who am i

Dear, Pak Mario.

Semenjak meninggalnya kedua orang tua saya, pada saat itu saya masih SMA, saya anak bungsu dari 3 bersaudara, entah kenapa hubungan saya dengan kedua kakak saya tidak dekat, dan akhirnya saya memutuskan untuk pergi dari mereka dan menjalani hidup seorang diri. Saya ingin sekali kuliah tapi saya tidak punya biaya dan akhirnya saya bekerja disebuah bengkel sebagai kasir. Lalu saya menikah dengan sahabat saya dari kecil. Namun itu hanya bertahan 1 tahun, lalu kami bercerai.

Saya sangat putus asa sekali dengan alasan karena saya sudah tidak punya apa-apa dia menceraikan saya. Sejak itu saya bekerja disebuah cafe sebagai waitress. Semenjak itu saya bertemu dengan pacar saya, hubungan kami semakin dekat walaupun dia tahu saya seorang janda. Semenjak kehilangan orang tua saya, kakak saya dan suami saya; saya menjadi pribadi yang sangat takut sekali kehilangan sesorang yang saya cintai. Saya selalu menyalahkan Tuhan mengapa saya harus menjalani hidup ini seorang diri. Begitu saya bertemu pacar saya saya merasa menemukan semangat baru dalam hidup saya, karir saya terus meningkat sampai saat ini. Disela perjalan hidup saya, saya mengalami Kristus dan saya pindah agama. Hal ini saya lakukan bukan karena pacar saya orang Kristen tapi karena saya menemukan kedamaian didalam hidup saya. Meskipun sulit bahkan keluarga saya menentang, tapi hal ini saya lakukan karena saya ingin dekat dengan Tuhan dan menemukan kedamaian dihati saya.

Tapi kenapa pak Mario, keberadaan pacar saya disisi saya begitu penting buat saya? Dan saya sangat takut kehilangan dia. Apabila kami bertengkar, pekerjaan saya menjadi berantakan, bahkan yang terparahnya, saya tidak punya semangat hidup lagi untuk melakukan sesuatu untuk diri saya dan pekerjaan. Tidak tahu apa yang harus saya lakukan.yang saya ingin lakukan hanya ingin pergi dari kehidupan dia. Karena saya tidak mau lagi ditinggalkan orang yang saya cinta, jadi lebih baik saya yang pergi. Saya coba untuk melawan dan menyibukan diri dengan bekerja all day long untuk mengalihkan, tapi itu tidak membantu malah saya jatuh sakit. Dan pada saat saya sakit, saya ingin dia ada disisi saya. Dan kalau saya sudah seperti itu, saya sangat rindu dengan orang tua saya, menanyakan kenapa ini terjadi dalam hidup saya.

Usia saya sudah 27 tahun saat ini. Saya ingin berkeluarga karena saya selalu merasa kesepian dirumah. Saya ingin sekali mempunyai keluarga dimana saya bisa berbagi cerita dan melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai, tapi pacar saya belum selesai kuliah dan dia baru berfikir untuk menikah umur 30, saat ini umurnya 26 tahun.

Apa yang harus saya lakukan Pak Mario? Apakah saya harus menunggu dia, walaupun dia pernah berkata saya adalah wanita yang diharapkannya untuk menjadi istrinya? Apakah keinginan menikah ini adalah karena masa lalu saya selama 9 tahun lamanya saya hidup sendiri? Lalu mengapa keberadaan dia disisi saya begitu penting? Saya ingin sekali untuk tidak bergantung terhadap dia, dan konsentrasi dengan pekerjaan. Tapi bagaimana caranya Pak Mario, sementara didalam pekerjaan pun begitu banyak permasalahan yang harus saya pikirkan.

Terima kasih, Pak Mario


Ibu Krisna Utami dari Jakarta Selatan
ditanyakan pada Jumat, 07 Maret 2008 20:45:04 +0700


Mario Teguh menjawab:


Pertanyaan yang baik sekali, Ibu Krisna Utami. Terima kasih.

Berkasih-sayang lah dengan diri Anda sendiri.

Mohon Ibu Krisna sadari bahwa kebersamaan Anda dengan diri Anda sendiri adalah kebersamaan yang paling lama yang akan pernah Anda alami dengan siapa pun, dan merupakan kebersamaan yang tidak bisa Anda tinggalkan. Maka temukanlah semua definisi baik tentang persahabatan, dan mulai saat ini gunakanlah pengertian-pengertian baik itu dalam sikap dan perilaku Anda untuk menjadi sahabat yang terbaik bagi diri Anda sendiri.

