara Danial Siregar - 3/2/2009
Cara Dalam Mengambil Keputusan Yang Baik Untuk Masa Depan, ditanyakan oleh Saudara Wanda - 22/9/2008
Menata Pengeluaran Kebutuhan Terhadap Penghasilan Kerja, ditanyakan oleh Ibu Rania - 1/4/2009
Hidup Optimis, ditanyakan oleh Saudara Supri - 18/3/2009
Bagaimana Memilih Pekerjaan Atau Jurusan S2 Yang Bisa Memotivasi Orang Lain, ditanyakan oleh Bapak Andy Gunawan - 25/8/2007
Bagaimana Mengatasi Rasa Gugup Atau Grogi, ditanyakan oleh Bapak Rio Hermawan - 23/1/2008
Apakah Yang Saya Lakukan Sudah Benar Atau Salah, ditanyakan oleh Ibu Tata - 15/10/2008
Sikap Sebagai Leader, ditanyakan oleh Bapak Dodo Suryadi - 23/5/2008
Langkah Terbaik, ditanyakan oleh Bapak Ariel - 27/8/2008
Pintar Tapi Tidak Fokus, Berani Tapi Bermasalah, ditanyakan oleh Ibu Mary - 21/12/2007









