Pak, saya seorang mahasiswa S1. Saat ini saya sedang kuliah di 2 jurusan yang keduanya sangat bertolak belakang, yang pertama di bidang sosial dan yang satunya di bidang eksakta, keduanya S1. Selain itu terkadang saya juga ada tugas sampingan sebagai pedagang.
Saya sangat ingin menggabungkan keseluruhan bidang saya tersebut menjadi suatu implikasi yang unik bagi diri saya. Pertanyaan saya, apakah saya bisa di bilang terlalu, dalam sikap saya tersebut karena semuanya yang saya lakukan demi masa depan saya.
Terima kasih.
Saudara Bahrul
ditanyakan pada Kamis, 15 November 2007 07:52:35 +0700
Terima kasih atas pertanyaan baik Anda.
Saudara Bahrul yang baik, saya senang sekali dengan kesungguhan dan keinginan besar Anda. Tidak ada cita-cita terlalu besar untuk pribadi yang besar.
Mohon Anda perhatikan bahwa ijazah untuk memasuki dunia kerja itu hampir seperti tiket masuk untuk bertinju. Di atas ring, sudah bukan ijazah lagi yang diperlukan. Ternyata, yang membuat seseorang naik dalam karirnya bukan sekolahnya, bukan keterampilannya, melainkan pribadinya.
Sebuah pribadi isinya terdiri atas ada skill, kemampuan dan bermacam-macam lagi. Tetapi sebenarnya yang utama dalam sebuah pribadi itu adalah kebiasaannya. Skill disebut hebat kalau memang dalam kebisaannya terdapat skill itu. Kalau kemudian kebiasaan itu membuat kita berhasil berhubungan dengan orang lain, kita sebut itu impact skill.
Saudara Bahrul yang baik, seorang pribadi yang baik dan kuat itu mempunyai impact, dampak ke orang lain.
Kalau Anda mulai bekerja, kebutuhan akan impact skill paling besar yaitu untuk bisa diterima, untuk disukai, untuk diangkat. Tolong diingat di perusahaan itu tidak ada satu orang pun yang bisa mengangkat dirinya sendiri.
Begitu dulu ya, Saudara Bahrul. Please keep up the super spirit.
Terima kasih dan Salam Super,
Mario Teguh
Extracted by
Team MTPE
solusi untuk pertanyaan Yang Terbaik Dari Dalam Diri
pada kolom Who Am I
tag: akibat, ijazah, skill, kepribadian, keahlian
Rasa Bersalah Dan Konsekuensinya, ditanyakan oleh Ibu Rani - 19/2/2009
Mental Cengeng, ditanyakan oleh Ibu Danis - 3/9/2008
Apakah Ini Berarti Saya Tidak Mau Bekerja Keras, ditanyakan oleh Saudari Elsa - 13/11/2008
Bagaimana Caranya Agar Saya Tidak Dipandang Sebelah Mata, ditanyakan oleh Saudari Niza Ferlina - 11/12/2008
Menyampaikan Gagasan Tanpa Takut Dicuri, ditanyakan oleh Bapak Dodi Widianto - 13/1/2008
Kuliah Atau Terus Bekerja, ditanyakan oleh Bapak Rio Ferryanto - 25/8/2008
Bagaimana Mengartikan Perhatian Seorang Yang Sudah Mempunyai Pasangan, ditanyakan oleh Ibu Mely - 8/2/2009
Bagaimanakah Menemukan Pilihan Masa Depan Dengan Tepat, ditanyakan oleh Saudara Bobby - 24/9/2009
Atasan Tidak Setuju Dengan Ide Kita, ditanyakan oleh Ibu Metty - 22/1/2008
Bagaimana Cara Menjadi Yang Super Bagi P N S, ditanyakan oleh Bapak Kurnia Prasetyo - 14/12/2007
Menyiasati Perang Harga, ditanyakan oleh Bapak Mintoyo - 29/11/2007
Rasa Sakit Yang Dalam Sekali, ditanyakan oleh Saudari Sanny - 9/6/2009
Dua Pilihan, ditanyakan oleh Saudari Putri - 2/12/2007
Mohon Inspirasinya, ditanyakan oleh Bapak Dedy - 19/9/2008
Bagaimana Cara Menyesuaikan Diri, ditanyakan oleh Saudari Ambar - 25/11/2008
Bingung Memilih Menjadi Ibu Rumah Tangga Atau Wanita Karier, ditanyakan oleh Ibu Khansa - 27/4/2009
Bagaimana Meraih Kesuksesan, ditanyakan oleh Bapak Dendi - 15/12/2007
Bagaimana Menjadi Kaya Secara Cerdas, ditanyakan oleh Saudara Salman - 12/9/2007
Menciptakan Ide Cemerlang Untuk Promosi Produk Kopi, ditanyakan oleh Bapak Sukimto Nagawijaya - 27/8/2008