Bila yang Anda miliki sekarang adalah sesuatu yang bernilai,

maka berpegangan-kuat-lah padanya.

Telah sering terbukti dalam kehidupan saya dan keluarga - bahwa bila kita bersabar dalam mengalami kesulitan dan tetap mengutamakan sikap-sikap yang baik; bahkan tanpa berupaya yang lebih dari yang wajar - kami akan menyaksikan dengan nyata bagaimana alam meletakkan dan menata jatuh-nya banyak kejadian yang hasilnya adalah ternyata jawaban bagi doa-doa kami.

Ibu Krisna yang berhati lembut, hanya terbentang sedikit jarak antara kita yang sedang 'disulitkan' dan persetujuan dari Yang Maha Mengasihi. Maka bila kita sedang berada dalam kesulitan, dan karena jarak antara permintaan kita dan persetujuan Beliau sangat dekat - pilihlah untuk mengisi setiap menit dalam kesulitan itu untuk menggetarkan permintaan-permintaan baik kita di dalam dada ini.

Mohon untuk Ibu perhatikan pula, bahwa bila Ibu tidak bisa berdamai dengan masa lalu Ibu, Ibu tidak mungkin mampu bersemangat dalam upaya yang lebih berani mencapai masa depan yang cemerlang.


Begitu dulu ya, Ibu Krisna Utami. Please keep up the super spirit.

Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh


Extracted by
Team MTPE


solusi untuk pertanyaan Mengapa Saya Tidak Punya Semangat Melakukan Sesuatu Tanpa Dia Disisi Saya
pada kolom Who Am I
tag: hormat, sahabat, damai, kasih sayang

Temukan Solusi atas Problem Anda di kolom Who Am I

mencari solusi atas problem Anda pada lebih dari 818 solusi yang kami sediakan di kolom Who Am I

Cara Mendisiplinkan Diri, ditanyakan oleh Saudari Mirna - 26/2/2008

Takut Bila Suami Mencari Wanita Lain, ditanyakan oleh Ibu Nia - 22/11/2007

Bagaimana Mengenali Orang Yang Baik Dan Tidak Baik, ditanyakan oleh Bapak Nana Mulyana - 20/10/2008

Menyikapi Pribadi Yang Sulit, ditanyakan oleh Ibu Lastri - 31/3/2008

Mental Breakdown..., ditanyakan oleh Bapak Tri Novianto - 26/8/2007

Bersabar Atau Mencari Yang Lebih Tepat, ditanyakan oleh Bapak Cahyo - 20/9/2007

Berat Melangkah, ditanyakan oleh Bapak Santosa - 16/12/2007

Hubungan Dengan Rekan Kerja, ditanyakan oleh Ibu Dina - 11/12/2008

Minat Vs Bakat, ditanyakan oleh Saudari Dian - 13/12/2008

Takut Masa Depan, ditanyakan oleh Bapak Abu Hasan M - 10/3/2008

Bagaimana Mengatasi Kesulitan Ekonomi Pensiunan, ditanyakan oleh Bapak Agus Janto - 3/9/2008

Peluang Bisnis Dengan Modal 1 Juta, ditanyakan oleh Saudara Fahmi - 23/1/2008

Menyikapi Takdir, ditanyakan oleh Ibu Lusi Andriani - 18/11/2008

Memelihara Motivasi, ditanyakan oleh Saudara Reza - 29/2/2008

Bagaimana Menghilangkan Pikiran Buruk Tentang Soulmate, ditanyakan oleh Ibu Sulasmi - 28/11/2008

Faktor Keberuntungan Pada Keberhasilan Seseorang, ditanyakan oleh Bapak Herman B - 28/11/2007

Hidup Mengalir Seperti Air, ditanyakan oleh Bapak Murdi Haryanto - 25/4/2007

Solusi Agar Lamaran Kerja Tanggapi Perusahaan, ditanyakan oleh Bapak Setiawan - 12/2/2009

Bagaimana Memperbaiki Hubungan Dengan Pacar Yang Sudah Retak, ditanyakan oleh Saudara Tendra - 23/4/2009

Merasa Tidak Cocok Dengan Pasangan, ditanyakan oleh Bapak Joni Saputro - 1/7/2007